Kabar melegakan datang bagi warga ibu kota Filipina yang kerap berhadapan dengan genangan air tinggi saat musim hujan tiba. Pemerintah Filipina mengumumkan proyek infrastruktur penting dengan membangun tiga kolam retensi air (water detention basins) di kawasan bersejarah Rizal Park, Manila. Proyek strategis ini ditargetkan mulai dikerjakan pada tahun depan guna mengurangi dampak bencana banjir parah yang sering melumpuhkan jalan-jalan utama kota.
Keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan resmi antara dua instansi vital, yakni Departemen Pekerjaan Umum dan Jalan Raya (Department of Public Works and Highways/DPWH) serta Komite Pengembangan Taman Nasional (National Parks Development Committee/NPDC). Pemanfaatan ruang terbuka hijau di jantung kota ini dinilai sebagai langkah paling realistis di tengah padatnya permukiman dan keterbatasan lahan di Manila.
Kesepakatan Lintas Instansi di Ibu Kota Filipina
Sekretaris Pekerjaan Umum Vince Dizon menjelaskan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan demi merumuskan solusi berbasis alam dan rekayasa teknik terpadu. Kolam penampungan air sementara ini dirancang di bawah permukaan tanah (underground basin) sehingga fungsi estetika serta nilai historis Rizal Park tetap terjaga sepenuhnya bagi para wisatawan dan warga lokal.
"Kami telah mencapai kesepakatan bersama dengan pihak NPDC untuk memanfaatkan sejumlah titik di Rizal Park sebagai fasilitas penampung air sementara. Langkah ini sangat krusial demi mereduksi luapan air permukaan saat hujan berintensitas ekstrem mengguyur Manila," ujar Vince Dizon dalam keterangannya.
Tahapan dan Rencana Teknis Penanganan Banjir
Kawasan Manila dan sekitarnya memiliki karakteristik dataran rendah yang sangat rentan terendam banjir saat curah hujan tinggi bertepatan dengan pasang air laut di Teluk Manila. Pembangunan tiga kolam retensi ini akan melewati serangkaian tahapan strategis:
- Pematangan Desain dan Studi Lingkungan: Tim teknis DPWH bersama NPDC menyelaraskan rancang bangun struktur bawah tanah agar tidak mengganggu fondasi monumen bersejarah serta pepohonan tua di area taman.
- Pemasangan Sistem Pipa Terkoneksi: Pembangunan saluran pembuang primer (main drainage) yang mengalirkan limpasan air hujan langsung dari jalan-jalan protokol sekitar Ermita dan Intramuros ke kolam penampungan.
- Konstruksi Struktur Retensi Bawah Tanah: Pengerjaan fisik tiga waduk retensi berkapasitas ribuan meter kubik air yang dimulai pada awal tahun depan.
- Penyediaan Pompa Pengering Otomatis: Pemasangan instalasi pompa debit tinggi untuk menguras air kembali ke teluk atau sungai terdekat begitu debit air surut.
Solusi Berkelanjutan untuk Kawasan Padat Penduduk
Kawasan Rizal Park atau yang populer disebut Luneta Park merupakan ikon ruang terbuka publik terbesar di Manila. Pembangunan kolam retensi di bawah taman publik sejatinya telah sukses diterapkan di sejumlah kota metropolitan dunia seperti Tokyo dan Kuala Lumpur. Saat badai melanda, air hujan tidak akan langsung menggenangi jalanan atau permukiman warga, melainkan dialirkan dan diparkir terlebih dahulu di kolam bawah tanah tersebut.
Dengan adanya infrastruktur baru ini, pemerintah optimis risiko banjir bandang di kawasan pusat pemerintahan, zona pendidikan, serta jalur transportasi vital di Manila dapat ditekan secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang.
Pemerintah Filipina melalui DPWH bersepakat membangun 3 kolam retensi (water detention basins) bawah tanah di kawasan bersejarah Rizal Park mulai tahun depan. Fasilitas ini dirancang menampung luapan air hujan ekstrem sebelum dialirkan kembali ke laut secara bertahap.
Comments (0)