Di sebuah studio foto di kawasan Jakarta Selatan, tawa lepas terdengar bersahutan. Daniel Mananta, pria yang dikenal sebagai presenter dan pendiri rumah produksi kreatif, berdiri berdampingan dengan Viola, istrinya, di depan latar bernuansa merah keemasan. Keduanya mengenakan busana bernuansa Imlek yang sederhana namun anggun. Di sudut ruangan, seorang fotografer sibuk mengatur pencahayaan, sementara tim kreatif sibuk memastikan setiap detail sempurna. Momen itu bukan sekadar sesi foto biasa—ia menjadi potret kehangatan keluarga di tengah perayaan Tahun Baru Imlek.
Dalam beberapa tahun terakhir, Daniel memang kerap membagikan momen kebersamaan keluarganya ke media sosial. Namun sesi foto kali ini terasa berbeda. Ada nuansa personal yang kuat, seolah setiap bingkai menyimpan cerita yang tak sekadar soal estetika. Viola tampil memesona dengan pakaian bernuansa oriental, sementara Daniel setia mendampingi dengan senyum khasnya. "Kami ingin merayakan Imlek dengan cara yang lebih intim, lebih personal. Tidak perlu megah, yang penting kebersamaan," ujar Daniel saat ditemui di sela-sela pemotretan.
Merayakan Tradisi dengan Sentuhan Sederhana
Bagi Daniel, Imlek bukan sekadar perayaan besar dengan angpao dan kembang api. Ia mengisahkan bagaimana keluarganya selalu berusaha menjaga makna tradisi tanpa terjebak pada kemewahan. Di rumah, mereka biasa berkumpul, makan bersama, dan berbagi cerita. Sesi foto ini, kata dia, adalah cara lain untuk mengabadikan momen tersebut. "Kadang kita terlalu sibuk mengejar hal-hal besar, sampai lupa bahwa kebahagiaan itu ada di hal-hal kecil. Seperti duduk bersama, tertawa, dan mengabadikannya dalam foto," tuturnya.
Viola menambahkan bahwa momen pemotretan itu juga menjadi ajang refleksi. Ia mengenang perjalanan keluarga mereka yang penuh dinamika. "Setiap tahun selalu ada cerita baru. Ada air mata, ada tawa, ada perjuangan. Tapi semuanya kami lewati bersama. Foto ini jadi pengingat bahwa kami masih di sini, masih bersama," ucap Viola dengan mata berbinar.
Di Balik Layar: Kerja Sama Tim Kreatif
Pengambilan gambar yang berlangsung beberapa jam itu melibatkan sejumlah kru profesional. Fotografer Ferry Sunarto, yang dikenal dengan gaya potret elegan, dipercaya mengabadikan momen tersebut. Ia mengaku senang bisa menangkap sisi humanis pasangan ini. "Daniel dan Viola itu natural. Mereka tidak perlu dipaksa tersenyum. Keceriaan mereka keluar begitu saja. Itu yang membuat hasil fotonya hidup," kata Ferry.
Di balik layar, terlihat bagaimana Daniel sesekali melontarkan lelucon yang membuat Viola tertawa terkekeh. Ada kalanya ia membantu merapikan anak rambut Viola, atau sekadar menggenggam tangan istrinya sebelum lampu kilat menyala. Detail kecil itu, menurut Ferry, adalah hal yang paling menyentuh. "Banyak orang bisa berfoto dengan pakaian bagus. Tapi tidak semua bisa menunjukkan kehangatan yang tulus. Mereka punya itu," tambahnya.
Inspirasi untuk Keluarga Muda
Potret Daniel dan Viola di momen Imlek ini pun mendapat respons positif dari warganet. Banyak yang menyebutnya sebagai representasi keluarga modern yang tetap menjunjung tradisi. Seorang pengikut di media sosial menulis, "Melihat mereka jadi ingat keluarga sendiri. Sederhana tapi hangat." Komentar serupa mengalir, menjadikan momen tersebut bukan sekadar unggahan biasa, melainkan inspirasi bagi banyak orang.
Daniel berharap momen kecil ini bisa menginspirasi keluarga lain untuk tidak takut merayakan tradisi dengan cara mereka sendiri. "Tidak perlu mengikuti standar orang lain. Rayakan Imlek dengan versi terbaik dari keluarga kita. Yang penting adalah cinta dan kebersamaan," pesannya.
Perayaan Imlek memang selalu identik dengan kemeriahan. Namun di balik gemerlapnya, ada hal yang jauh lebih berharga: kisah tentang keluarga, tentang perjuangan, dan tentang mimpi yang terus dijaga. Daniel Mananta dan Viola telah menunjukkan bahwa kehangatan itu bisa diabadikan, bukan hanya dalam foto, tetapi juga dalam hati.
Comments (0)