Sep 19, 2026
Hukum

JAKARTA — Pramono Kaji Usulan CFD Digelar Sabtu dan Minggu

Warga Jakarta berpotensi menikmati ruang bebas kendaraan bermotor lebih leluasa di akhir pekan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan tengah memp

JAKARTA — Pramono Kaji Usulan CFD Digelar Sabtu dan Minggu

Warga Jakarta berpotensi menikmati ruang bebas kendaraan bermotor lebih leluasa di akhir pekan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan tengah mempertimbangkan secara matang usulan agar pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) diperluas menjadi dua hari, yakni pada hari Sabtu dan Minggu.

Wacana ini pertama kali mencuat setelah adanya dorongan dari Kementerian Lingkungan Hidup guna menekan emisi gas buang kendaraan serta memperluas ruang terbuka bagi masyarakat berolahraga dan berinteraksi.

Usulan Perluasan demi Kualitas Udara Ibu Kota

Gagasan menggelar CFD pada Sabtu dan Minggu disambut secara terbuka oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Mengingat tantangan polusi udara yang masih menjadi momok bagi warga metropolitan, penambahan durasi bebas kendaraan dinilai sebagai salah satu langkah strategis yang bisa diuji coba.

"Kami tentu menyambut baik setiap usulan konstruktif, termasuk penyelenggaraan CFD selama dua hari. Namun, semua aspek teknis, rekayasa lalu lintas, dan dampak ekonominya harus dihitung secara komprehensif," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta.

Tahapan Evaluasi Pemprov DKI Jakarta

Untuk menindaklanjuti rencana tersebut, Pemprov DKI Jakarta telah menyusun sejumlah langkah kajian teknis sebelum mengambil keputusan final:

  1. Koordinasi Lintas Sektoral: Menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ditlantas Polda Metro Jaya, dan pemangku kepentingan terkait guna memetakan jalur alternatif.
  2. Simulasi Rekayasa Lalu Lintas: Melakukan kajian arus kendaraan di koridor utama Sudirman-Thamrin pada hari Sabtu pagi, agar aktivitas ekonomi dan perkantoran tidak terganggu secara signifikan.
  3. Kajian Integrasi Transportasi Publik: Memastikan armada TransJakarta, MRT, dan LRT Jakarta siap mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat tanpa kendaraan pribadi.
  4. Dialog dengan Pelaku Usaha: Menjaring masukan dari pemilik gedung, perhotelan, dan pusat perbelanjaan di sepanjang jalur protokol.

Menyeimbangkan Kebugaran Publik dan Mobilitas Kota

Pelaksanaan CFD di kawasan Sudirman-Thamrin selama ini telah menjadi gaya hidup mingguan bagi ratusan ribu warga ibu kota. Selain sarana olahraga, ajang ini juga menghidupkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Meski demikian, hari Sabtu memiliki karakteristik lalu lintas yang berbeda dibandingkan hari Minggu karena masih banyaknya sektor usaha yang beroperasi.

Dinas Perhubungan DKI Jakarta berencana melakukan survei preferensi publik guna melihat animo riil masyarakat. Beberapa poin penting yang menjadi perhatian utama meliputi:

  • Durasi Waktu: Penyesuaian jam operasional CFD khusus hari Sabtu agar berakhir lebih awal dari jadwal hari Minggu.
  • Akses Logistik dan Darurat: Pengaturan ketat jalur ambulans, kendaraan dinas darurat, serta akses logistik perhotelan.
  • Penataan Titik UMKM: Zonasi tertib bagi pedagang kaki lima agar tidak mengokupasi jalur pesepeda dan pejalan kaki.

Keputusan resmi mengenai uji coba penambahan hari CFD ini ditargetkan rampung setelah hasil analisis dampak lalu lintas dan lingkungan diserahkan kepada Gubernur.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User