Aug 25, 2026
entertainment

Melompat ke Dunia Horor, Dinna Jasanti Menapaki Debut Garap Paket Santet

Lampu studio meredup perlahan. Di kursi sutradara, Dinna Jasanti duduk dengan napas tertahan, menatap monitor yang memantulkan bayangan-bayangan mencekam. Malam itu menjadi momen yang tak akan pernah ...

Melompat ke Dunia Horor, Dinna Jasanti Menapaki Debut Garap Paket Santet

Lampu studio meredup perlahan. Di kursi sutradara, Dinna Jasanti duduk dengan napas tertahan, menatap monitor yang memantulkan bayangan-bayangan mencekam. Malam itu menjadi momen yang tak akan pernah ia lupakan: untuk pertama kalinya dalam perjalanan kariernya, ia mengarahkan sebuah film horor berjudul Paket Santet. Bagi sebagian orang, berpindah genre mungkin hanya soal teknis. Namun bagi Dinna, keputusan itu adalah lompatan besar — meninggalkan segala yang nyaman dan akrab demi memasuki dunia yang belum pernah ia jamah sebelumnya.

Keputusan itu tidak datang dengan mudah. Di sela-sela persiapan, ada malam-malam panjang ketika keraguan datang mengetuk: mampukah ia menangkap ketegangan yang diinginkan penonton? Akankah cerita yang ia bangun terasa menakutkan sekaligus tetap manusiawi? Namun di balik keraguan itu, tumbuh keyakinan yang lebih besar — bahwa mimpi tidak pernah berkembang di tempat yang terlalu nyaman. Dari sanalah perjalanan Dinna bersama Paket Santet dimulai.

Melangkah Keluar dari Zona Nyaman

Setiap sutradara memiliki wilayah yang terasa seperti rumah — tempat ia berjalan mantap dan menguasai setiap sudut cerita. Namun Dinna memilih jalan yang berbeda. Ia sadar bahwa berhenti di zona nyaman sama saja dengan berhenti bertumbuh. Dari situlah keberanian untuk menerima tantangan ini lahir, bukan sekadar mengejar genre baru, melainkan menguji batas kemampuannya sendiri sebagai pencerita.

Perjalanan itu ia jalani perlahan. Ia membaca ulang setiap adegan, berdiskusi panjang dengan para pemain, dan menimba inspirasi dari kisah-kisah rakyat yang pernah ia dengar sejak kecil. Baginya, horor bukan sekadar hantu dan kejutan. Di balik setiap ketakutan, selalu ada kisah manusia yang sedang berjuang melawan sesuatu — dan justru sisi itulah yang ingin ia tonjolkan dalam karyanya.

Di Balik Layar, Kerja Keras dan Momen Mengharukan

Di balik layar, perjuangan Dinna tidak ringan. Membangun suasana mencekam menuntut ketelitian luar biasa: pencahayaan, musik, hingga detail terkecil dari properti harus berbicara dalam bahasa yang sama. Ada momen-momen mengharukan ketika seluruh kru bekerja hingga larut demi satu adegan yang sempurna, saling menyemangati di sela kelelahan, lalu merayakan setiap keberhasilan kecil bersama-sama.

Bagi Dinna, kebersamaan itulah yang membuat proses syuting terasa hangat meski cerita yang digarap penuh kegelapan. Ia percaya bahwa film horor yang baik tidak hanya membuat penonton terkejut, tetapi juga membawa mereka pulang dengan perasaan yang tersentuh. Sebab di ujung setiap ketakutan, selalu ada secercah harapan yang ingin disampaikan.

Harapan di Balik Ketakutan

Kini, setelah melewati hari-hari panjang syuting, Dinna berharap Paket Santet dapat diterima dengan tangan terbuka oleh penonton. Ia tidak muluk-muluk. Cukup jika filmnya mampu mengajak orang masuk ke dalam kisah, ikut merasakan degup ketegangan, lalu pulang dengan kesan yang membekas di hati. Mimpi sederhana yang ia jaga dengan sepenuh hati.

Kisah Dinna mengajarkan satu hal: keberanian tidak selalu berbicara lantang. Kadang ia hadir sebagai langkah kecil yang diambil dengan gemetar, diiringi doa dan keyakinan. Dari langkah kecil itulah sebuah karya bangkit — lahir dari air mata, kerja keras, dan tekad bahwa setiap orang berhak mencoba hal baru dalam hidupnya.

Perjalanan Dinna bersama Paket Santet belum usai. Masih ada banyak mimpi dan cerita yang ingin ia wujudkan ke layar lebar. Namun satu hal yang pasti: malam di kursi sutradara itu akan selalu ia kenang sebagai titik ketika ia memilih untuk melompat — dan menemukan bahwa di balik zona nyaman yang ia tinggalkan, ternyata ada dunia baru yang menanti dengan segala kejutan dan inspirasinya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User