Sep 18, 2026
Jawa Timur

MALANG — Dokkes Polres Malang Periksa Kesehatan Petugas Kebakaran Bromo

Kepulan asap tebal dan angin kencang tak menyurutkan semangat tim gabungan dalam memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo. D

MALANG — Dokkes Polres Malang Periksa Kesehatan Petugas Kebakaran Bromo

Kepulan asap tebal dan angin kencang tak menyurutkan semangat tim gabungan dalam memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo. Di tengah medan yang terjal dan suhu ekstrem, kondisi fisik para pejuang garis depan ini menjadi pertaruhan besar. Menanggapi ancaman gangguan kesehatan tersebut, Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Kepolisian Resor (Polres) Malang bergerak cepat menerjunkan tim medis langsung ke lokasi pemadaman.

Langkah sigap ini dilakukan untuk memastikan stamina dan kesehatan seluruh personel gabungan—yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), hingga relawan masyarakat lokal—tetap berada dalam kondisi optimal di tengah medan tugas yang sangat berat.

Perjuangan Tanpa Lelah di Tengah Asap Bromo

Kondisi geografis kawasan Gunung Bromo yang berbukit-bukit ditambah paparan asap pekat menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman. Petugas pemadam harus berjalan kaki menempuh jarak berkilometer-kilometer sambil membawa perlengkapan pemadam. Risiko seperti dehidrasi, kelelahan hebat (exhaustion), hingga gangguan pernapasan menjadi ancaman nyata setiap detiknya.

Tim Dokkes Polres Malang mendirikan posko kesehatan bergerak (mobile clinic) yang siap mendatangi titik-titik kumpul petugas. Mereka melakukan pemeriksaan fisik secara maraton, mulai dari pengecekan tekanan darah, saturasi oksigen, hingga pemeriksaan saluran pernapasan.

"Kesehatan dan keselamatan petugas gabungan adalah prioritas utama kami. Mereka berjuang di garis depan menahan gempuran api dan asap pekat, sehingga benteng pertahanan fisik mereka harus tetap terjaga," tegas perwakilan tim medis Dokkes Polres Malang di lokasi.

Layanan Medis Lapangan dan Penanganan Terpadu

Tidak hanya sekadar memeriksa tekanan darah, tim Dokkes Polres Malang juga menyalurkan berbagai kebutuhan medis darurat guna menunjang stamina para petugas. Berdasarkan pemantauan di lapangan, beberapa keluhan utama yang paling sering dialami petugas adalah mata perih akibat iritasi asap, batuk-batuk, serta penurunan tekanan darah akibat kelelahan berat.

Berikut adalah beberapa layanan medis prioritas yang diberikan oleh Dokkes Polres Malang di area pemadaman Bromo:

  • Pemeriksaan Tanda Vital: Mengukur tekanan darah, denyut nadi, dan saturasi oksigen secara berkala untuk memetakan kelayakan fisik personel sebelum kembali bertugas.
  • Pemberian Suplemen dan Vitamin: Menyediakan suntikan vitamin dan suplemen oral untuk mengembalikan energi serta meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Terapi Oksigen Portabel: Penanganan darurat bagi petugas yang mengalami penyesakan napas ringan hingga sedang akibat paparan karbon monoksida.
  • Perawatan Mata dan Kulit: Pemberian cairan tetes mata khusus iritasi asap serta salep pelindung untuk mencegah ruam akibat suhu panas berlebih.

Untuk memberikan gambaran mengenai risiko kesehatan dan langkah penanganan medis yang dilakukan, berikut adalah analisis ringkas intervensi medis di lapangan:

Tantangan Kesehatan Dampak pada Petugas Intervensi Medis Dokkes
Paparan Asap Pekat Sesak napas & risiko ISPA Terapi oksigen & pembagian masker respirator
Medan Terjal & Suhu Panas Dehidrasi & kelelahan otot Pemberian cairan elektrolit & suplemen fisik
Abu & Partikel Bromo Iritasi mata & alergi kulit Pembersihan mata medis (eye drop) & salep kulit

Sinergi Kemanusiaan Demi Kelestarian Ekosistem

Kehadiran tim medis di lokasi kebakaran memberikan dorongan moral yang sangat berarti bagi para petugas di lapangan. Rasa aman karena adanya pendampingan medis membuat tim pemadam dapat fokus mengerahkan seluruh kemampuan untuk menjinakkan si jago merah yang membakar vegetasi khas Bromo.

Upaya kolaboratif ini membuktikan bahwa penanganan karhutla tidak hanya melulu soal menyemprotkan air ke titik api, namun juga menyangkut manajemen keselamatan jiwa para personelnya. "Kami tidak akan ditarik mundur sebelum api benar-benar padam dan Bromo kembali aman," ungkap salah seorang relawan dengan penuh tekad.

Dengan adanya dukungan kesehatan yang berkesinambungan dari Dokkes Polres Malang, diharapkan seluruh tim gabungan dapat menjalankan misi kemanusiaan dan lingkungan ini dengan selamat hingga kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru kembali pulih seperti sediakala.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rina-wulandari

Product Reviewer. Mengulas software, aplikasi, dan tools produktivitas.

Comments (0)

User