Sep 19, 2026
Hukum

JAKARTA — Pramono Anung Siapkan Transportasi Gratis Pelajar Lewat Kartu KLG

Suasana pagi di Jakarta selalu diwarnai deru mesin kendaraan dan ribuan siswa yang berpacu dengan waktu menuju sekolah. Bagi para orang tua, selain memikir

JAKARTA — Pramono Anung Siapkan Transportasi Gratis Pelajar Lewat Kartu KLG

Suasana pagi di Jakarta selalu diwarnai deru mesin kendaraan dan ribuan siswa yang berpacu dengan waktu menuju sekolah. Bagi para orang tua, selain memikirkan biaya pendidikan dan perlengkapan sekolah, ongkos transportasi harian sering kali menjadi beban anggaran yang tidak sedikit. Menjawab keresahan tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung menghadirkan angin segar bagi seluruh warga ibu kota. Sebuah terobosan baru diluncurkan untuk memangkas beban ekonomi keluarga melalui penggratisan layanan transportasi umum bagi pelajar.

Skema Kartu Layanan Gratis (KLG) untuk Pelajar

Kebijakan strategis ini direalisasikan melalui program Kartu Layanan Gratis (KLG), sebuah fasilitas integrasi pembiayaan yang dirancang khusus agar para siswa dapat menikmati seluruh moda transportasi publik secara cuma-cuma. Program KLG menyasar pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), baik sekolah negeri maupun swasta di wilayah DKI Jakarta.

Melalui kartu ini, para pelajar cukup memindai kartu saat hendak menggunakan fasilitas transportasi publik utama Jakarta. Layanan yang tercakup dalam program ini sangat komprehensif, mencakup armada TransJakarta (BRT dan non-BRT), MRT Jakarta, LRT Jakarta, hingga angkutan lingkungan Microtrans (JakLingko).

"Kami ingin memastikan tidak ada lagi anak-anak di Jakarta yang kesulitan atau terkendala pergi ke sekolah hanya karena urusan ongkos angkutan. Pendidikan harus diakses dengan mudah, dan mobilitas adalah kunci utamanya," tegas Pramono Anung saat memaparkan program penggratisan transportasi umum tersebut.

Langkah berani ini mendapatkan apresiasi luas dari pengamat kebijakan publik dan transportasi. "Ini bukan sekadar soal menghemat uang saku anak sekolah, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun budaya baru menggunakan kendaraan umum sejak dini," puji salah satu pakar tata kota.

Dampak Ekonomi: Penghematan Signifikan Anggaran Keluarga

Sebelum perluasan program KLG ini, rata-rata orang tua murid harus mengalokasikan anggaran harian antara Rp15.000 hingga Rp30.000 per anak hanya untuk pengeluaran transportasi pergi-pulang sekolah. Dengan kehadiran KLG, pengeluaran rutin tersebut dapat dipangkas hingga nol rupiah.

Berikut adalah rincian perbandingan estimasi pengeluaran transportasi pelajar sebelum dan sesudah berlakunya program KLG:

Moda Transportasi Utama Ongkos Normal (PP/Hari) Pengeluaran Bulanan (Sebelum) Pengeluaran Bulanan (Dengan KLG)
Microtrans + TransJakarta Rp7.000 Rp140.000 Rp0 (Gratis)
TransJakarta + MRT Jakarta Rp20.000 Rp400.000 Rp0 (Gratis)
LRT Jakarta + TransJakarta Rp25.000 Rp500.000 Rp0 (Gratis)

Berdasarkan data simulasi di atas, sebuah keluarga yang memiliki dua anak sekolah berpotensi menghemat pengeluaran hingga Rp800.000 hingga Rp1.000.000 setiap bulannya. Alokasi dana yang terhemat ini dapat dialihkan orang tua untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, kegiatan ekstrakurikuler, maupun tabungan pendidikan masa depan.

Mengurangi Kemacetan dan Mendorong Kebiasaan Ramah Lingkungan

Selain membawa dampak ekonomi langsung pada skala rumah tangga, kebijakan transportasi gratis ini diproyeksikan mampu mengurangi volume kendaraan pribadi di jalan-jalan protokol Jakarta pada jam padat pagi dan sore hari. Selama ini, aktivitas pengantaran siswa menggunakan sepeda motor maupun mobil pribadi menyumbang persentase kemacetan yang lumayan tinggi di sekitar area persekolahan.

Dengan hadirnya jaminan transportasi umum yang aman, terintegrasi, dan gratis, para siswa diimbau untuk beralih menggunakan angkutan publik. Kebijakan ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi mobilitas, tetapi juga membentuk generasi muda Jakarta yang lebih mandiri, ramah lingkungan, serta terbiasa memanfaatkan transportasi massal.

Kebijakan ini diperkirakan bisa menghemat pengeluaran keluarga hingga Rp1 juta per bulan. Baca selengkapnya di tautan berikut! [link] Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadirkan program Kartu Layanan Gratis (KLG). Lewat fasilitas ini, para siswa SD hingga SMA/SMK bisa menggunakan angkutan umum tanpa biaya. 📌 Highlight Utama: - Berlaku untuk TransJakarta, MRT, LRT, dan Microtrans (JakLingko). - Menghemat pengeluaran orang tua hingga Rp800 ribu - Rp1 juta/bulan. - Bertujuan mengurangi kemacetan dan mendorong penggunaan angkutan massal. Baca ulasan lengkapnya di sini: [link]

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS galih-pratama

Editor Teknologi. Mantan software engineer. Meliput AI, cloud, dan transformasi digital.

Comments (0)

User