Aug 25, 2026
Nasional

Labuan Bajo — Gempa M 7,7 Runtuhkan Hotel Jayakarta dan 2.000 Warga Mengungsi

Labuan Bajo — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat malam, menyebabkan kerusakan parah terhadap inf

Labuan Bajo — Gempa M 7,7 Runtuhkan Hotel Jayakarta dan 2.000 Warga Mengungsi

Labuan Bajo — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat malam, menyebabkan kerusakan parah terhadap infrastruktur dan memaksa ribuan warga untuk mengungsi secara mandiri. Dampak terparah tercatat di kawasan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, di mana bangunan Hotel Jayakarta dilaporkan runtuh akibat guncangan yang terjadi secara berulang.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bahwa hingga pagi hari, tercatat sekitar 2.000 warga telah meninggalkan rumah mereka menuju titik-titik pengungsian darurat yang tersebar di sejumlah lokasi strategis. Evakuasi ini dilakukan secara sukarela oleh warga setelah guncangan kuat dirasakan hampir di seluruh wilayah pesisir barat Flores, memicu kepanikan dan kekhawatiran akan potensi tsunami serta gempa susulan.

Kerusakan Infrastruktur dan Dampak di Labuan Bajo

Kerusakan paling signifikan terlihat pada Hotel Jayakarta yang berlokasi di pusat Kota Labuan Bajo. Akibat guncangan yang berlangsung dalam durasi cukup lama, sebagian besar struktur bangunan hotel bertingkat tersebut ambruk dan menimbulkan puing-puing yang menutupi akses jalan utama menuju pelabuhan. Belum diketahui secara pasti apakah terdapat korban jiwa atau korban luka berat di dalam reruntuhan, namun tim SAR gabungan telah dikerahkan untuk melakukan pencarian dan penyisiran di lokasi kejadian.

Selain hotel, puluhan rumah tinggal dan fasilitas umum lainnya di sepanjang wilayah Manggarai Barat mengalami keretakan hingga kerusakan berat. Jaringan listrik di beberapa desa terpaksa dipadamkan untuk mencegah risiko kebakaran, sementara akses komunikasi di wilayah terpencil mengalami gangguan akibat kerusakan menara pemancar. Warga yang tinggal di lereng-lereng perbukitan dan pesisir pantai menjadi kelompok paling rentan, mengingat ancaman tanah longsor dan gelombang pasang pascagempa masih dinilai tinggi.

Pemerintah Pusat Meluncurkan Respons Cepat

Menyikapi skala bencana yang cukup besar, pemerintah pusat segera meluncurkan respons cepat dengan mengirimkan sejumlah tim terpadu ke lokasi bencana. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, bersama Kepala BNPB, Menteri PUPR, dan Kementerian Sosial, langsung bertolak menuju Labuan Bajo untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal dan koordinasi di lapangan terjalin dengan baik.

"Kami prioritaskan evakuasi warga dari zona merah, pencarian korban di lokasi runtuh, serta penyaluran logistik dan kebutuhan medis. Seluruh kementerian dan lembaga terkait telah diaktifkan dalam status siaga darurat bencana."

TNI Angkatan Darat dan Kepolisian Republik Indonesia telah menerjunkan personel gabungan untuk membantu proses evakuasi, mengamankan lokasi bangunan yang runtuh, serta mengatur arus lalu lintas di sepanjang jalan alternatif. Kendaraan taktis dan peralatan berat juga dikirimkan guna membuka akses jalan yang tertutup longsor dan puing-puing bangunan. Di sisi lain, Kementerian Kesehatan mengerahkan tim medis dan membuka posko kesehatan darurat di beberapa titik pengungsian untuk memberikan pertolongan pertama dan mencegah penyebaran penyakit pascabencana.

Kondisi Pengungsian dan Potensi Gempa Susulan

Ribuan warga yang mengungsi saat ini menempati berbagai titik pengungsian darurat, mulai dari halaman masjid, gedung sekolah, hingga lapangan terbuka yang dianggap aman dari ancaman bangunan roboh. Meskipun warga telah melakukan evakuasi mandiri sejak malam hari, kondisi di pengungsian masih menghadapi berbagai kendala, terutama ketersediaan tenda darurat, selimut, makanan, dan air bersih. Suhu udara yang cenderung dingin di malam hari di wilayah perbukitan Labuan Bajo menambah beban bagi para pengungsi, terutama anak-anak dan lansia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan bahwa masyarakat harus tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. Warga dihimbau untuk tidak kembali ke rumah jika struktur bangunan telah mengalami keretakan signifikan, serta menghindari kawasan pesisir hingga status peringatan tsunami dicabut sepenuhnya. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan terus melakukan patroli untuk memastikan tidak ada warga yang nekat kembali ke zona berbahaya.

  • 2.000 warga telah dievakuasi ke titik-titik pengungsian di sekitar Labuan Bajo dan Manggarai Barat.
  • Hotel Jayakarta dilaporkan runtuh dan menjadi fokus utama operasi pencarian tim SAR gabungan.
  • Pemerintah pusat mengerahkan tim terpadu dari BNPB, TNI, Polri, Kemenkes, dan Kementerian PUPR untuk respons darurat.
  • BMKG mengingatkan adanya potensi gempa susulan dan menghimbau warga menjauhi zona pesisir serta lereng perbukitan.
  • Akses jalan dan komunikasi di beberapa wilayah terdampak masih mengalami gangguan akibat kerusakan infrastruktur.

Upaya pemulihan dan penilaian kerusakan menyeluruh masih terus dilakukan oleh tim teknis di lapangan. Pemerintah juga berencana menyalurkan bantuan logistik dalam jumlah besar dalam 24 jam ke depan untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi. Masyarakat diminta untuk tetap tenang, mengikukan arahan dari petugas, dan mengakses informasi resmi melalui kanal komunikasi yang disediakan oleh BNPB dan pemerintah daerah setempat.

[SOCIAL_TWEET]: Gempa M 7,7 guncang Labuan Bajo, Hotel Jay

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User