Sep 19, 2026
Hukum

MANILA — Perci Cendaña Laporkan Perundungan Siber Disabilitas ke NBI

Dunia maya kembali menunjukkan sisi gelapnya. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Filipina dari Partai Akbayan, Perci Cendaña, resmi mengambil langkah hukum te

MANILA — Perci Cendaña Laporkan Perundungan Siber Disabilitas ke NBI

Dunia maya kembali menunjukkan sisi gelapnya. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Filipina dari Partai Akbayan, Perci Cendaña, resmi mengambil langkah hukum tegas setelah menjadi sasaran perundungan siber yang intens. Bersama para aktivis dan advokad penyandang disabilitas (PWD), Cendaña mendatangi biro penyelidik kepolisian Filipina, National Bureau of Investigation (NBI), untuk melaporkan sejumlah akun media sosial yang melontarkan hinaan fisik dan ujaran kebencian berbasis seksualitas kepadanya.

Sebagai seorang pejabat publik yang juga merupakan penyandang disabilitas, Cendaña menegaskan bahwa serangan verbal yang diterimanya di ruang digital bukan sekadar olok-olok biasa. Unggahan-unggahan penuh kebencian tersebut secara spesifik mengejek fitur wajahnya yang terdampak oleh kondisi disabilitasnya, sekaligus menyasar identitas seksualitasnya. Langkah hukum ini diambil untuk memberikan efek jera kepada netizen yang kerap bertindak sewenang-wenang di balik anonimitas internet.

Keberanian Melawan Tirani di Balik Layar Kaca

Bagi Cendaña, tindakan perundungan siber ini telah melampaui batas kewajaran dan merupakan bentuk diskriminasi nyata terhadap kelompok rentan. Ia menyampaikan keprihatinannya atas betapa mudahnya seseorang menyebarkan kebencian tanpa memikirkan dampak psikologis maupun sosial terhadap korbannya.

"Sangat mudah untuk menghina seseorang ketika Anda bersembunyi di balik layar gawai. Namun, kejahatan siber ini tidak bisa dibiarkan karena berdampak serius pada martabat manusia," ungkap Perci Cendaña saat memberikan keterangan resmi di markas NBI Manila.

Pendampingan dari berbagai organisasi dan advokad penyandang disabilitas dalam pelaporan ini mempertegas bahwa kasus ini bukan hanya masalah pribadi Cendaña. Ini adalah pernyataan sikap bersama untuk menolak segala bentuk diskriminasi fisik (body shaming), pelecehan identitas, dan marjinalisasi terhadap komunitas PWD di ekosistem digital.

Analisis Regulasi dan Jenis Pelanggaran Siber

Langkah hukum yang ditempuh Cendaña menggunakan pijakan kuat dari beberapa regulasi perlindungan hukum di Filipina. Berikut adalah ringkasan aspek hukum dan jenis pelanggaran yang dilaporkan ke pihak NBI:

Kategori Pelanggaran Bentuk Tindakan Payung Hukum / Regulasi
Perundungan Disabilitas Mengejek fitur wajah dan kondisi fisik PWDMagna Carta for PWDs (RA 9442)
Ujaran Kebencian Gender Menyerang dan mendiskriminasi identitas seksualitasSafe Spaces Act (RA 11313)
Pelecehan Daring Anonim Membuat konten menghina dengan akun publik/anonimCybercrime Prevention Act (RA 10175)

Para ahli hukum dan aktivis hak asasi menilai bahwa laporan ini bisa menjadi preseden penting dalam penegakan hukum siber di Filipina. "Setiap warga negara, terlepas dari kondisi fisik maupun identitasnya, berhak mendapatkan perlindungan mutlak dari pelecehan siber yang merendahkan martabat," ujar salah satu advokat pendamping dalam kesempatan tersebut.

Mendorong Ruang Digital yang Inklusif dan Aman

Kasus yang menimpa Cendaña menjadi pengingat keras bagi masyarakat luas mengenai pentingnya etika ber-media sosial. Ketika pejabat publik yang memiliki posisi kuat saja dapat menjadi sasaran perundungan siber yang kejam, bisa dibayangkan betapa rentannya masyarakat biasa dari kelompok disabilitas ketika mengalami hal serupa tanpa memiliki akses hukum yang memadai.

Melalui laporan resmi ke NBI ini, Cendaña dan para advokad PWD berharap pihak berwenang dapat segera mengidentifikasi pemilik akun-akun anonim tersebut dan menyeret mereka ke meja hijau. Langkah ini diharapkan mampu mendorong pembentukan ruang digital yang lebih inklusif, ramah disabilitas, dan bebas dari narasi kebencian.

  • Pelapor Utama: Rep. Perci Cendaña (Anggota DPR Filipina, Partai Akbayan)
  • Lembaga Penegak Hukum: National Bureau of Investigation (NBI) Filipina
  • Fokus Laporan: Ujaran kebencian disabilitas, perundungan fisik, dan pelecehan seksualitas
  • Dukungan Advokasi: Konsorsium Organisasi Penyandang Disabilitas (PWD) Filipina

Pada akhirnya, perjuangan Cendaña bukan sekadar membela kehormatan dirinya sendiri, melainkan menyuarakan hak ribuan penyandang disabilitas yang sering kali memilih bungkam saat menghadapi diskriminasi di media sosial. Keberanian ini menjadi titik balik penting dalam menghentikan budaya perundungan siber di era digital saat ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User