Aug 25, 2026
entertainment

Merlion Singapura Tutup Sementara Mulai 25 September untuk Restorasi

Patung ikonis yang menjadi simbol Singapura akan sepi dari kerumunan wisatawan selama beberapa waktu. Otoritas setempat mengumumkan bahwa patung Merlion utama di Merlion Park akan ditutup bagi publik ...

Merlion Singapura Tutup Sementara Mulai 25 September untuk Restorasi

Patung ikonis yang menjadi simbol Singapura akan sepi dari kerumunan wisatawan selama beberapa waktu. Otoritas setempat mengumumkan bahwa patung Merlion utama di Merlion Park akan ditutup bagi publik mulai 25 September 2023 untuk menjalani proses perbaikan dan pemeliharaan menyeluruh. Keputusan ini diambil demi menjaga kemegahan dan keamanan salah satu landmark paling difoto di Asia Tenggara tersebut.

Pengumuman tersebut mengejutkan sebagian pelancong yang telah merencanakan kunjungan. Namun, pihak pengelola menegaskan bahwa langkah ini penting agar sang ikon tetap berdiri kokoh dan memancarkan pesonanya di tepi Marina Bay. Area di sekitar patung akan dipasangi penghalang sementara, sementara tim konservasi dan insinyur bekerja di balik layar.

Pemugaran Menjaga Warisan

Proyek perbaikan kali ini mencakup lebih dari sekadar pembersihan rutin. Patung Merlion setinggi 8,6 meter dan berbobot 70 ton itu akan menjalani serangkaian prosedur untuk mengatasi keausan akibat paparan cuaca tropis dan semprotan air laut selama bertahun-tahun. Menurut informasi yang dihimpun, pekerjaan akan meliputi perbaikan retakan kecil pada struktur semen, penggantian beberapa panel mosaik yang mulai pudar, hingga pengecatan ulang dengan lapisan pelindung khusus yang tahan terhadap korosi dan lumut.

Tim ahli juga akan memeriksa sistem pompa air yang memungkinkan Merlion menyemburkan air dari mulutnya—atraksi yang selalu dinanti para pengunjung. Sumber dari dalam proyek menyebutkan bahwa debit dan arah semburan akan dikalibrasi ulang agar tetap dramatis namun efisien. Ini merupakan pemeliharaan terjadwal berskala besar pertama setelah jeda beberapa tahun, mengingat pandemi global sempat menunda banyak rencana konservasi.

"Kami ingin memastikan Merlion tidak hanya bersih, tetapi juga kuat secara struktural untuk beberapa dekade ke depan," ujar seorang pejabat terkait. "Ini adalah investasi jangka panjang bagi identitas wisata nasional kami."

Kisah Mahapatung yang Menyatu dengan Jiwa Kota

Dibangun pada tahun 1972 dan diresmikan oleh Perdana Menteri saat itu, Lee Kuan Yew, patung berkepala singa dan berbadan ikan ini dirancang oleh mendiang Fraser Brunner sebagai lambang sambutan bagi para pelaut yang tiba di kota pelabuhan. Nama "Merlion" sendiri merupakan gabungan dari mer (laut) dan lion (singa), merepresentasikan akar Singapura sebagai kota pelabuhan sekaligus kisah legendaris pangeran Palembang yang melihat seekor singa saat pertama kali tiba di pulau tersebut.

Sejak awal berdiri, patung ini bukan sekadar ornamen. Ia menyaksikan transformasi Singapura dari pelabuhan kecil menjadi pusat finansial global. Lokasinya yang kini berada di dermaga area Marina Bay, setelah dipindahkan dari posisi awalnya di muara Sungai Singapura pada 2002, tetap ramai dikunjungi. Setiap hari, ratusan bahkan ribuan wisatawan berpose dengan latar gedung pencakar langit sembari menunggu semburan air yang ikonik.

Penutupan kali ini menjadi pengingat bahwa bahkan simbol sekuat Merlion pun memerlukan jeda untuk meregenerasi dirinya. Di sinilah ironi yang menyentuh: makhluk mitologi yang abadi dalam cerita harus menerima kenyataan bahwa tubuh konkretnya rapuh terhadap cuaca dan waktu.

Menanti Kembalinya Sang Penjaga Kota

Bagi para wisatawan yang kecewa, jangan berputus asa. Singapore Tourism Board telah menyiapkan sejumlah alternatif. Pengunjung masih bisa menikmati pemandangan teluk dari area taman yang tetap buka, termasuk instalasi Merlion mini yang juga menjadi spot foto favorit. Selain itu, anak patung setinggi dua meter di dekat lokasi akan tetap dapat diakses. Berbagai atraksi lain di sekitar Marina Bay, seperti Gardens by the Bay dan ArtScience Museum, siap menyambut antusiasme pelancong.

Komunitas lokal pun memberikan dukungannya. "Saya tumbuh besar bersama Merlion. Dulu ayah membawa saya ke sini saat masih di muara sungai. Aneh rasanya membayangkan ia akan ditutupi perancah selama beberapa waktu, tapi saya tahu itu demi kebaikannya," ujar seorang warga yang tengah berolahraga di taman. Kenangan semacam inilah yang menjadikan proyek pemeliharaan ini lebih dari sekadar pekerjaan teknis—ia adalah upaya merawat memori kolektif sebuah bangsa.

Hingga kini, belum ada tanggal pasti kapan patung akan kembali dibuka. Perkiraan sementara menyebut bahwa pekerjaan bisa berlangsung hingga akhir tahun 2023, namun semuanya bergantung pada kondisi temuan di lapangan. Satu yang pasti, saat tirai penghalang dilepas nanti, Merlion akan kembali dengan kilau barunya, siap melanjutkan tugasnya sebagai tuan rumah yang menyambut dunia dengan kepala tegak dan air yang menari-nari di bawah sinar mentari.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User