Aug 25, 2026
entertainment

Kisah D.O. EXO dan Jakarta: Konser DAY OFF di November 2026

Di sebuah ruang latihan yang remang-remang di Seoul, Doh Kyung-soo menarik napas panjang sambil memandangi setumpuk lirik yang berserakan di lantai. Di luar jendela, gemerlap kota mulai redup, tapi pi...

Kisah D.O. EXO dan Jakarta: Konser DAY OFF di November 2026

Di sebuah ruang latihan yang remang-remang di Seoul, Doh Kyung-soo menarik napas panjang sambil memandangi setumpuk lirik yang berserakan di lantai. Di luar jendela, gemerlap kota mulai redup, tapi pikirannya melayang ribuan kilometer jauhnya—ke sebuah kota tropis yang selalu menyambutnya dengan teriakan hangat. Jakarta. Nama itu selalu mengusik hatinya dengan cara yang sederhana namun mendalam, seperti tembang lama yang tak pernah gagal membuat senyumnya merekah. "Aku rindu," gumamnya pelan, bukan pada gedung pencakar langit atau keramaian jalanan, melainkan pada air mata dan tawa yang pernah ia bagikan bersama penggemar di sana.

Perjalanan dari Bayangan Menuju Cahaya Sendiri

Perjalanan Kyung-soo tak pernah semudah snap jari. Dikenal sebagai D.O. EXO, ia menghabiskan tahun-tahun awal kariernya di balik payung besar sebuah grup fenomenal. Namun di balik layar, ada seorang pemuda dari Ilsan yang diam-diam menyimpan mimpi: ingin berdiri di panggung dengan namanya sendiri, bukan sebagai anggota, melainkan sebagai dirinya yang utuh. "Ada rasa takut yang menghantui," katanya dalam sebuah momen yang jarang ia ungkapkan. "Tapi ada juga keinginan kuat untuk menunjukkan siapa Doh Kyung-soo sebenarnya."

Kini, dengan tur solonya DOH KYUNG SOO CONCERT TOUR [DAY OFF], ia tak lagi bersembunyi. Setiap nada yang dilantunkan, setiap lirik yang ditulis, adalah bukti bahwa ia telah bangkit dari keraguan diri. Tur ini bukan sekadar serangkaian pertunjukan; ini adalah kisah pembebasan seorang pria yang akhirnya berani memeluk suaranya sendiri. Dari teater musikal hingga layar lebar, langkahnya memang tak biasa. Namun konser solo adalah medan yang paling menantang sekaligus paling menyentuh baginya—karena di sana, tak ada karakter fiksi yang bisa ia sembunyiki, hanya dirinya yang nyata.

Makna DAY OFF di Tengah Hiruk-Pikuk Dunia

Konsep DAY OFF terdengar kontras bagi seseorang yang hidupnya dikepung jadwal padat dan sorotan kamera. Namun justru di situlah letak keindahannya. Bagi Kyung-soo, DAY OFF bukan tentang bermalas-malasan di kamar, melainkan tentang menemukan ketenangan di dalam keramaian. "Aku ingin konser ini menjadi tempat di mana kita semua bisa bernapas," ujarnya dengan tatapan lembut. "Seperti akhir pekan yang kita nanti-nantikan bersama."

"Jakarta selalu memberi energi yang berbeda. Di sana, aku merasa seperti pulang."

Ia mengisahkan bagaimana panggung di Indonesia selalu menyisakan jejak emosional yang tak terhapus. Keramaian yang bukan sekadar riuh, tapi hangat—seperti dekapan dari kerabat lama. Dalam dunia yang terus memaksanya untuk berjuang tanpa jeda, Jakarta adalah salah satu tempat yang mengajarkannya arti istirahat. Karena itu, ketika jadwal tur akhirnya terbuka dan Jakarta muncul di daftar, ada kilatan momen mengharukan yang sempat membuatnya terdiam. "Mereka sudah menunggu," katanya sambil tersenyum getir. "Aku tak ingin mengecewakan."

Ketika Jakarta Menjadi Rumah Kedua

Tanggal 21 dan 22 November 2026 kini tercatat sebagai hari yang dinanti. Bukan sekadar angka di kalender, melainkan janji yang akan ditepati. Bagi para penggemar, pengumuman ini adalah jawaban dari doa-doa yang terucap dalam bisik pada malam-malam sepi. Namun bagi Kyung-soo, ini adalah tanggung jawab besar untuk menyusun setiap detik pertunjukan dengan penuh inspirasi dan kejujuran.

"Aku tak punya banyak hal mewah untuk ditawarkan," ucapnya dengan kerendahan khasnya. "Yang kupunya hanyalah kisah dan lagu-lagu yang kugubah dari potongan-potongan hidupku." Di balik setiap persiapan yang tampak mulus, ada jerih payah yang jarang terekspos: latihan vokal hingga tenggorokan kering, diskusi panjang dengan tim koreografi, serta malam-malam di mana ia sendiri menyangsikan apakah ia cukup baik. Tetapi itulah yang membuat perjalanan ini indah—karena setiap air mata kelelahan akan dibayar tuntas dengan sorak dan nyanyian bersama di bawah lampu panggung.

Di sudut ruangan berukuran 3x4 meter itu, Doh Kyung-soo kini menatap layar ponselnya yang dipenuhi pesan dari penggemar Indonesia. Bahasa yang berbeda, tapi perasaan yang sama: kerinduan. Ia membayangkan aroma hujan Jakarta, panasnya sorot lampu, dan ribuan suara yang akan bernyanyi serempak. "Mari buat DAY OFF ini milik kita bersama," tulisnya pada akhirnya, sebelum mematikan lampu dan meninggalkan ruangan dengan langkah yang lebih ringan. November masih jauh, tapi hati mereka sudah lebih dekat dari sebelumnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User