Sep 18, 2026
Hukum

Kementan Negosiasikan Ekspor Karkas Ayam Indonesia ke Arab Saudi

Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini tengah mengambil langkah strategis untuk memperluas pasar produk peternakan nasional ke Timur Tengah. Pemerintah

Kementan Negosiasikan Ekspor Karkas Ayam Indonesia ke Arab Saudi

Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini tengah mengambil langkah strategis untuk memperluas pasar produk peternakan nasional ke Timur Tengah. Pemerintah sedang mengintensifkan proses negosiasi bilateral agar produk karkas ayam asal Indonesia dapat resmi diekspor ke Arab Saudi. Langkah ekspansi ini diproyeksikan secara khusus untuk memenuhi kebutuhan logistik konsumsi jemaah haji dan umrah asal Tanah Air yang memadati Tanah Suci sepanjang tahun.

Karkas ayam sendiri merupakan bagian tubuh ayam pedaging setelah dipotong, dicabuti bulunya, serta dibersihkan dari bagian kepala, ceker, dan jeroan. Produk siap olah berstandar higienis tinggi ini dinilai sangat praktis dan sesuai dengan standar dapur katering jemaah di Makkah maupun Madinah.

Kronologi dan Tahapan Penjajakan Ekspor

Upaya membuka akses pasar ekspor unggas ke Arab Saudi telah melalui serangkaian tahapan verifikasi teknis dan diplomasi dagang yang terstruktur:

  1. Verifikasi Standar Pengolahan: Otoritas Arab Saudi telah meninjau dan mengevaluasi rantai pemrosesan (processing) daging ayam di unit pengolahan Indonesia, yang dinyatakan memenuhi standar kelayakan mutu dan kehalalan.
  2. Pematangan Negosiasi Regulasi: Kementan dan perwakilan pemerintah Arab Saudi menggelar pembahasan lanjutan terkait izin masuk khusus produk karkas olahan, termasuk kesepakatan sanitasi dan karantina.
  3. Target Realisasi Pengiriman: Pemerintah menargetkan kesepakatan final rampung dalam waktu dekat agar pengapalan perdana karkas ayam beku bisa direalisasikan mulai tahun depan.

Fokus Hilirisasi dan Proses Marinasi Lokal

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementan, Makmun, menegaskan bahwa ekspor yang didorong bukan berupa ayam hidup, melainkan produk hilir bernilai tambah tinggi. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri agenda industri peternakan di Indonesia Convention Exhibition Bumi Serpong Damai (ICE BSD), Tangerang.

"Kemarin yang sudah processing dari pihak Saudi Arabia tidak ada masalah. Mudah-mudahan tahun depan ini sudah bisa masuklah, sehingga bisa meningkatkan nilai tambah kita," ungkap Makmun optimis.

Makmun menjelaskan lebih lanjut bahwa proses penyiapan karkas, termasuk tahapan marinasi atau pembumbuan awal, direncanakan berlangsung langsung di dalam negeri. Skema ini sengaja dipilih untuk memaksimalkan perputaran ekonomi industri peternakan lokal, menyerap tenaga kerja, sekaligus menjamin cita rasa rempah khas Nusantara yang ramah bagi lidah jemaah Indonesia di Arab Saudi.

Peluang Besar Pasar Haji dan Umrah

Peluang ekspor karkas ayam ini dinilai menjadi katalis positif bagi industri perunggasan nasional karena menawarkan sejumlah keuntungan strategis:

  • Pasar Konsumsi Pasti: Jutaan jemaah haji dan umrah Indonesia setiap tahunnya membutuhkan pasokan pangan halal dalam jumlah sangat besar.
  • Peningkatan Nilai Tambah Peternak: Hilirisasi karkas dan marinasi memberikan margin keuntungan lebih stabil dibanding penjualan ayam karkas segar biasa.
  • Keseimbangan Pasokan Domestik: Kanal ekspor membantu menyerap potensi surplus produksi ayam pedaging nasional sehingga harga di tingkat peternak rakyat tetap terjaga.
Kementerian Pertanian tengah mengupayakan pembukaan keran ekspor karkas ayam ke Arab Saudi. Selain mengincar nilai tambah lewat proses marinasi di dalam negeri, ekspor ini ditargetkan mampu menyuplai kebutuhan jutaan jemaah haji dan umrah Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User