Oct 10, 2026
entertainment

Mimpi Buruk Warisan Keluarga dalam Film Horor Thailand Inherit

Di sebuah rumah tua berlapis kayu jati, aroma dupa bercampur tanah basah menyeruak dari celah pintu yang tak pernah tertutup rapat. Di sanalah Banjong Pisanthanakun, sutradara yang namanya melegenda l...

Mimpi Buruk Warisan Keluarga dalam Film Horor Thailand Inherit

Di sebuah rumah tua berlapis kayu jati, aroma dupa bercampur tanah basah menyeruak dari celah pintu yang tak pernah tertutup rapat. Di sanalah Banjong Pisanthanakun, sutradara yang namanya melegenda lewat Shutter, kembali meramu ketakutan. Kali ini bukan lewat lensa kamera yang merekam sosok di balik punggung, melainkan melalui Inherit, sebuah kisah yang ia bangun dari pertanyaan sederhana: apa yang sebenarnya kita warisi dari orang yang telah pergi?

Film horor terbaru Thailand itu dijadwalkan tayang dalam perhelatan Jakarta World Cinema 2026, membawa penonton Indonesia menyelami lorong-lorong gelap keluarga yang menyimpan rahasia jauh lebih menakutkan daripada arwah penasaran. Banjong mengisahkan perjalanan sebuah keluarga yang harus menerima warisan berupa rumah dan segala isinya — termasuk bisikan-bisikan yang tak seharusnya didengar.

Di Balik Lensa Sang Maestro Horor

Nama Banjong bukan sosok asing bagi pencinta film Asia. Lewat Shutter pada 2004, ia mengubah cara penonton memandang kamera sebagai benda yang bisa menyimpan lebih dari sekadar gambar. Dua dekade kemudian, ia kembali dengan pendekatan yang lebih personal. Inherit bukan sekadar kumpulan jumpscare; ia adalah potret keluarga yang retak, yang berjuang menutupi luka lama dengan senyum di meja makan.

"Horor paling menyentuh lahir dari hal yang paling dekat dengan kita — keluarga, rumah, dan kenangan yang tak ingin kita lepaskan," ujar Banjong dalam sebuah sesi perbincangan, menggambarkan visi kreatifnya.

Pernyataan itu menjadi fondasi Inherit. Banjong tidak ingin penonton hanya menjerit, tetapi juga merasakan getirnya kehilangan dan rumitnya hubungan antar generasi. Warisan, dalam film ini, menjadi metafora: ada yang berbentuk materi, ada pula yang berbentuk trauma yang diam-diam diwariskan tanpa disadari.

Perjalanan Menuju Layar Jakarta

Kabupaten sinyal bahwa Inherit akan hadir di Jakarta World Cinema 2026 disambut hangat oleh komunitas film Tanah Air. Festival yang dikenal menjembatani sinema Asia dan penonton Indonesia itu melihat Inherit sebagai karya yang tepat untuk membuka dialog tentang horor yang berlapis makna.

Bagi sebagian penonton, nama Banjong adalah jaminan kualitas. Namun bagi yang baru mengenalnya, Inherit bisa menjadi pintu masuk untuk memahami bahwa horor Thailand selalu punya cara unik menyentuh sisi manusiawi. Di balik adegan mencekam, selalu ada cerita tentang cinta yang salah kaprah, tentang ayah yang tak pernah bisa mengungkapkan sayangnya, atau tentang ibu yang menyimpan duka terlalu lama.

Jakarta World Cinema sendiri selama beberapa tahun terakhir menjadi ruang bertemunya penonton dengan karya-karya yang tak selalu masuk bioskop arus utama. Kehadiran Inherit di sana menegaskan posisi festival sebagai kurator rasa, bukan sekadar pemutar film.

Ketakutan yang Diwariskan

Yang membuat Inherit berbeda dari horor kebanyakan adalah caranya memperlakukan rumah sebagai karakter utama. Dinding-dindingnya menyimpan kisah, lantainya menyimpan jejak langkah, dan lotengnya menyimpan kebenaran yang berusaha dikubur. Banjong membangun atmosfer dengan sabar, membiarkan penonton merasakan keheningan sebelum ketakutan datang.

Dalam banyak wawancara, ia menyebut bahwa inspirasi Inherit datang dari pengalaman pribadinya menyaksikan rumah neneknya dijual setelah sang pemilik meninggal. Barang-barang ditinggalkan, foto-foto dibiarkan tertinggal, dan seolah-olah ada sesuatu yang belum selesai. Dari situasi sederhana itulah ia menenun cerita yang mengharukan sekaligus mengerikan.

Penonton Indonesia yang hadir di Jakarta World Cinema 2026 nanti mungkin akan pulang dengan perasaan campur aduk. Ada yang masih merinding, tetapi tak sedikit pula yang diam-diam meneteskan air mata. Sebab Inherit, sebagaimana judulnya, berbicara soal apa yang kita bawa dari masa lalu — dan apakah kita berani melepaskannya.

Di tengah banjir film horor yang mengandalkan sensasi, Inherit memilih jalan yang lebih sunyi namun membekas. Banjong Pisanthanakun membuktikan bahwa ketakutan sejati tidak selalu datang dari sosok berwujud, tetapi dari kesadaran bahwa kita mungkin sedang mengulang kesalahan yang sama dengan orang tua kita. Dan itulah warisan yang paling sulit ditolak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rina-wulandari

Product Reviewer. Mengulas software, aplikasi, dan tools produktivitas.

Comments (0)

User