Sep 19, 2026
Nasional

KAI Tegaskan Operasional Jalur Kereta Tanggul Tetap Normal Saat Haul

Kabar mengenai ditutupnya jalur rel kereta api di sekitar Stasiun Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur, beredar cepat di media sosial. Isu tersebut menyeb

KAI Tegaskan Operasional Jalur Kereta Tanggul Tetap Normal Saat Haul

Kabar mengenai ditutupnya jalur rel kereta api di sekitar Stasiun Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur, beredar cepat di media sosial. Isu tersebut menyebutkan bahwa perjalanan kereta api terpaksa dihentikan sementara akibat padatnya lautan jemaah yang menghadiri peringatan Haul Akbar Habib Sholeh bin Muhsin Al-Hamid. Menanggapi viralnya narasi tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember langsung angkat bicara dan meluruskan fakta sebenarnya.

Manajemen PT KAI Daop 9 Jember memastikan informasi tersebut tidak benar alias hoaks. Seluruh perjalanan kereta api jarak jauh maupun lokal yang melintasi kawasan Stasiun Tanggul tetap melaju sesuai grafik perjalanan kereta api (Gapeka) yang berlaku tanpa ada penghentian maupun pembatalan jadwal.

Duduk Perkara Narasi Viral di Media Sosial

Keriuhan bermula saat sebuah cuplikan video memperlihatkan ribuan jemaah haul memadati jalanan hingga mendekati area perlintasan sebidang dan emplasemen Stasiun Tanggul. Pengunggah video membubuhkan keterangan yang mengeklaim bahwa jalur kereta api ditutup total demi kelancaran pengajian akbar tahunan tersebut.

Klaim menyesatkan itu lekas memicu kekhawatiran masyarakat, terutama calon penumpang yang hendak bepergian melewati lintas Jember menuju Surabaya, Banyuwangi, maupun kota-kota lainnya.

"Kami tegaskan bahwa tidak ada penutupan jalur kereta api di Stasiun Tanggul maupun titik lainnya selama rangkaian Haul Habib Sholeh. Seluruh operasional KA tetap berjalan aman, lancar, dan terkendali sesuai jadwal," tegas perwakilan KAI Daop 9 Jember dalam keterangan resminya.

Kronologi dan Langkah Pengamanan Ekstra di Lapangan

Menyadari tingginya antusiasme masyarakat dari berbagai penjuru Nusantara yang menghadiri acara haul, pihak KAI justru meningkatkan standar pengamanan di sekitar stasiun dan jalur rel. Berikut kronologi mitigasi dan rekayasa pengamanan yang diterapkan petugas:

  1. Pemetaan Titik Rawan: Petugas KAI Daop 9 bersama aparat kepolisian dan panitia haul memetakan titik-titik krusial di sekitar Stasiun Tanggul sejak H-1 acara.
  2. Penebalan Personel Keamanan: Puluhan personel gabungan dari Polsuska, sekuriti stasiun, hingga aparat TNI/Polri ditempatkan di sepanjang perlintasan sebidang untuk menghalau jemaah agar tidak berkerumun di atas rel.
  3. Pemberlakuan Pembatasan Kecepatan: Masinis yang melintasi area Tanggul diinstruksikan meningkatkan kewaspadaan ekstra dan membunyikan suling lokomotif (Semboyan 35) lebih intensif demi keselamatan warga.
  4. Sterilisasi Ruang Manfaat Jalur KA: Petugas bergerak persuasif menertibkan jemaah yang sempat duduk atau menggelar tikar terlalu dekat dengan jalur aktif.

Imbauan Tegas Menjaga Keselamatan Bersama

PT KAI mengingatkan kembali bahwa jalur rel kereta api merupakan Ruang Manfaat Jalur (Rumaja) yang steril dari aktivitas umum. Ketentuan ini diatur secara ketat dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, di mana masyarakat dilarang keras berada di ruang jalur kereta api tanpa izin karena berpotensi membahayakan nyawa diri sendiri maupun perjalanan kereta api.

Masyarakat diimbau agar selalu bijak dalam menyaring informasi yang beredar di platform digital serta tidak mudah terprovokasi kabar burung yang belum terverifikasi oleh pihak berwenang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User