Sep 18, 2026
Nasional

Kemenag Usul Youth Harmony Program Perkuat Hubungan RI-China

Hubungan diplomatik antarnegara sering kali identik dengan kesepakatan ekonomi bernilai fantastis atau kerja sama politik tingkat tinggi. Namun, di balik m

Kemenag Usul Youth Harmony Program Perkuat Hubungan RI-China

Hubungan diplomatik antarnegara sering kali identik dengan kesepakatan ekonomi bernilai fantastis atau kerja sama politik tingkat tinggi. Namun, di balik megahnya meja perundingan, ada satu fondasi krusial yang tak boleh dilupakan: hubungan antarmanusia (people-to-people contact), khususnya di kalangan generasi muda dan lintas umat beragama. Langkah progresif inilah yang kini tengah didorong oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) melalui Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB).

Kepala PKUB Kemenag, Muhammad Adib Abdushomad, melontarkan gagasan segar untuk mempererat jalinan persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok. Melalui inisiatif bertajuk Youth Harmony Program, Kemenag ingin menjadikan generasi muda sebagai agen utama dalam menyebarkan nilai-nilai toleransi, moderasi beragama, serta perdamaian dunia.

Merajut Kerukunan di Kalangan Generasi Muda

Dalam penjelasannya, Adib menekankan bahwa pemuda memiliki fleksibilitas dan energi luar biasa untuk merobohkan sekat-sekat stereotip budaya maupun agama. Program ini dirancang bukan sekadar sebagai ajang pertukaran pelajar biasa, melainkan wadah dialog mendalam untuk saling memahami keragaman keagamaan dan kebudayaan di kedua negara.

"Generasi muda adalah jembatan masa depan. Lewat Youth Harmony Program, kita ingin anak-anak muda Indonesia dan Tiongkok tidak hanya saling kenal secara permukaan, tetapi juga memahami nilai-nilai spiritual dan budaya harmoni yang dianut masing-masing bangsa," ujar Adib.

Diplomasi Agama dan Budaya yang Inklusif

Indonesia dan Tiongkok sejatinya memiliki rekam jejak sejarah peradaban dan akulturasi budaya yang sangat panjang. Kehadiran komunitas Muslim di Tiongkok serta pengaruh budaya Tionghoa yang telah menyatu dalam kehidupan masyarakat Indonesia menjadi modal sosial yang amat berharga.

Melalui program ini, beberapa fokus utama akan digarap secara simultan untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan:

  • Pertukaran Pemuda Interfaith: Mengirimkan delegasi pemuda antariman untuk mempelajari kehidupan beragama dan kebudayaan di masing-masing negara.
  • Workshop Moderasi Beragama: Diskusi interaktif mengenai bagaimana mengelola keberagaman di era digital.
  • Kunjungan Budaya dan Situs Bersejarah: Menelusuri jejak peradaban dan akulturasi sejarah RI-Tiongkok secara langsung.

Berikut adalah gambaran cakupan fokus kegiatan dalam Youth Harmony Program yang diusulkan:

Fokus Program Sasaran Utama Output yang Diharapkan
Dialog Lintas Agama Pemimpin Muda Komunitas Agama Peningkatan Pemahaman & Toleransi Lintas Budaya
Pertukaran Budaya Mahasiswa & Pelajar Jaringan Persahabatan Global yang Inklusif
Riset & Kolaborasi Akademisi Muda Publikasi Bersama tentang Harmoni Beragama

Harapan Besar untuk Masa Depan Bilateral

Pentingnya diplomasi kerukunan ini menjadi semakin krusial di tengah dinamika geopolitik global yang kian kompleks. Kemenag optimistis bahwa investasi pada kapasitas generasi muda akan membuahkan hasil jangka panjang yang kokoh bagi stabilitas kawasan.

Pendekatan soft power melalui kerukunan umat beragama dinilai sangat efektif untuk melengkapi kerja sama ekonomi yang sudah terjalin erat. "Diplomasi keberagaman adalah kunci utama menciptakan kedamaian yang sejati dan berkelanjutan di tingkat regional maupun internasional," tegas Adib menambahkan.

Dengan menggandeng Tiongkok dalam Youth Harmony Program, Indonesia kembali menunjukkan perannya sebagai pelopor moderasi beragama di panggung dunia. Harapannya, langkah kecil ini mampu menginspirasi negara-negara lain untuk terus mengedepankan dialog ketimbang perbedaan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User