Sep 19, 2026
Hukum

JAKARTA — Pokana Salurkan 60 Ribu Masker untuk Korban Bencana Alam

Indonesia kembali diuji oleh deretan bencana alam yang terjadi secara bersusulan di berbagai wilayah. Mulai dari ancaman hujan abu vulkanik yang melanda ka

JAKARTA — Pokana Salurkan 60 Ribu Masker untuk Korban Bencana Alam

Indonesia kembali diuji oleh deretan bencana alam yang terjadi secara bersusulan di berbagai wilayah. Mulai dari ancaman hujan abu vulkanik yang melanda kawasan Jabodetabek dan Banten, selimut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga guncangan gempa bumi yang meretakkan pemukiman warga di Nusa Tenggara Timur (NTT). Di tengah situasi darurat tersebut, krisis udara bersih dan perlindungan kesehatan menjadi isu krusial yang kerap luput dari perhatian utama.

Merespons kondisi krisis ini, aksi kepedulian nyata ditunjukkan oleh merek perlindungan kesehatan lokal, Pokana. Melalui program tanggap darurat kemanusiaan, sebanyak 60.000 masker kesehatan telah disalurkan secara bertahap kepada masyarakat terdampak di berbagai titik lokasi bencana di seluruh Indonesia.

Perlindungan Pernapasan di Tengah Kepungan Debu dan Asap

Saat bencana alam terjadi, risiko penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) meningkat drastis. Partikel mikroskopis dari abu vulkanik dan asap karhutla sangat berbahaya jika terhirup terus-menerus oleh balita, lansia, maupun orang dewasa. Pembagian puluhan ribu masker ini diharapkan mampu menjadi benteng pertahanan pertama bagi para penyintas.

"Kami menyadari bahwa saat bencana melanda, kebutuhan akan perlindungan pernapasan sangat mendesak namun sering kali sulit didapatkan oleh korban di lapangan. Inisiatif ini adalah bentuk empati dan tanggung jawab sosial kami agar para pengungsi tetap terlindungi dari risiko penyakit pernapasan," ujar perwakilan tim aksi kemanusiaan Pokana.

Pemetaan Distibusi Bantuan Kemanusiaan

Penyaluran 60.000 masker Pokana ini tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan melalui pemetaan wilayah terdampak paling parah agar tepat sasaran. Kolaborasi dilakukan bersama relawan lokal dan lembaga kemanusiaan di area konflik bencana.

Wilayah Target Jenis Bencana Fokus Perlindungan
Jabodetabek & Banten Erupsi / Abu Vulkanik Partikel debu halus di udara bebas
Wilayah Karhutla (Sumatra/Kalimantan) Kebakaran Hutan & Lahan Smog dan kepungan asap tebal
Nusa Tenggara Timur (NTT) Gempa Bumi Debu reruntuhan bangunan & posko pengungsian

Bagi para pengungsi gempa di NTT, masker tidak hanya berfungsi menghalau debu dari reruntuhan bangunan yang roboh, tetapi juga menjadi alat proteksi sanitasi standar di dalam tenda-tenda pengungsian yang padat. Kondisi lingkungan pengungsian yang minim fasiltas sering kali memicu penularan penyakit antarpenyintas dengan sangat cepat.

Merawat Harapan dan Kesehatan Masyarakat Terdampak

Senyum dan rasa lega mulai terpancar dari wajah para warga saat menerima bantuan alat pelindung diri tersebut. Kehadiran bantuan logistik kesehatan ini memberi dorongan moril bagi masyarakat yang sedang berjuang menata kembali kehidupan mereka pascabencana. Bagi mereka, selembar masker berarti kesempatan untuk bisa bERNAPAS LEBIH TENANG di tengah situasi sulit.

Langkah nyata ini diharapkan dapat memicu gelombang kepedulian dari sektor swasta lainnya untuk terus mengulurkan tangan. Penanganan bencana alam di Indonesia memang membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat, berkelanjutan, dan cepat tanggap demi memastikan keselamatan serta kesehatan seluruh rakyat Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User