Sep 19, 2026
Hukum

Jakarta — Program UMKM BISA Ekspor Catat Transaksi USD333 Juta

Bayangkan produk lokal hasil olahan tangan-tangan kreatif anak bangsa dari pelosok Nusantara kini bertengger manis di rak-rak toko luar negeri. Bukan sekad

Jakarta — Program UMKM BISA Ekspor Catat Transaksi USD333 Juta

Bayangkan produk lokal hasil olahan tangan-tangan kreatif anak bangsa dari pelosok Nusantara kini bertengger manis di rak-rak toko luar negeri. Bukan sekadar mimpi, lompatan besar ini kini menjadi kenyataan manis bagi ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Tanah Air. Melalui program andalan Kementerian Perdagangan bertajuk UMKM BISA Ekspor, denyut perdagangan mancanegara kian berdetak kencang membawa produk lokal menembus pasar global dengan angka transaksi yang membanggakan.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan kabar gembira mengenai performa transaksi yang melonjak drastis. Hanya dalam kurun waktu tujuh bulan, yakni dari Januari hingga Juli 2026, nilai transaksi yang berhasil dibukukan melalui program ini telah menyentuh angka fantastis, yaitu USD 333 juta. Angka ini melonjak tajam jika dibandingkan dengan perolehan sepanjang tahun 2025 yang tercatat sebesar USD 134,8 juta.

Melompat Tinggi: Perbandingan Capaian Nilai Transaksi

Pertumbuhan pesat yang dicapai dalam waktu kurang dari satu tahun ini menunjukkan betapa besarnya potensi produk UMKM Indonesia di mata dunia internasional. Jangkauan pasar yang semakin luas dan strategi fasilitas yang makin presisi membuat produk lokal tidak lagi dipandang sebelah mata dalam peta perdagangan dunia. Berikut adalah perbandingan singkat capaian nilai transaksi program UMKM BISA Ekspor:

Periode Transaksi Nilai Transaksi (USD) Keterangan
Sepanjang Tahun 2025 USD 134,8 Juta Capaian penuh dalam satu tahun
Januari – Juli 2026 USD 333 Juta Lonjakan signifikan hanya dalam 7 bulan

Jaringan Perwakilan Luar Negeri Sebagai Ujung Tombak

Lantas, apa rahasia di balik kesuksesan lompatan transaksi eksponensial ini? Kuncinya terletak pada optimalisasi jaringan perwakilan perdagangan Indonesia yang tersebar di berbagai belahan dunia. Kementerian Perdagangan mengoperasikan 46 kantor perwakilan perdagangan yang terdiri dari Atase Perdagangan (Atdag) serta Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di 33 negara tujuan ekspor.

Saat memberikan keterangan di Kantor Kemendag, Jakarta, Menteri Perdagangan Budi Santoso membeberkan antusiasmenya atas efektivitas jaringan ini dalam menjembatani pelaku usaha lokal dengan para pembeli potensial.

"Nah tahun lalu transaksinya itu mencapai USD134,8 juta. Nah sekarang, Januari-Juli itu sudah mencapai USD333 juta. Kita itu ada 46 perwakilan Atase Perdagangan dan ITPC di 33 negara," ujar Budi Santoso dengan penuh optimisme.

Keberadaan para perwakilan perdagangan ini berfungsi tidak hanya sebagai perpanjangan tangan pemerintah, tetapi juga sebagai scout atau pemandu pasar yang aktif berburu peluang usaha bagi pelaku lokal agar mampu bersaing secara sehat.

Mekanisme Mudah: Dari Presentasi Daring Hingga Transaksi Nyata

Proses pendampingan yang diberikan Kementerian Perdagangan juga dirancang serba praktis dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Pelaku UMKM tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk langsung terbang ke luar negeri demi memamerkan produk-produk unggulan mereka.

Sistem pendampingan dan fasilitasi ekspor ini mencakup beberapa tahapan strategis:

  • Presentasi Produk Secara Daring: Pelaku usaha dapat mempresentasikan keunggulan produk mereka secara langsung melalui pertemuan virtual kepada para perwakilan perdagangan di negara tujuan.
  • Kurasi dan Pemetaan Pasar: Tim perwakilan (Atdag dan ITPC) menilai serta menyesuaikan kualifikasi produk dengan kebutuhan dan tren pasar di negara setempat.
  • Matchmaking dengan Buyer: Petugas perwakilan aktif mencarikan dan menghubungkan UMKM secara langsung dengan pembeli potensial (buyer) yang kredibel.
  • Pendampingan Negosiasi: Pelaku usaha mendapatkan bimbingan teknis hingga kesepakatan dagang berhasil ditandatangani.

Dengan strategi yang terstruktur ini, hambatan komunikasi dan minimnya jaringan yang selama ini menjadi momok bagi UMKM perlahan dapat terkikis. Keberhasilan menembus pasar internasional ini membuktikan bahwa kualitas produk buatan lokal memiliki daya saing yang sangat tinggi di tingkat global. Diharapkan momentum positif ini terus berlanjut hingga akhir tahun demi menyokong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS galih-pratama

Editor Teknologi. Mantan software engineer. Meliput AI, cloud, dan transformasi digital.

Comments (0)

User