Aug 25, 2026
entertainment

Lima Lagu Baru Idgitaf Menghidupkan Home Sweet Loan The Musical

Sore itu, di tengah Jakarta yang tak pernah benar-benar berhenti berisik, Brigita Meliala—perempuan yang dikenal publik sebagai Idgitaf—berdiri di hadapan para undangan dengan senyum yang sulit ia...

Lima Lagu Baru Idgitaf Menghidupkan Home Sweet Loan The Musical

Sore itu, di tengah Jakarta yang tak pernah benar-benar berhenti berisik, Brigita Meliala—perempuan yang dikenal publik sebagai Idgitaf—berdiri di hadapan para undangan dengan senyum yang sulit ia sembunyikan. Kamis (6/8/2026) menjadi hari yang telah lama ia nantikan: peluncuran Home Sweet Loan The Musical, sebuah pertunjukan yang memadukan kisah dari novel karya Almira Bastari dengan lima lagu orisinal yang lahir dari tangan dan hatinya sendiri.

Baginya, ini bukan sekadar proyek musikal biasa. Ada sesuatu yang personal yang menyertai setiap nada yang ia rangkai—tentang mimpi memiliki rumah, tentang perjuangan anak muda menabung rupiah demi rupiah, dan tentang rasa lelah yang diam-diam dipikul banyak orang di kota besar.

Lima Lagu yang Lahir dari Kedalaman Rasa

Di balik layar, proses kreatif kelima lagu itu mengisahkan perjalanan emosional tersendiri. Idgitaf tidak menulis dengan tergesa-gesa. Ia membaca ulang novelnya, menyelami kegelisahan tokoh-tokohnya, lalu membiarkan melodi datang dengan sendirinya—kadang di tengah malam, kadang di sela perjalanan yang sunyi.

Setiap lagu, menurutnya, mewakili satu fase perasaan: ada keraguan saat berani bermimpi, ada cemas ketika cicilan terasa mencekik, ada pula kehangatan ketika akhirnya memahami bahwa rumah bukan sekadar bangunan, melainkan tempat pulang.

"Saya ingin orang yang menonton nanti merasa ditemani. Lagu-lagu ini seperti pelukan kecil untuk siapa pun yang sedang berjuang membangun hidupnya," tutur Idgitaf dengan mata berbinar.

Bagi penyanyi yang dikenal lewat lirik-lirik jujur dan menyentuh ini, menulis untuk panggung teater adalah tantangan sekaligus anugerah. Ia harus memikirkan bagaimana lagu bukan hanya enak didengar, tetapi juga menggerakkan cerita dan menghidupkan karakter di atas panggung.

Dari Halaman Novel Menuju Panggung yang Hidup

Novel Home Sweet Loan karya Almira Bastari sendiri telah lama menjadi cermin bagi generasi muda Indonesia. Kisahnya yang sederhana namun mengena—tentang ambisi memiliki hunian di tengah harga yang kian tak masuk akal—membuat banyak pembaca merasa sedang membaca hidupnya sendiri.

Kini, kisah itu diangkat ke pentas musikal. Adaptasi ini menjadi jembatan antara dunia literasi dan seni pertunjukan, menghadirkan dimensi baru: tawa, air mata, dan tentu saja musik yang mengalun mengiringi setiap konflik batin para tokohnya.

Kehadiran Idgitaf sebagai pencipta lagu memberi warna tersendiri. Gaya bermusiknya yang intim dan penuh perasaan diyakini mampu menerjemahkan kegelisahan anak muda masa kini menjadi sesuatu yang bisa dinyanyikan bersama, bahkan mungkin sambil menahan haru.

Menunggu Tirai Terbuka di Taman Ismail Marzuki

Pertunjukan ini dijadwalkan berlangsung pada 30 September hingga 18 Oktober 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Gedung yang selama ini menjadi saksi lahirnya banyak karya seni terbaik Tanah Air itu akan kembali dipadati penonton yang ingin menyaksikan bagaimana sebuah novel bertransformasi menjadi pertunjukan yang utuh.

Hampir tiga pekan durasi pementasan memberi kesempatan bagi lebih banyak orang untuk datang—para pembaca setia novelnya, penikmat teater, maupun penggemar Idgitaf yang penasaran mendengar karya terbarunya dalam format yang berbeda.

Di atas panggung itu nanti, lampu akan menyala, musik akan mengalun, dan kisah tentang mimpi memiliki rumah akan dituturkan dengan cara yang menghangatkan hati. Mungkin ada penonton yang tertawa, mungkin pula ada yang diam-diam menyeka air mata karena merasa kisah itu begitu dekat dengan hidupnya.

Dan di sanalah keindahan sebuah karya berada: ketika cerita satu orang bisa menjadi cermin bagi ribuan orang lainnya. Seperti yang diyakini Idgitaf, setiap orang berhak atas tempat pulang—dan berhak pula bermimpi untuk sampai ke sana.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User