Oct 10, 2026
entertainment

Ketika Dita Karang dan Ridwan LIDA Bertemu di Panggung Mimpi

Di sebuah sudut belakang panggung yang remang, dua sosok duduk bersebelahan di bangku kayu sederhana. Sorot lampu panggung belum menyala, tapi mata keduanya sudah berbinar. Dita Karang, perempuan yang...

Ketika Dita Karang dan Ridwan LIDA Bertemu di Panggung Mimpi

Di sebuah sudut belakang panggung yang remang, dua sosok duduk bersebelahan di bangku kayu sederhana. Sorot lampu panggung belum menyala, tapi mata keduanya sudah berbinar. Dita Karang, perempuan yang namanya melesat lewat grup K-pop Secret Number, menggenggam tangan Ridwan, penyanyi jebolan ajang pencarian bakat LIDA yang dikenal lewat suara khasnya. Momen itu bukan sekadar pertemuan dua selebritas. Ada cerita panjang tentang perjuangan, air mata, dan mimpi yang akhirnya menemukan jalannya sendiri.

Dari Kota Kecil ke Panggung Dunia

Dita mengisahkan perjalanannya tidak dimulai dari gemerlap Seoul. Ia tumbuh di Bali, menari di sanggar sederhana, dan harus jauh dari keluarga demi mengejar impian menjadi idol. "Aku pernah merasa sendirian banget. Bahasa berbeda, budaya berbeda, tapi aku ingat pesan ibu, jangan pernah lupa dari mana kamu berasal," ujarnya lirih saat berbincang dengan Ridwan. Kalimat itu membuat Ridwan mengangguk pelan. Ia paham betul rasanya berjuang dari nol. Pria asal Cianjur itu menempuh perjalanan panjang dari panggung kampung ke babak final LIDA, sering kali harus menahan lapar demi bisa latihan vokal setiap hari.

"Kalau ada satu hal yang aku pelajari, mimpi itu tidak pernah salah. Yang salah cuma kita yang kadang cepat menyerah," kata Dita sambil tersenyum getir.

Ridwan menyahut dengan cerita tentang ibunya yang selalu menjadi penonton setia di setiap penampilannya. "Nyanyi di depan orang banyak itu gampang. Tapi nyanyi buat orang yang paling kita cintai, itu yang bikin kaki gemetar," ucapnya. Dita tertawa kecil, menyebut bahwa Ridwan punya cara sederhana menghancurkan emosi lawan bicaranya. Percakapan keduanya mengalir hangat, seolah mereka sudah lama saling mengenal.

Kolaborasi yang Lahir dari Rasa Saling Menghargai

Pertemuan mereka bukan tanpa alasan. Sebuah proyek musik lintas genre sedang disiapkan, mempertemukan warna vokal Ridwan yang kental dangdut dengan latar pop-Korea Dita. "Aku awalnya takut, takut dianggap aneh. Tapi Dita bilang, justru perbedaan itu yang bikin kita punya suara," kenang Ridwan. Dita mengaku sempat meragukan kemampuan dirinya membaca notasi musik tradisional Indonesia. Namun Ridwan dengan sabar mengajarinya, bahkan sampai menuliskan lirik dalam huruf latin sederhana agar Dita mudah memahami. Di balik layar, terlihat betapa dua dunia yang jauh bisa menyatu ketika keduanya saling membuka diri.

Produser yang terlibat menyebut proses rekaman berjalan lebih emosional dari perkiraan. "Ada satu take yang bikin semua kru di ruangan diam. Dita menyanyikan bagian reff dengan mata berkaca-kaca. Katanya dia ingat perjuangan ibunya di Bali," ujar salah satu tim produksi. Momen mengharukan itu akhirnya dipakai utuh tanpa editing suara tambahan, karena terasa terlalu jujur untuk diubah.

Pesan Sederhana untuk Anak Muda di Kampung Halaman

Di akhir pertemuan, keduanya berbicara tentang harapan. Dita berpesan agar generasi muda tidak takut bercita-cita besar, walau harus jauh dari rumah. "Kangen rumah itu pasti. Tapi kalau kamu tahu kenapa kamu pergi, itu yang bikin kamu bangkit," tuturnya. Ridwan menambahkan bahwa kesuksesan bukan soal panggung besar atau lampu sorot, melainkan tentang siapa yang masih setia menemani di belakang panggung.

Ketika lampu panggung akhirnya menyala, keduanya berdiri, merapikan pakaian, dan melangkah bersama. Di balik gemuruh tepuk tangan nanti, ada kisah panjang tentang dua anak manusia yang berjuang dari tempat yang jauh, bertemu di satu titik, dan memutuskan bahwa mimpi tidak perlu seragam. Yang penting, kata Ridwan sambil tersenyum, "Jangan lupa pulang, walau sudah terbang tinggi." Inspirasi itu sederhana, namun bagi banyak orang, itulah kekuatan yang menyentuh dan menghangatkan hati.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS galih-pratama

Editor Teknologi. Mantan software engineer. Meliput AI, cloud, dan transformasi digital.

Comments (0)

User