Sep 01, 2026
entertainment

KPop Demon Hunters Raih Peringkat Keenam di Top 10 Netflix Global

Di sebuah kafe kecil di kawasan Hongdae, Seoul, tiga gadis muda duduk memeluk masing-masing sebuah laptop. Layar mereka menampilkan episode ketiga KPop Demon Hunters. Satu dari mereka menangis. Bukan ...

KPop Demon Hunters Raih Peringkat Keenam di Top 10 Netflix Global

Di sebuah kafe kecil di kawasan Hongdae, Seoul, tiga gadis muda duduk memeluk masing-masing sebuah laptop. Layar mereka menampilkan episode ketiga KPop Demon Hunters. Satu dari mereka menangis. Bukan karena sedih — melainkan karena merasa "dilihat".

"Aku tidak menyangka ada serial yang bisa menggabungkan lagu K-Pop dan cerita tentang keberanian seperti ini," kata Haerin, 19 tahun, mahasiswa tahun pertama di sebuah universitas di Busan. Matanya masih berkaca-kaca saat wawancara melalui telepon beberapa hari kemudian. "Rasanya seperti serial ini dibuat khusus untuk kami — anak-anak yang pernah merasa berbeda dan tidak diterima."

Perasaan itu, rupanya, dirasakan oleh ribuan penonton di seluruh dunia. KPop Demon Hunters, serial drama Korea yang tayang eksklusif di Netflix, berhasil merangkak ke posisi enam pada pekan ke-62 di Top 10 Netflix global. Sebuah pencapaian yang tidak pernah diprediksi siapa pun — bahkan oleh tim produksi它 sendiri.

Dari Bayangan Menuju Sorotan Dunia

Cerita di balik layar KPop Demon Hunters sebenarnya sudah dimulai jauh sebelum serial ini resmi tayang. Sang sutradara, Park Ji-won, pernah mengalami masa-masa sulit dalam kariernya. Beberapa proyek filmnya gagal mendapatkan pendanaan. Tiga kali ia mengajukan konsep serupa ke berbagai stasiun televisi Korea, dan tiga kali pula ditolak.

"Orang-orang bilang ide ini terlalu aneh. Gabungan K-Pop dan horor? Siapa yang akan menonton?" kenang Park dalam sebuah wawancara yang kemudian viral di media sosial. Namun ia tidak pernah menyerah. Baginya, cerita tentang lima gadis muda yang menemukan kekuatan supranatural setiap kali mereka bernyanyi adalah cerminan dari dunia yang ia lihat setiap hari di sekitar dirinya.

Ketika Netflix memberikan kesempatan, Park dan timnya bekerja tanpa henti. Shooting dilakukan selama delapan bulan, melewati cuaca ekstrem dan berbagai kendala teknis. Beberapa adegan fight scene harus diulang puluhan kali karena koreografi yang kompleks.

Lagu yang Menyatukan, Kekuatan yang Melindungi

KPop Demon Hunters mengisahkan lima gadis dari latar belakang berbeda yang secara tidak sengaja menemukan bahwa suara dan musik mereka memiliki kekuatan untuk mengusir makhluk-makhluk gaib. Setiap episode dibalut dengan lagu orisinal yang ditulis khusus untuk serial ini — bukan sekadar backsound, melainkan bagian integral dari jalan cerita.

Karakter utama, Cha Yerin, dimainkan oleh aktris muda yang saat ini berusia 22 tahun. Sebelum KPop Demon Hunters, pengalamannya di dunia akting masih sangat terbatas. Ia bahkan pernah ditolak dari audition selama dua tahun berturut-turut.

"Dulu aku merasa tidak punya tempat di industri ini," aku Yerin dalam sebuah sesi press conference yang dilakukan secara virtual. "Tapi lewat karakter ini, aku belajar bahwa kelemahan kita justru bisa menjadi kekuatan terbesar. Yerin di serial ini juga seperti aku — orang biasa yang menemukan keberanian luar biasa."

Soundtrack serial ini kini telah melampaui angka 50 juta streaming di berbagai platform musik digital. Lagu tema utamanya, "Shine Through the Dark", bahkan sempat masuk daftar 20 besar charts musik di beberapa negara Asia.

Komunitas yang Tumbuh dari Layar

Di luar angka-angka statistik, yang paling mengharukan adalah bagaimana KPop Demon Hunters telah membangun sebuah komunitas global. Di Twitter, hashtag terkait serial ini telah digunakan lebih dari 8 juta kali. Di platform like TikTok, video-video fan dance cover dari lagu-lagu serial ini terus bermunculan setiap hari.

Fans di Brasil, Meksiko, dan Turki bahkan membuat kelompok belajar bahasa Korea secara mandiri setelah menonton serial ini. Mereka belajar bukan hanya karena cinta pada K-Pop, melainkan karena merasa terhubung dengan pesan-pesan yang disampaikan melalui setiap episode.

Di Jakarta, sekelompok remaja membentuk komunitas viewing party setiap minggu untuk menonton episode baru bersama. Mereka membawa spanduk buatan sendiri, menyanyikan lagu-lagu soundtrack dengan lantang, dan yang paling penting — mereka merasa tidak sendirian.

"Kami adalah kelompok yang berbeda-beda. Ada yang suka K-Pop, ada yang tidak. Ada yang biasa nonton drama Korea, ada yang tidak," kata Rizky, 17 tahun, salah satu pendiri komunitas tersebut. "Tapi serial ini mengajarkan kami satu hal — bahwa kekuatan sejati datang dari keberanian untuk menjadi diri sendiri, apa pun kata orang lain."

Di posisi keenam Top 10 Netflix global pada pekan ke-62, KPop Demon Hunters membuktikan satu hal: cerita yang jujur dan penuh makna selalu menemukan jalannya untuk menyentuh hati. Dan bagi jutaan penonton di seluruh dunia, serial ini bukan sekadar tontonan — melainkan teman yang datang setiap minggu untuk mengingatkan bahwa mereka cukup berani, cukup kuat, dan cukup berarti.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User