Oct 13, 2026
entertainment

Merajut Mimpi Perancang Mode Kecil dari Pelatihan Lima Hari

Di sebuah ruang kelas di kawasan Jakarta Pusat, seorang perempuan paruh baya berdiri di depan meja panjang yang dipenuhi kain dan gunting. Tangannya gemetar saat memegang pensil gambar. Ini bukan pert...

Merajut Mimpi Perancang Mode Kecil dari Pelatihan Lima Hari

Di sebuah ruang kelas di kawasan Jakarta Pusat, seorang perempuan paruh baya berdiri di depan meja panjang yang dipenuhi kain dan gunting. Tangannya gemetar saat memegang pensil gambar. Ini bukan pertama kalinya ia menggambar, tetapi untuk pertama kalinya ia menggambar di hadapan para perancang profesional. Namanya tidak perlu disebut; kisahnya mewakili puluhan pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) di bidang fashion yang selama ini bertahan dengan pengetahuan terbatas, namun mimpi yang tak pernah surut.

Selama lima hari, dari tanggal 5 hingga 9 Oktober 2026, mereka berkumpul di Kampus ESMOD Pro Jakarta. PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL) menggandeng Yayasan Pendidikan Desain Indonesia (YPDI) untuk menyelenggarakan pelatihan intensif bagi para perajin fashion lokal. Bukan sekadar teori, pelatihan ini menyentuh hal-hal paling mendasar: bagaimana membaca tren, memilih bahan, menghitung pola, hingga memahami selera pasar modern.

Ketika Kain Sederhana Menjadi Harapan

Bagi sebagian peserta, perjalanan menuju ruang pelatihan itu sendiri sudah menjadi perjuangan. Ada yang harus menutup kiosnya di pasar selama lima hari. Ada yang menabung berbulan-bulan untuk biaya transportasi. Ada pula yang membawa serta anaknya karena tidak ada yang menjaga di rumah. “Saya hampir tidak berani datang,” tutur seorang peserta dengan mata berkaca-kaca. “Tapi saya sadar, kalau saya tidak belajar, usaha saya akan selamanya begini-begini saja.”

Di balik meja-meja kayu itu, terlihat potongan kain batik, tenun, dan sisa-sisa perca yang mereka bawa dari rumah. Kain-kain itu bukan sekadar bahan. Ia adalah saksi dari tahun-tahun penuh kerja keras, dari pesanan yang kadang datang, kadang sepi. Pelatihan ini seakan memberi ruang bagi mereka untuk bernapas, sekaligus mengingatkan bahwa karya mereka layak bersaing di panggung yang lebih luas.

Belajar dari Mereka yang Telah Melangkah

Para mentor yang hadir bukan hanya pengajar, melainkan praktisi yang pernah merasakan pahit-manis industri mode. Mereka membagikan pengalaman tentang bagaimana sebuah merek lokal bisa bertahan, bahkan menembus pasar nasional. Peserta diajak memahami bahwa desain bukan hanya soal estetika, tetapi juga soal cerita dan identitas.

“Kami ingin mereka tidak hanya menjadi penjahit, tetapi menjadi pencipta. Setiap jahitan punya nilai, setiap motif punya makna,” ujar salah satu fasilitator, menggambarkan semangat pelatihan tersebut.

Momen paling mengharukan terjadi di hari terakhir. Setiap peserta memamerkan satu karya yang mereka buat selama pelatihan. Ada gaun sederhana dari kain tenun, ada kemeja dengan potongan modern, ada tas dari bahan daur ulang. Ketika satu per satu maju, tepuk tangan menggema. Beberapa dari mereka menangis. Bukan karena sedih, tetapi karena akhirnya ada yang melihat kerja keras mereka.

Langkah Kecil Menuju Perubahan Besar

Pelatihan ini bukan akhir, melainkan awal. Pihak penyelenggara berharap para UMK fashion ini dapat terus didampingi, bahkan difasilitasi untuk mengikuti pameran atau mendapatkan akses permodalan. Kolaborasi antara dunia pendidikan desain dan sektor usaha kecil menjadi jembatan yang selama ini jarang tersentuh.

Di sudut ruangan, seorang peserta masih sibuk merapikan pola di atas kain. Ia tersenyum tipis. “Dulu saya hanya menjahit untuk tetangga. Sekarang saya ingin punya label sendiri,” katanya. Kalimat itu sederhana, tetapi menyimpan mimpi yang besar. Di tengah hiruk-pikuk industri fashion yang serba cepat, kisah-kisah seperti ini mengingatkan kita bahwa di balik setiap produk ada manusia yang berjuang, dan di balik setiap jahitan ada harapan yang tak pernah putus.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS galih-pratama

Editor Teknologi. Mantan software engineer. Meliput AI, cloud, dan transformasi digital.

Comments (0)

User