Hujan deras mengguyur Stadion Nagoya pada Minggu malam, 28 September 2026, ketika final lempar lembing putri Asian Games Aichi-Nagoya memasuki babak puncak. Para penonton menggigil di bawah payung, dan suasana lintasan terlihat mencekam. Lalu seorang remaja berusia 18 tahun asal Tiongkok, Yan Ziyi, melangkah ke garis lemparan, melakukan ancang-ancang, dan melepaskan lembingnya ke langit malam yang basah. Layar raksasa berbunyi: 70,46 meter. Pendengung stadion langsung membeku sejenak, sebelum riuh pecah.
Satu Lemparan Cukup untuk Emas
Angka itu bukan sekadar kemenangan. Lemparan perdana Yan memecahkan rekor Asian Games sebesar 4,37 meter dari catatan lama 66,09 meter yang dibuat Liu Shiying pada Asian Games Jakarta 2018. Lebih mengejutkan lagi: lemparan itu menjadi satu-satunya percobaan yang diambilnya. Setelah 70,46 meter terukir, Yan memilih melewatkan lima lemparan sisanya. Tidak ada lawan yang mendekat.
Peraih medali perak, juara Olimpiade asal Jepang Haruka Kitaguchi**, hanya mampu mencatat 62,70 meter — tertinggal lebih dari tujuh meter. Sae Takemoto, juga dari Jepang, melengkapi podium. Dalam satu malam, gadis yang akrab disapa Yan itu meraih emas sekaligus membuktikan bahwa dominasinya tidak mengenal batas level kompetisi.
"Saya tidak menyangka bisa menyelesaikan final hanya dengan satu lemparan. Rencana saya sebenarnya hanya membuat dua lemparan pertama berarti," kata Yan di zona campuran, air mata masih menggenang di pipinya.
Beban Budapest yang Akhirnya Lepas
Air mata itu punya sebab. Dua pekan sebelumnya, di World Athletics Ultimate Championship Budapest, Yan membuka dengan lemparan 68,05 meter sebelum mundur karena cedera kaki. Kitaguchi menyalip dengan 68,92 meter dan merebut gelar. Yan mengaku merasa telah mengecewakan banyak orang. Keraguan itu ia bawa ke Nagoya, dan ia kubur dalam satu lemparan.
"Sebenarnya saya orang yang cukup tenang. Saya jarang menunjukkan perasaan saya," ujarnya.
Soal rivalitas dengan Kitaguchi, Yan justru penuh penghormatan. Ia menyebut bintang Jepang itu sebagai sumber belajar, bukan tekanan. "Tidak bisa saya bilang saya lebih kuat, karena kita semua saling mengejar. Semua orang adalah target kejaran saya," katanya.
Rekor demi Rekor di Usia 18 Tahun
Kalau data disusun berdampingan, dominasi Yan terlihat jelas:
| Catatan | Jarak | Keterangan |
|---|---|---|
| Rekor Asian Games | 70,46 m | Nagoya, 2026 — lemparan perdana |
| Rekor Asia & U20 dunia | 71,74 m | Xiamen, Mei 2026 — lemparan kedua terbaik sepanjang masa |
| Rekor dunia | 72,28 m | Barbora Špotáková, 2008 |
| Rekor Asian Games lama | 66,09 m | Liu Shiying, Jakarta 2018 |
Lemparan 70,46 meter menempatkan Yan sebagai penampil keenam terbaik sepanjang sejarah wanita. Sementara 71,74 meter dari Xiamen hanya berjarak 54 sentimeter dari rekor dunia Špotáková. Sepanjang musim 2026 ia menang di Xiamen, Oslo, Paris, dan Monaco, lalu menyegel gelar final Diamond League di Brussels. Akun media sosial Diamond League menuliskan komentar kapital semua: "ABSOLUTE DOMINATION."
Dari Kelas Olahraga Sekolah ke Era Baru
Kisahnya dimulai sederhana. Di sebuah kelas olahraga sekolah dasar, melempar softball lebih jauh teman sebayanya, seorang pelatih merekrutnya ke tim atletik. Di sekolah olahraga, ia mulai dari tolak peluru sebelum beralih ke lempar lembing. "Awalnya benar-benar melelahkan, dan saya sempat berpikir untuk menyerah. Tapi saya bertahan," kenangnya. Ia menolak disebut ajaib. "Punya talenta saja tidak cukup. Saya harus berlatih agar talenta saya bisa muncul."
"Saya bisa memulai era baru, karena saya masih muda. Saya punya lebih banyak waktu dan kesempatan," ucapnya.
Target Berikutnya: Beijing dan Los Angeles
Peringkat dunia kini berada di tangannya. Dua tahun menjelang Olimpiade Los Angeles 2028, Yan sudah menyiapkan langkah berikutnya dengan jelas: Kejuaraan Dunia di Beijing, lalu panggung Olimpiade. Ia bahkan menyiapkan kejutan untuk tuan rumah. "Saya berencana menyimpan rekor baru untuk Kejuaraan Dunia di Beijing. Jadi, nantikan saja," pungkasnya dengan senyum yang kini terdengar seperti pengumuman, bukan sekadar harapan.
Comments (0)