Di sebuah bioskop tua di bilangan Jakarta Selatan, seorang pria paruh baya bernama Haris masih setia berdiri di depan pintu Studio 1. Ia sudah 23 tahun menjadi penjaga tiket. Namun malam itu, ada sesuatu yang berbeda. Antrean mengular hingga ke pelataran parkir. Penonton dari berbagai generasi rela menunggu berjam-jam. “Saya belum pernah melihat antusiasme seperti ini sejak bertahun-tahun lalu,” ujar Haris dengan mata berbinar. “Mereka tidak hanya menonton film. Mereka ingin merasakan sesuatu.”
Kemenangan The Odyssey dan Christopher Nolan di Box Office Global
Di sebuah bioskop tua di bilangan Jakarta Selatan, seorang pria paruh baya bernama Haris masih setia berdiri di depan pintu Studio 1. Ia sudah 23 tahun menjadi penjaga tiket. Namun malam itu, ada sesu...
← Previous Article
Duka Jim Carrey: Penghormatan Haru untuk Sang Maestro di Balik The Mask
Next Article →
Comments (0)