Aug 27, 2026
entertainment

Ketika Garis-Garis Indeks Menjadi Puisi di Pergelangan Tangan

Di sudut Plaza Senayan, Jakarta, cahaya lembut berpendar di atas deretan etalase kaca. Seorang pria setengah baya berhenti sejenak, matanya tertambat pada satu jam tangan yang tampak begitu bersahaja,...

Ketika Garis-Garis Indeks Menjadi Puisi di Pergelangan Tangan

Di sudut Plaza Senayan, Jakarta, cahaya lembut berpendar di atas deretan etalase kaca. Seorang pria setengah baya berhenti sejenak, matanya tertambat pada satu jam tangan yang tampak begitu bersahaja, namun memancarkan kekuatan desain yang tak biasa. Ia menggandeng tangan anak perempuannya, lalu berbisik, “Lihat, di balik jarum-jarum itu tersembunyi sebuah sajak.” Momen kecil itu mengisahkan awal dari perjumpaan dengan Bar Indices, kreasi terbaru dari Miho Wada, Design Director Credor Team, yang untuk pertama kalinya menyapa publik dalam pameran SEIKO Power Design Project 2026.

Perjalanan Sebuah Garis Menjadi Ikon

Jam tangan Bar Indices bukan sekadar alat penunjuk waktu. Dalam bingkai logam mulia, indeks-indeks batangan yang menjadi namanya justru mencuri perhatian. Setiap garis itu lahir dari perjalanan panjang perenungan seorang desainer yang berusaha menangkap esensi waktu dalam bentuk paling murni. Miho Wada, dengan kesederhanaan khas Jepang, mereduksi elemen penanda jam menjadi batang-batang tipis yang berdiri anggun di atas permukaan dial. “Saya ingin menciptakan jam yang berbicara tentang kekosongan, tentang jeda yang justru memberi makna,” ujarnya suatu siang di sela-sela pameran, suaranya lembut namun penuh keyakinan. Pengunjung yang berdesakan di sekitar etalase pun seketika terdiam, seolah baru saja menyaksikan momen mengharukan: sebuah jam tangan yang mampu berdialog dengan jiwa.

Ruang Kontemplasi di Tengah Hiruk Pikuk

SEIKO Power Design Project 2026 yang berlangsung dari 20 Juli hingga 1 Agustus ini bukan sekadar pameran; ia adalah ruang kontemplasi yang mempertemukan teknologi jam dengan seni. Di tengah kebisingan pusat perbelanjaan, sudut pameran itu menjelma menjadi oasis ketenangan. Dinding berwarna gelap dan tata cahaya yang presisi seolah memaksa setiap mata untuk menatap lebih dalam pada detail jam tangan yang terpampang. Bar Indices, dengan garis-garisnya yang ramping, seakan melayang dalam kotak kaca, menjadi pusat gravitasi yang menarik semua pandangan. Seorang pengamat mode asal Bandung mengaku tergetar oleh kesan yang ditinggalkan jam tersebut. “Ini adalah inspirasi tentang bagaimana yang sederhana bisa begitu menggetarkan,” katanya. Respirasi itu menjadi inspirasi tersendiri bagi para desainer muda yang hadir.

Di Balik Layar Proses Kreatif Sang Desainer

Namun, di balik layar keindahan itu terbentang sebuah kisah tentang perjuangan dan air mata. Miho Wada bukanlah nama baru di industri horologi, tetapi proses kelahiran Bar Indices adalah salah satu yang paling personal baginya. Ia mengisahkan bagaimana ia harus beberapa kali merancang ulang proporsi indeks hanya untuk menemukan keseimbangan sempurna antara fungsi dan estetika. “Ada malam-malam di mana saya menangis karena merasa tidak pernah cukup baik,” kenangnya dengan mata berkaca-kaca. Namun justru dari kerentanan itulah lahirlah kekuatan. Desain akhir yang kini dipamerkan adalah hasil dari keinginan untuk bangkit dan membuktikan bahwa nilai sebuah jam tidak hanya terletak pada mesin, tetapi juga pada emosi yang ia pancarkan.

Mimpi yang Mengubah Waktu Menjadi Kenangan

Bagi Miho Wada, Bar Indices bukan sekadar produk; ia adalah mimpi masa kecil yang menemukan bentuknya. Tumbuh di kota kecil di Jepang, ia sering menghabiskan jam-jam sore memperhatikan kakeknya, seorang pengrajin logam, membentuk potongan logam menjadi benda-benda bernilai. Dari situlah benih kecintaannya pada detail dan presisi bersemi. Kini, melalui karya di Credor, ia seperti menyulam kembali kenangan itu dalam butiran waktu. Setiap tatapan pada jam tangan Bar Indices adalah undangan untuk menyelam ke dalam keheningan masa lalu yang menyentuh hati. Tak sedikit pengunjung yang berlama-lama di depan display, bukan untuk memeriksa teknis, melainkan untuk membiarkan diri terhanyut dalam narasi yang dibangun oleh desain yang seolah hidup.

Panggung Kreativitas yang Terus Berputar

SEIKO Power Design Project 2026 tidak hanya menghadirkan Bar Indices. Ada belasan karya lain dari jenama di bawah naungan Seiko yang masing-masing menawarkan tafsir unik tentang waktu. Namun, Miho Wada dan Credor Team berhasil menciptakan gelombang yang paling berkesan. Ini adalah bukti bahwa pameran ini menjadi panggung bagi eksplorasi kreatif yang melampaui batas tradisional. Bagi para pencinta jam, acara ini adalah kesempatan langka untuk menyaksikan di balik layar dari apa yang biasanya hanya berkilau di etalase butik. Ia mengubah apresiasi dari sekadar melihat menjadi merasakan.

Jam tangan Bar Indices akhirnya bukan hanya soal material atau harga. Ia adalah sebuah inspirasi tentang bagaimana kesederhanaan bisa berbicara paling lantang. Miho Wada dan timnya telah berhasil mengukir tak hanya indeks pada dial, tetapi juga goresan makna di hati setiap orang yang memandangnya. Saat pameran usai pada malam 1 Agustus, seorang pria tadi berbisik pada putrinya, “Kita pulang membawa lebih dari sekadar pajangan. Kita bawa pulang sebuah kisah.” Dan di situlah, di pergelangan tangan metaforis, sajak itu terus berdetak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User