Aug 25, 2026
entertainment

Me Time Mewah di Jakarta Selatan: Skincare Personalisasi untuk Setiap Perempuan

Pukul sepuluh pagi, cahaya lembut menyusup dari jendela kaca lantai dasar Metro Pondok Indah 1, Jakarta Selatan. Di sudut ruangan yang terang dan wangi itu, Rani Paramitha, 38 tahun, duduk di kursi em...

Me Time Mewah di Jakarta Selatan: Skincare Personalisasi untuk Setiap Perempuan

Pukul sepuluh pagi, cahaya lembut menyusup dari jendela kaca lantai dasar Metro Pondok Indah 1, Jakarta Selatan. Di sudut ruangan yang terang dan wangi itu, Rani Paramitha, 38 tahun, duduk di kursi empuk dengan secangkir teh hangat di tangannya. Sudah hampir enam tahun ia tidak benar-benar duduk seperti ini: tanpa buru-buru, tanpa memikirkan jadwal rapat, tanpa mendengar suara anak-anaknya memanggil dari kejauhan. Hari itu, Rani tidak datang untuk sekadar membeli sesuatu. Ia datang untuk menemukan kembali bagian dirinya yang sudah lama ia tinggalkan.

Kedatangannya bermula dari sebuah malam yang panjang. Setelah menyelesaikan laporan bulanan, menemaninya anak pertama belajar, dan menidurkan si bungsu yang rewel, Rani sempat menatap cermin kamar mandi. Di sana, ia melihat wajah yang terasa asing: lingkaran gelap di bawah mata, kulit kusam, dan senyum yang lama tidak ia lihat. "Saya menangis malam itu, pelan-pelan," kenangnya. "Bukan karena sedih. Hanya karena sadar, sudah lama sekali saya tidak merawat diri sendiri."

Perjalanan Seorang Ibu yang Berjuang Melawan Lupa pada Diri

Kisah Rani barangkali akrab bagi banyak perempuan perkotaan. Antara karier, rumah tangga, dan tuntutan menjadi segalanya bagi orang lain, ruang untuk diri sendiri sering kali menjadi yang pertama dikorbankan. Selama bertahun-tahun, Rani mengisahkan perjalanannya yang penuh dinamika: bangun pukul lima pagi, menyiapkan bekal, berangkat kerja, pulang malam, lalu mengulang ritme yang sama keesokan harinya. Skincare yang dulu ia gemari hanya tersisa sebagai kebiasaan terburu-buru di sela kesibukan.

Sahabatnya, Dina, yang menyarankan ia meluangkan waktu untuk dirinya. "Dia bilang, kamu tidak perlu pergi jauh-jauh. Cukup berhenti sejenak dan biarkan orang lain yang merawatmu," ujar Rani. Awalnya ia ragu. Namun ketika akhirnya ia melangkah ke Radiance Counter Clé de Peau Beauté yang baru dibuka di Metro Pondok Indah 1, Rani merasakan sesuatu yang tidak ia duga: ketenangan. Suasana yang hangat, pencahayaan yang menenangkan, dan sambutan staf yang tidak menggurui membuatnya merasa diterima sejak langkah pertama.

Konsultasi Personal: Ketika Seseorang Benar-Benar Mendengarkan

Di balik layar pengalaman yang tampak sederhana ini, tersimpan filosofi yang menyentuh: setiap perempuan adalah kisah yang berbeda. Karena itu, sesi dimulai bukan dengan daftar produk, melainkan dengan percakapan. Seorang konsultan duduk berhadapan dengan Rani, menanyakan kebiasaan tidurnya, pola makannya, bahkan tingkat stres yang ia rasakan akhir-akhir ini. Kulit Rani diperiksa satu per satu lapisannya, dan setiap temuan dijelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami.

"Tidak ada yang pernah bertanya sejauh itu sebelumnya," kata Rani, suaranya bergetar. "Mereka bertanya tentang mimpi saya, tentang apa yang membuat saya lelah. Rasanya seperti sedang bercerita kepada sahabat, bukan sedang konsultasi kecantikan." Di titik itulah air mata Rani nyaris jatuh. Bukan karena sedih, tetapi karena tersentuh: untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, ada seseorang yang benar-benar memperhatikan dirinya — bukan perannya sebagai ibu, istri, atau karyawan, melainkan Rani sebagai Rani.

Treatment Privat: Momen Mengharukan yang Mengubah Cara Pandang

Sesi berlanjut ke ruang treatment privat yang sunyi. Selama kurang lebih satu jam, Rani berbaring dengan mata terpejam sementara tangan-tangan terampil merawat wajahnya dengan gerakan yang lembut dan penuh perhatian. Aroma yang menenangkan memenuhi ruangan, dan untuk pertama kalinya dalam enam tahun, pikirannya benar-benar berhenti berlari. "Saya bahkan tidak ingat kapan terakhir kali saya merasa serumlah itu," tuturnya. "Di ruangan kecil itu, saya sadar bahwa merawat diri bukanlah kemewahan. Itu kebutuhan."

Pengalaman interaktif yang ditawarkan di counter ini juga menjadi hiburan tersendiri. Pengunjung diajak mengeksplorasi produk dengan cara yang menyenangkan, mencoba tekstur, dan memahami setiap kandungannya tanpa tekanan untuk membeli. Bagi Rani, momen itu terasa seperti bermain kembali — sesuatu yang sudah lama hilang dari kesehariannya yang kaku.

Bangkit dengan Mimpi yang Sederhana

Menjelang siang, Rani melangkah keluar dari Metro Pondok Indah 1 dengan langkah yang lebih ringan. Wajahnya terasa segar, tetapi yang lebih penting, hatinya terasa penuh. Di perjalanan pulang, ia berjanji pada dirinya sendiri: mulai bulan ini, satu jam setiap minggu akan ia sisihkan khusus untuk dirinya. Bukan untuk orang lain, bukan untuk tuntutan apa pun — hanya untuk dirinya sendiri.

Pembukaan Radiance Counter Clé de Peau Beauté yang pertama di Jakarta Selatan ini, dengan layanan konsultasi personal, eksplorasi produk interaktif, dan treatment privat, hadir di tengah kebutuhan yang nyata: ruang bagi perempuan untuk berhenti sejenak. Di tengah kota yang tidak pernah tidur, hadirnya tempat seperti ini adalah pengingat kecil bahwa setiap perempuan berhak atas momen me time-nya sendiri. "Ini bukan tentang kulit yang cantik," tutup Rani sambil tersenyum. "Ini tentang hati yang akhirnya dirawat kembali." Sebuah perjalanan sederhana yang dimulai dari satu kursi empuk, satu teh hangat, dan keberanian untuk berkata: saya juga layak dirawat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS galih-pratama

Editor Teknologi. Mantan software engineer. Meliput AI, cloud, dan transformasi digital.

Comments (0)

User