Oct 10, 2026
entertainment

Kris Dayanti Kembali ke Bangku Kuliah, Kejar Mimpi di Usia Matang

Di sebuah ruang kelas yang tidak jauh berbeda dengan ruang kuliah mana pun, seorang perempuan yang namanya sudah lama menghiasi panggung musik dan layar kaca Indonesia duduk dengan tenang. Ia bukan se...

Kris Dayanti Kembali ke Bangku Kuliah, Kejar Mimpi di Usia Matang

Di sebuah ruang kelas yang tidak jauh berbeda dengan ruang kuliah mana pun, seorang perempuan yang namanya sudah lama menghiasi panggung musik dan layar kaca Indonesia duduk dengan tenang. Ia bukan sedang menghadiri acara resmi, bukan pula tampil sebagai bintang tamu. Kris Dayanti, penyanyi yang telah malang melintang lebih dari tiga dekade, kini kembali menjadi mahasiswa. Kali ini, ia memilih Jurusan Ilmu Pemerintahan sebagai ladang baru untuk menimba ilmu.

Kabar itu ia bagikan sendiri melalui laman media sosialnya, memperlihatkan momen sederhana namun sarat makna: sebuah foto dan keterangan singkat tentang langkah barunya di dunia akademik. Bagi banyak orang, keputusan itu terasa mengejutkan. Namun bagi Kris, ini bukan sekadar gebrakan. Ini adalah mimpi yang ia rawat sejak lama, sebuah janji pada diri sendiri yang akhirnya ia tepati di usia yang tak lagi muda.

Mimpi yang Tertunda Bertahun-tahun

Perjalanan Kris di dunia hiburan memang tak pernah sepi. Sejak remaja, suaranya sudah menjadi favorit banyak orang. Panggung demi panggung ia jalani, lagu demi lagu ia populerkan. Namun di balik gemerlap lampu sorot, ada satu hal yang selama ini tersimpan rapi: keinginan untuk duduk di bangku kuliah dan menyelesaikan pendidikan tinggi secara utuh.

Kesibukan sebagai penyanyi, aktris, dan figur publik membuat niat itu berkali-kali harus ditunda. Agenda demi agenda terus menumpuk, sementara mimpi itu menunggu di sudut hati. "Ada rasa penasaran dan keinginan yang tidak pernah benar-benar padam," ujarnya suatu ketika, menggambarkan hasrat belajarnya yang tak lekang oleh waktu.

Kini, ketika anak-anaknya tumbuh dewasa dan ritme kariernya mulai bisa ditata ulang, Kris memutuskan untuk mengambil langkah yang selama ini ia tunda. Ia mendaftar, mengikuti proses seleksi, dan akhirnya resmi menyandang status sebagai mahasiswa Ilmu Pemerintahan. Sebuah pilihan yang bagi sebagian orang terasa tak biasa untuk seorang bintang, tetapi justru menunjukkan kedalaman cara berpikirnya.

Belajar Ilmu Pemerintahan, Bukan Sekadar Gelar

Bagi Kris, memilih Ilmu Pemerintahan bukan keputusan sembarangan. Ia menyadari bahwa sebagai figur publik, suaranya sering didengar banyak orang. Ia ingin suara itu tidak hanya terdengar, tetapi juga berdasar pada pemahaman yang benar. Ia ingin berbicara tentang kebijakan, tata kelola, dan pelayanan publik dengan bekal ilmu yang mumpuni.

"Saya ingin tahu lebih banyak, bukan hanya dari apa yang saya lihat atau dengar, tapi dari ilmu yang saya pelajari langsung," tuturnya penuh semangat. Kalimat itu bukan basa-basi. Ia benar-benar mengikuti perkuliahan, bertemu dosen, membaca buku, dan berdiskusi dengan teman-teman sekelas yang usianya jauh lebih muda.

Keputusan ini pun menjadi cermin bahwa belajar tidak pernah mengenal batas usia. Di ruang kelas itu, Kris adalah mahasiswa biasa yang harus mencatat, mengerjakan tugas, dan menghadapi ujian. Tak ada perlakuan istimewa, tak ada kursi khusus. Ia duduk, mendengarkan, dan berusaha memahami setiap materi seperti mahasiswa lainnya. "Saya ingin menjalaninya dengan sungguh-sungguh," katanya.

Inspirasi untuk Perempuan dan Generasi Muda

Langkah Kris segera menuai beragam reaksi. Banyak warganet mengaku terharu dan terinspirasi. Seorang penggemar menulis, "Beliau sudah punya segalanya, tapi masih mau belajar. Saya yang muda jadi malu kalau malas kuliah." Komentar itu mewakili perasaan banyak orang yang melihat Kris bukan hanya sebagai artis, tetapi juga sebagai teladan.

Kisah ini juga menyentuh para perempuan yang sering merasa ragu mengejar pendidikan karena tuntutan pekerjaan atau keluarga. Kris membuktikan bahwa peran sebagai ibu, istri, dan pekerja tidak harus mematikan mimpi pribadi. "Kalau kita mau, selalu ada jalan. Mungkin tidak mudah, tapi bukan berarti tidak mungkin," ujarnya dengan mata berkaca-kaca saat bercerita tentang dukungan keluarganya.

Dukungan itu memang menjadi bahan bakar utama. Anak-anaknya, yang kini telah tumbuh menjadi pribadi dewasa, disebut Kris sebagai penyemangat terbesarnya. Mereka mendorongnya untuk mengejar apa pun yang membuat hatinya bahagia, termasuk kembali ke sekolah. "Mereka bilang, 'Mama, ayo lakukan kalau itu yang Mama mau.' Itu momen yang sangat mengharukan bagi saya," kenangnya.

Di balik layar, perjalanan ini tentu tidak selalu mulus. Ada jadwal yang harus disesuaikan, ada rasa lelah yang harus dilawan, dan ada keraguan yang sesekali muncul. Namun Kris memilih untuk terus melangkah. Baginya, setiap tugas dan ujian adalah bagian dari proses menjadi pribadi yang lebih utuh, bukan sekadar mengejar selembar ijazah.

Kisah Kris Dayanti mengingatkan kita bahwa mimpi tidak punya tanggal kedaluwarsa. Di usia dewasa, dengan segala pencapaian yang sudah diraih, ia masih memilih untuk duduk di bangku kuliah, membuka buku, dan belajar hal baru. Sebuah keputusan sederhana yang, bagi banyak orang, menjadi inspirasi tak ternilai. Jika seorang Kris Dayanti saja masih berani memulai, mengapa kita tidak?

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User