Sep 22, 2026
Hukum

Kunjungi Nuuk, Uni Eropa Tegaskan Kedaulatan Greenland Milik Denmark

Ketegangan geopolitik di kawasan Arktik kembali memanas setelah Uni Eropa secara terbuka memasang badan untuk Greenland. Presiden Komisi Eropa, Ursula von

Kunjungi Nuuk, Uni Eropa Tegaskan Kedaulatan Greenland Milik Denmark

Ketegangan geopolitik di kawasan Arktik kembali memanas setelah Uni Eropa secara terbuka memasang badan untuk Greenland. Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menegaskan bahwa masa depan pulau es tersebut sepenuhnya berada di tangan rakyat Greenland dan pemerintah Denmark, bukan negara lain.

Pernyataan tegas ini disampaikan von der Leyen saat mengakhiri kunjungan resminya selama dua hari di Nuuk, ibu kota Greenland. Langkah diplomatik ini diambil Brussels untuk menepis kembali ambisi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang berulang kali melontarkan wacana pencaplokan atau pembelian wilayah strategis yang kaya akan mineral tersebut.

Menegakkan Kedaulatan dan Hukum Internasional

Di hadapan para pemimpin lokal dan perwakilan Denmark, von der Leyen menekankan pentingnya menghormati integritas teritorial dan batas-batas wilayah yang telah diakui secara global. Baginya, hukum internasional tidak boleh diabaikan demi kepentingan sepihak kekuatan besar.

"Masa depan Greenland hanya boleh diputuskan oleh rakyat Greenland dan Denmark, bukan oleh pihak lain mana pun," ujar Ursula von der Leyen secara lugas saat berbicara di Nuuk.

Greenland berstatus sebagai wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark. Meskipun Denmark merupakan anggota Uni Eropa dan NATO, Greenland sendiri secara administratif bukan bagian langsung dari blok Uni Eropa. Namun, kedekatan historis, politis, dan pertahanan membuat Brussels berkepentingan besar menjaga stabilitas kawasan tersebut dari intervensi eksternal.

Mengapa Greenland Menjadi Incaran Kekuatan Global?

Bukan tanpa alasan Greenland mendadak menjadi pusat perhatian kekuatan adidaya dunia. Pulau terbesar di dunia ini menyimpan potensi luar biasa yang krusial bagi masa depan ekonomi dan pertahanan global:

  • Kekayaan Mineral Kritis: Greenland memiliki cadangan logam tanah jarang (rare earth elements) dalam jumlah masif yang sangat dibutuhkan untuk industri teknologi tinggi, baterai kendaraan listrik, dan transisi energi hijau.
  • Lokasi Geopolitik Strategis: Terletak di antara Amerika Utara dan Eropa, wilayah ini menjadi titik pantau militer dan rute navigasi Arktik yang semakin terbuka akibat perubahan iklim.
  • Keamanan Kawasan Arktik: Penguasaan atas Greenland memberikan keuntungan pertahanan maritim dan peringatan dini rudal di kawasan kutub utara.

Dukungan Dana dan Kemitraan Strategis Brussels

Sebagai bentuk komitmen nyata, Uni Eropa juga mengucurkan paket kemitraan strategis bernilai lebih dari ratusan juta dolar untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Greenland, termasuk sektor pendidikan, energi terbarukan, dan riset iklim. Langkah ini dinilai banyak pihak sebagai upaya nyata Brussels untuk mempererat keterikatan ekonomi Greenland dengan Eropa, sekaligus membendung pengaruh Washington maupun Beijing di wilayah kutub utara.

Dengan manuver diplomasi tingkat tinggi ini, persaingan pengaruh di Arktik dipastikan bakal terus bergulir, sementara Denmark dan Greenland tetap berpegang teguh pada prinsip kemandirian menentukan nasib wilayah mereka sendiri.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User