Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) bergerak cepat mengoptimalkan infrastruktur telekomunikasi di perairan Selat Sunda. Langkah strategis ini diambil guna menopang kelancaran komunikasi dan koordinasi tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan yang tengah berupaya menemukan lima orang jurnalis yang dilaporkan hilang kontak di kawasan perairan tersebut.
Kebutuhan akses telekomunikasi yang stabil menjadi faktor krusial di tengah padatnya lalu lintas komunikasi operasional di lapangan. Tingginya mobilitas petugas penyelamat, aparat keamanan, relawan, hingga awak media yang meliput langsung dari pesisir dan laut membuat kapasitas jaringan seluler biasa mengalami lonjakan beban trafik yang sangat signifikan.
Optimalisasi Sinyal dan Rekayasa Antena ke Arah Laut
Ketua Tim Kerja Layanan Data dan Informasi Infrastruktur Digital Kemenkomdigi, Indra Apriadi, menjelaskan bahwa kondisi jaringan dasar di daratan sekitar Selat Sunda sebenarnya dalam kondisi normal dan baik. Kendati demikian, intervensi teknis tetap harus dilakukan agar jangkauan pancaran sinyal dapat menembus area perairan lebih jauh.
"Kami memperkuat sinyal di lokasi pencarian dan posko SAR untuk mendukung pencarian serta koordinasi tim SAR. Jaringan di kawasan tersebut sudah baik, tetapi peningkatan kualitas diperlukan karena banyak pihak melakukan pencarian," ujar Indra Apriadi dalam keterangannya.
Untuk mengeksekusi kebutuhan tersebut, Kemenkomdigi menginstruksikan operator seluler di Indonesia untuk melakukan penyesuaian teknis secara langsung pada menara Base Transceiver Station (BTS) terdekat. Operator kini mengarahkan sudut elevasi antena pemancar (azimuth) langsung ke arah laut lepas sekaligus mendongkrak daya pancar (power output) sinyal telekomunikasi.
Kronologi dan Rangkaian Upaya Dukungan Telekomunikasi
Operasi penguatan konektivitas di zona pencarian Selat Sunda dilaksanakan melalui sejumlah tahapan taktis berikut:
- Pemetaan Area Blank Spot: Tim teknis mengidentifikasi titik koordinat pencarian di perairan Selat Sunda yang mengalami pelemahan sinyal komunikasi seluler.
- Reorientasi Antena Pemancar BTS: Operator seluler memutar sudut pancaran antena BTS di wilayah pesisir agar memusatkan frekuensi dan daya pancar ke wilayah perairan laut lepas.
- Penguatan Kapasitas Posko Terpadu: Menambah alokasi bandwidth serta menyiapkan unit Combat BTS (mobil pemancar sinyal) di posko utama SAR guna memfasilitasi komunikasi darurat ratusan personel gabungan.
- Pelacakan Jejak Digital Sinyal Seluler: Bekerja sama secara intensif dengan operator untuk membantu melacak sinyal perangkat ponsel pintar terakhir milik rombongan jurnalis guna mempersempit radius pencarian Basarnas.
Mempermudah Koordinasi Tim Gabungan di Lapangan
Dengan adanya penguatan sinyal ini, kapal-kapal penyelamat milik Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polairud, dan relawan dapat saling bertukar data, koordinat navigasi, serta laporan visual secara real-time tanpa terkendala putusnya koneksi. Kemenkomdigi berkomitmen untuk terus memantau kualitas jaringan telekomunikasi di sekitar Selat Sunda selama operasi kemanusiaan ini berlangsung hingga seluruh jurnalis berhasil ditemukan.
Comments (0)