Kabar mengejutkan datang dari kawasan pesisir Banten. Sebanyak lima orang jurnalis dilaporkan hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. Titik terang mengenai keberadaan awal mereka mulai terkuak dari kesaksian penjaga Hotel Padasuka, Carita, tempat para awak media tersebut sempat singgah sebelum berlayar ke laut lepas.
Hingga saat ini, tim pencarian dan pertolongan gabungan (SAR) terus menyisir area perairan guna menemukan keberadaan kelima jurnalis tersebut di tengah cuaca laut yang cukup menantang.
Kronologi dan Jejak Terakhir di Hotel Padasuka
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari pihak pengelola penginapan di kawasan Carita, rombongan jurnalis ini sempat memesan kamar untuk durasi dua malam. Namun, hingga batas waktu sewa berakhir, mereka tak kunjung kembali ke hotel.
- Pemesanan Kamar: Kelima jurnalis tiba di Hotel Padasuka, Carita, dan memesan kamar untuk dua malam sebagai posko istirahat sebelum bertolak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
- Keberangkatan Menuju Laut: Rombongan bertolak menyewa kapal motor nelayan setempat menuju kawasan perairan Selat Sunda demi mengambil dokumentasi visual letusan gunung api.
- Hilang Kontak: Komunikasi terputus total beberapa jam setelah kapal mendekati zona radius aman Gunung Anak Krakatau.
- Pemeriksaan Kamar: Pihak hotel mendapati kamar dalam keadaan kosong, namun kendaraan roda empat serta sebagian perlengkapan liputan pribadi milik korban masih berada di lokasi.
"Mereka memang pesan kamar dua malam di sini. Mobil operasional dan sejumlah barang bawaan mereka masih tertinggal rapi di kamar dan area parkir hotel," ungkap salah seorang penjaga Hotel Padasuka saat memberikan keterangan kepada petugas.
Operasi SAR Gabungan Dikerahkan Penuh
Mendapati laporan hilangnya kontak para jurnalis, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polairud, TNI AL, dan relawan langsung bergerak cepat membentuk posko darurat di pesisir Carita. Penyisiran difokuskan pada rute pelayaran perahu dari pesisir Pandeglang menuju lingkar luar Gunung Anak Krakatau.
Faktor cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di Selat Sunda menjadi tantangan utama yang dihadapi petugas di lapangan. Beberapa hal penting terkait operasi pencarian ini meliputi:
- Penyisiran laut menggunakan armada kapal Rigid Inflatable Boat (RIB) dan kapal patroli Polairud.
- Koordinasi intensif dengan pos pemantau gunung api dan nelayan lokal di sepanjang pesisir Banten hingga Lampung.
- Pemeriksaan barang-barang yang tertinggal di hotel guna mencari petunjuk tambahan, seperti catatan rute atau kontak nakhoda perahu yang disewa.
Solidaritas dan Penantian Keluarga Korban
Kabar hilangnya kelima jurnalis ini mengundang keprihatinan mendalam dari berbagai organisasi profesi pers nasional. Komunitas jurnalis mendesak agar seluruh sumber daya dikerahkan semaksimal mungkin demi menyelamatkan rekan-rekan mereka yang sedang bertugas.
Pihak keluarga bersama rekan sejawat saat ini terus memantau perkembangan operasi SAR dari posko darurat di Carita, berharap kelima jurnalis beserta awak kapal dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Comments (0)