Sep 18, 2026
Nasional

JAKARTA — Suhu Ekstrem Tembus 35 Derajat, Warga Diminta Waspada

Sengatan terik matahari kembali memanggang sudut-sudut Kota Jakarta. Berada di luar ruangan rasanya bagaikan berdiri di dekat tungku pembakaran yang menyal

JAKARTA — Suhu Ekstrem Tembus 35 Derajat, Warga Diminta Waspada

Sengatan terik matahari kembali memanggang sudut-sudut Kota Jakarta. Berada di luar ruangan rasanya bagaikan berdiri di dekat tungku pembakaran yang menyala penuh. Suasana di sepanjang kawasan Jalan MH Thamrin hingga Sudirman memperlihatkan pemandangan tak biasa—lautan payung berbagai warna mendadak mewarnai trotoar jalanan ibu kota. Para pejalan kaki, pekerja kantoran, hingga pengemudi ojek online tampak bersusah payah melindungi kulit mereka dari paparan sinar ultra violet yang membakar. Termometer menunjukkan angka 35 derajat Celsius, namun panas yang dirasakan di permukaan kulit jauh lebih tinggi akibat tingkat kelembapan udara yang fluktuatif.

Mengapa Jakarta Terasa Semakin Memanggang?

Fenomena cuaca panas yang melanda Jakarta bukan sekadar kenaikan suhu biasa. Kombinasi antara puncak musim kemarau, minimnya tutupan awan, dan tingginya intensitas radiasi matahari menjadi pemicu utama. Selain itu, Jakarta juga mengalami efek yang dikenal sebagai Urban Heat Island, di mana bangunan beton menjulang tinggi, aspal jalanan, serta emisi kendaraan bermotor menyerap dan memantulkan kembali panas ke lingkungan sekitarnya.

"Panasnya sungguh menyengat, padahal baru jam 10 pagi. Kalau tidak pakai payung atau jaket tipis, kulit rasanya seperti ditusuk-tusuk," ujar Rina, salah seorang pekerja swasta yang saban hari melintasi kawasan MH Thamrin.

Berikut adalah gambaran perbandingan suhu udara terukur di beberapa wilayah DKI Jakarta beserta perkiraan suhu yang dirasakan langsung oleh tubuh (RealFeel):

Wilayah Suhu Terukur (°C) Suhu Terasa / RealFeel (°C) Tingkat Radiasi UV
Jakarta Pusat 35°C 39°C Sangat Tinggi
Jakarta Selatan 34°C 38°C Tinggi
Jakarta Utara 35°C 40°C Sangat Tinggi
Jakarta Barat 35°C 39°C Sangat Tinggi

Ancaman Kesehatan di Balik Cuaca Ekstrem

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa tutupan awan yang sangat minim di atas wilayah Jabodetabek menyebabkan sinar matahari langsung menembus ke permukaan bumi tanpa penghalang. Kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra dari masyarakat, terutama mereka yang beraktivitas di luar ruangan sepanjang hari.

Dokter spesialis penyakit dalam mengingatkan bahaya dehidrasi masif dan ancaman heat stroke yang bisa berakibat fatal jika gejala awalnya diabaikan begitu saja oleh warga.

"Ketika tubuh terpapar suhu ekstrem secara terus-menerus tanpa asupan cairan yang cukup, sistem pendingin alami tubuh akan gagal bekerja. Gejalanya dimulai dari pusing, mual, hingga lemas mendadak," ungkap dr. Handoko, pakar kesehatan masyarakat.

Langkah Praktis Menghadapi Cuaca Panas Ibu Kota

Untuk tetap aman dan produktif di tengah sengatan cuaca ekstrem ini, masyarakat diimbau melakukan beberapa tindakan pencegahan sederhana namun krusial:

  • Cukupi Kebutuhan Air Minum: Konsumsi minimal 2 hingga 3 liter air putih per hari untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang melalui keringat. Jauhi minuman berkafein atau beralkohol yang justru memicu dehidrasi.
  • Gunakan Pelindung Diri: Selalu bawa payung pelindung sinar UV, topi bertepi lebar, dan kacamata hitam saat beraktivitas di luar ruangan.
  • Oleskan Tabir Surya (Sunscreen): Gunakan tabir surya dengan minimal SPF 30+ pada area kulit yang terbuka setiap dua jam sekali.
  • Pilih Pakaian yang Tepat: Gunakan pakaian berwarna cerah, berbahan ringan, dan longgar agar sirkulasi udara di kulit tetap terjaga dengan baik.

Fenomena cuaca panas ini menjadi pengingat penting akan dampak perubahan iklim global yang kian nyata dirasakan di kawasan megapolitan. Sembari menunggu perubahan pola cuaca, menjaga kesehatan diri dan saling mengingatkan sesama pengguna jalan menjadi kunci agar kita tetap selamat di bawah teriknya langit Jakarta.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rina-wulandari

Product Reviewer. Mengulas software, aplikasi, dan tools produktivitas.

Comments (0)

User