Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali menghadapi ancaman serius setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali berkobar pada Kamis (10/9). Kobaran api yang mulanya terpantau di area vegetasi kering dilaporkan merembet cepat hingga melalap padang savana ikonik, Bukit Teletubbies.
Kondisi cuaca musim kemarau yang kering disertai hembusan angin kencang membuat kobaran api sulit dikendalikan. Asap putih tebal membubung tinggi di atas hamparan perbukitan hijau yang kini sebagian mulai menghitam akibat terbakar.
Kronologi Meluasnya Api di Kawasan TNBTS
Berdasarkan laporan di lapangan, pergerakan api berlangsung begitu cepat akibat material rumput dan semak belukar yang sangat kering. Berikut adalah urutan kejadian yang terpantau oleh petugas gabungan:
- Pukul 09.30 WIB: Titik api pertama kali terdeteksi di lereng perbukitan sekitar kawasan kaldera Bromo oleh patroli lapangan Balai Besar TNBTS.
- Pukul 11.45 WIB: Hembusan angin kencang membuat api merembet ke arah padang savana lembah Watangan atau yang lebih dikenal sebagai Bukit Teletubbies.
- Pukul 14.00 WIB: Petugas gabungan yang terdiri dari Masyarakat Peduli Api (MPA), BPBD, relawan, serta personel TNI-Polri mulai diterjunkan ke lokasi untuk penyekatan jalur api.
- Pukul 17.30 WIB: Upaya pemadaman manual terus difokuskan pada titik-titik rawan agar api tidak meluas ke permukiman warga dan jalur utama wisata.
Tantangan Pemadaman di Medan Curam
Upaya penjinakan si jago merah menghadapi tantangan berat karena topografi kawasan Bromo yang didominasi tebing terjal dan jurang yang curam. Mobil tangki pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau titik pusat api secara langsung, sehingga petugas mengandalkan peralatan manual.
"Kami memprioritaskan metode gebyok dan pembuatan sekat bakar secara manual karena akses kendaraan sangat terbatas di medan terjal. Konsentrasi utama kami adalah menahan laju api agar tidak merambat lebih jauh ke vegetasi hutan cemara gunung," ungkap salah seorang petugas pemadam di lokasi.
Selain peralatan manual berupa ranting basah dan pemukul api, tim di lapangan juga memanfaatkan tangki semprot gendong (*jet shooter*) serta memantau pergerakan titik panas menggunakan drone pemantau.
Dampak Lingkungan dan Status Jalur Wisata
Kebakaran di kawasan konservasi ini menjadi pukulan telak bagi keanekaragaman hayati TNBTS. Selain merusak estetika lanskap Bukit Teletubbies, karhutla mengancam habitat satwa liar serta memicu penurunan kualitas udara di sekitar kaldera Bromo.
Pihak pengelola bersama instansi terkait saat ini menerapkan pembatasan akses selektif di sejumlah titik rawan guna memastikan keselamatan wisatawan dan kelancaran operasi pemadaman. Evaluasi terus dilakukan untuk menentukan apakah penutupan total destinasi wisata diperlukan apabila eskalasi kebakaran kian meluas.
Masyarakat, pelaku jasa wisata *jeep*, dan para pelancong diimbau untuk selalu waspada serta tidak menyalakan api unggun, membuang puntung rokok sembarangan, atau membawa benda-benda pemicu api lainnya di kawasan konservasi.
Comments (0)