Aug 25, 2026
entertainment

Momen Mengharukan Ruben Onsu Buka Suara soal Dugaan Penipuan

Malam itu, lampu-lampu kamera menyala bergantian di depan sebuah ruang pertemuan sederhana di Jakarta. Di tengah kerumunan awak media, seorang pria berjalan masuk dengan langkah yang terasa lebih bera...

Momen Mengharukan Ruben Onsu Buka Suara soal Dugaan Penipuan

Malam itu, lampu-lampu kamera menyala bergantian di depan sebuah ruang pertemuan sederhana di Jakarta. Di tengah kerumunan awak media, seorang pria berjalan masuk dengan langkah yang terasa lebih berat dari biasanya. Ruben Onsu, sosok yang selama puluhan tahun dikenal lewat tawa riangnya di layar kaca, hadir dengan ekspresi yang jarang dilihat publik. Matanya tampak lelah, namun tatapannya tetap tenang. Ia datang bukan untuk menghibur, melainkan untuk menjawab segala pertanyaan yang menghantui hidupnya pekan-pekan terakhir.

Nama Ruben belakangan ramai diperbincangkan setelah ia diberstatus sebagai tersangka dalam perkara dugaan penipuan senilai Rp3,5 miliar. Kabar itu mengguncang bukan hanya para penggemarnya, tetapi juga keluarga kecilnya yang selama ini menjalani kehidupan sederhana di balik gemerlap dunia hiburan. Setelah waktu yang cukup lama memilih bungkam, pria kelahiran Ende, Flores, itu akhirnya bersedia duduk dan berbicara. Bagi banyak pihak, momen tersebut terasa mengharukan, sebab di balik layar, sosok yang biasa menghibur jutaan penonton itu justru tengah berjuang menenangkan dirinya sendiri.

Suara yang Lama Tertahan

Dengan suara yang sesekali tertahan, Ruben mengisahkan perjalanan berat yang ia lalui sejak namanya mulai dikaitkan dengan perkara hukum tersebut. Ia mengaku sempat merasa dunianya runtuh, terutama ketika berita yang belum jelas kebenarannya menyebar begitu cepat di berbagai platform. Namun, ia memilih untuk tidak larut dalam kepanikan. Yang ia butuhkan, kata dia, adalah keberanian untuk menghadapi semuanya secara terbuka.

"Saya percaya pada proses hukum yang berjalan. Saya akan menghadapi semuanya dengan kepala tegak dan kooperatif. Kebenaran akan menemukan jalannya," ujarnya dengan suara yang bergetar.

Ia juga menyampaikan permohonan sederhana kepada publik: jangan menilai sebelum proses hukum tuntas. Menurutnya, status tersangka bukanlah vonis, melainkan bagian dari mekanisme hukum yang harus dijalani. Prinsip praduga tak bersalah, tegasnya, semestinya menjadi pegangan bersama agar tidak ada pihak yang terluka lebih dulu oleh asumsi.

Di Balik Layar, Air Mata yang Tak Pernah Terlihat

Jauh dari sorotan lampu kamera, kisah keluarga Onsu berjalan dalam diam. Sarwendah, istri yang selama ini dikenal setia menemani perjalanan karier suaminya, digambarkan sebagai benteng terkuat di masa-masa sulit ini. Anak-anak mereka pun menjadi alasan terbesar bagi Ruben untuk tetap berdiri. Setiap kali merasa lelah, ia kembali ke rumah dan menemukan tenaga baru dari pelukan-pelukan kecil yang begitu menyentuh hatinya.

"Anak-anak saya adalah alasan saya untuk bangkit. Mereka belum sepenuhnya paham apa yang sedang terjadi, tapi mereka selalu bertanya, 'Ayah kenapa?' Di situ saya sadar, saya tidak boleh jatuh," tuturnya, suaranya nyaris pecah.

Sejumlah sahabat di industri hiburan juga tidak berhenti mengirimkan dukungan. Pesan-pesan singkat berisi doa dan semangat datang dari berbagai arah, mengingatkan Ruben bahwa ia tidak berjalan sendirian. Dukungan itu, kata dia, menjadi inspirasi untuk terus melangkah meski jalan di depan belum jelas bentuknya.

Berjuang di Tengah Proses Hukum

Terhadap perkara yang menjeratnya, Ruben menegaskan dirinya akan mematuhi seluruh rangkaian proses hukum. Ia bersedia memenuhi panggilan penyidik dan menyerahkan segala hal yang diminta untuk pemeriksaan. Baginya, keterbukaan adalah satu-satunya jalan untuk meluruskan segala kekeliruan informasi yang beredar. Ia tidak ingin spekulasi tumbuh subur dan justru melukai banyak pihak, termasuk keluarganya yang paling dicintainya.

Tim hukum yang mendampinginya turun tangan memastikan setiap langkah klien tersebut berjalan sesuai koridor yang berlaku. Sementara itu, publik terus memantau perkembangan perkara dengan harapan agar kejelasan segera hadir. Dalam situasi seperti ini, kesabaran menjadi kunci, baik bagi Ruben maupun bagi masyarakat yang menantikan kepastian.

Mimpi Bangkit dari Masa Sulit

Mengenai masa depan, Ruben mengaku masih menyimpan mimpi yang sama seperti ketika ia pertama kali merantau dari kampung halamannya: memberikan kebahagiaan bagi keluarga dan orang-orang di sekitarnya. Perkara hukum ini, menurutnya, adalah ujian yang harus dilewati dalam perjalanan hidupnya. Ia percaya, setiap badai akan berlalu dan meninggalkan pelajaran berharga.

"Saya pernah jatuh berkali-kali sebelumnya, dan saya selalu bisa bangkit. Kali ini pun saya percaya sama. Doakan saya, agar saya kuat melewati semua ini," pungkasnya, disambut tepuk tangan para awak media yang hadir.

Malam itu pun berakhir. Lampu kamera perlahan padam, dan Ruben kembali melangkah pulang menuju keluarganya. Apa pun hasil akhir dari proses hukum yang sedang berjalan, satu hal terasa jelas: pria yang dikenal luas lewat tawanya itu tengah menulis babak baru dalam kisah hidupnya, babak yang mengajarkannya tentang keberanian, kerendahan hati, dan arti bangkit dari masa paling sulit.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kartika-dewi

Reporter Cybersecurity. Fokus pada keamanan siber, privasi data, dan regulasi digital.

Comments (0)

User