Sep 02, 2026
entertainment

Leony Buka Suara soal Perannya di Film Ghosting, Kisah di Balik Layar yang Menyentuh

Di sebuah ruangan studio yang hangat, Leony duduk dengan tenang. Matanya menerawang sejenak, seolah mengingat kembali setiap momen yang ia lalui di balik layar film Ghosting. Ada sesuatu yang berbeda ...

Leony Buka Suara soal Perannya di Film Ghosting, Kisah di Balik Layar yang Menyentuh

Di sebuah ruangan studio yang hangat, Leony duduk dengan tenang. Matanya menerawang sejenak, seolah mengingat kembali setiap momen yang ia lalui di balik layar film Ghosting. Ada sesuatu yang berbeda dari cara ia berbicara malam itu—lebih dalam, lebih personal, seperti sedang berbagi bagian dari jiwanya sendiri.

Film Ghosting membawa Leony ke dunia yang sepenuhnya baru. Sebagai seorang penyanyi yang dikenal luas melalui trio Kidung Pilihan, langkahnya ke dunia akting bukanlah keputusan yang diambil sembarangan. Namun, ada satu alasan kuat yang membuatnya akhirnya berkata ya.

Mengenal Karakter yang Mengubah Pandangan Leony

"Karakternya punya kedalaman yang jarang saya temukan," cerita Leony dengan nada pelan. "Dia bukan sekadar tokoh di kertas skenario. Dia punya luka, punya harapan, punya alasan mengapa ia ada di cerita ini." Kata-katanya mengalir deras, menunjukkan bahwa ia benar-benar menyelami peran yang dipercayakan kepadanya.

Dalam film Ghosting, Leony berperan sebagai sosok perempuan yang harus menghadapi kenyataan pahit tentang hubungan yang selama ini ia percaya. Karakternya dituntut untuk menampilkan emosi yang kompleks—kadang kuat, kadang rapuh, dan sering kali berada di antara keduanya. Bagi Leony, mengubah ketulusan emosional menjadi sesuatu yang bisa dirasakan penonton adalah tantangan terberatnya.

Namun, di situlah letak keajaiban-nya. Leony ternyata memiliki kemampuan alami untuk menyampaikan kesedihan dan harapan melalui tatapan matanya. Sutradara film ini bahkan mengakui bahwa ada adegan di mana Leony hanya perlu menatap kamera, dan seluruh ruangan langsung terdiam. Momen-momen seperti itu, menurut Leony, adalah hadiah yang tak terduga dari pengalaman ini.

Perjalanan Emosional di Balik Proses Syuting

Proses syuting film Ghosting bukanlah perjalanan yang mudah. Leony harus belajar menavigasi perasaan yang tidak selalu ia kenal. "Ada adegan di mana saya harus menangis, tapi bukan tangisan biasa. Tangisan yang datang dari tempat paling dalam," kenangnya. "Saya harus benar-benar merasakannya, bukan hanya berpura-pura."

Kebersamaan dengan rekan-rekan pemeran menjadi bagian penting dari perjalanan ini. Leony menceritakan bagaimana mereka saling mendukung di antara adegan-adegan yang berat. "Kami seperti keluarga kecil yang sedang menghadapi badai bersama," katanya dengan senyum yang menunjukkan betapa eratnya ikatan yang terbentuk.

Yang menarik, Leony juga belajar banyak tentang dirinya sendiri melalui karakter yang ia hidupkan. "Kadang kita tidak sadar bahwa kita menyimpan luka yang sama dengan karakter yang kita perankan," akunya. "Film ini mengajarkan saya untuk lebih memahami perasaan orang lain, bahkan mereka yang terlihat kuat di luar."

Mimpi yang Menjadi Kenyataan

Bagi Leony, keterlibatan dalam film Ghosting bukan sekadar menambah daftar karya. Ini adalah bukti bahwa ia mampu melampaui batas yang selama ini dianggapnya sebagai tembok tak tertembus. "Dulu saya pikir akting adalah dunia yang jauh dari saya. Tapi ternyata, selama kita mau membuka hati dan benar-benar merasakan, tidak ada yang tidak mungkin," katanya penuh keyakinan.

Leony berharap penonton tidak hanya melihat film ini sebagai hiburan semata. Ia ingin setiap orang yang menonton bisa menemukan bagian dari diri mereka dalam cerita ini. "Semoga film Ghosting bisa menjadi cermin bagi siapa pun yang pernah merasakan kehilangan dan harus bangkit lagi," harapnya tulus.

Di penghujung percakapan, Leony menatap ke arah jendela studio. Cahaya matahari sore menerobos masuk, memberikan efek hangat pada ruangan. "Karakter ini mengajarkan saya satu hal penting," katanya pelan. "Bahwa kita semua punya cerita yang layak diceritakan. Dan kadang, cerita paling berharga datang dari momen-momen yang paling menyakitkan."

Film Ghosting bukan hanya sebuah proyek bagi Leony. Ini adalah perjalanan hidup yang mengubah cara ia melihat dunia, seni, dan yang paling penting—dirinya sendiri. Sebuah perubahan yang dimulai dari keberanian untuk berkata ya, dan diakhiri dengan kehangatan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User