Sep 19, 2026
Nasional

Kekeringan Meluas, 311 Hektare Sawah di Tangerang Terancam Gagal Panen

Musim kemarau yang berkepanjangan kian memberikan pukulan telak bagi sektor pertanian di wilayah barat Pulau Jawa. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DP

Kekeringan Meluas, 311 Hektare Sawah di Tangerang Terancam Gagal Panen

Musim kemarau yang berkepanjangan kian memberikan pukulan telak bagi sektor pertanian di wilayah barat Pulau Jawa. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Banten, melaporkan bahwa setidaknya seluas 311 hektare sawah di berbagai kecamatan kini berada dalam kondisi kritis dan terancam mengalami puso alias gagal panen total akibat kekurangan pasokan air.

Kondisi ini dipicu oleh surutnya debit air pada saluran irigasi primer maupun sekunder serta menipisnya sumber air permukaan di sekitar area persawahan. Para petani di sejumlah titik kini hanya bisa pasrah menatap petak-petak tanah yang mulai retak merekah, sementara tanaman padi yang sedang memasuki masa vegetatif hingga generatif mulai menguning sebelum waktunya.

Sebaran Wilayah dan Kronologi Krisis Air

Berdasarkan hasil monitoring tim lapangan dinas terkait, krisis ketersediaan air irigasi ini mulai terasa signifikan sejak beberapa pekan terakhir. Wilayah utara dan barat Kabupaten Tangerang menjadi kawasan yang paling rentan terpapar dampak kekeringan ekstrem ini.

  1. Fase Awal Penurunan Debit (Pekan ke-1): Aliran air di saluran tersier mulai menyusut drastis, menyebabkan debit air ke sawah berkurang hingga 50 persen.
  2. Meluasnya Kekeringan (Pekan ke-2): Tanah persawahan di sentra-sentra produksi padi seperti Kronjo, Kresek, dan Gunung Kaler mulai mengalami retak-retak akibat tidak mendapat suplai air lebih dari sepuluh hari.
  3. Status Kritis (Saat Ini): Tercatat akumulasi seluas 311 hektare lahan persawahan masuk kategori terancam puso, dengan tingkat kekeringan bervariasi mulai dari kategori sedang hingga berat.
"Kami terus menginventarisasi data harian dari para penyuluh pertanian lapangan. Luasan 311 hektare ini merupakan area rentan yang jika tidak segera mendapatkan intervensi pasokan air dalam sepekan ke depan, dipastikan produksinya anjlok bahkan berujung gagal panen total," ungkap perwakilan otoritas pertanian setempat.

Langkah Darurat dan Penyaluran Pompa Air

Guna menekan potensi kerugian materiil yang dialami oleh para petani, Pemerintah Kabupaten Tangerang bergerak cepat menyiapkan serangkaian strategi tanggap darurat di lapangan. Koordinasi lintas instansi terus digencarkan untuk mengoptimalkan potensi sumber air yang masih tersisa.

  • Mobilisasi Pompa Air: Pendistribusian mesin pompa air berkapasitas besar untuk menyedot air dari sungai utama atau kantong-kantong air (embung) terdekat menuju saluran cacing di persawahan.
  • Pemberlakuan Giliran Irigasi: Pengaturan sistem rotasi distribusi air bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) agar pasokan air dapat terbagi rata ke petak sawah yang paling kritis.
  • Pemanfaatan Sumur Pantek: Mendorong kelompok tani mengaktifkan kembali sumur-sumur bor dangkal demi membasahi akar padi yang mulai layu.

Imbauan Pola Tanam dan Asuransi Usaha Tani

Selain penanganan jangka pendek, Pemkab Tangerang mengingatkan pentingnya antisipasi jangka panjang menghadapi anomali cuaca. Para petani diimbau untuk lebih adaptif dalam membaca kalender musim tanam, termasuk mempertimbangkan peralihan komoditas ke tanaman palawija yang lebih hemat air saat memasuki puncak kemarau.

Di sisi lain, pemerintah daerah mendorong petani yang sawahnya terdaftar dalam program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) agar segera mengajukan klaim kerusakan jika status puso tak terhindarkan, sehingga beban kerugian modal tanam dapat tertutupi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User