Sep 20, 2026
Nasional

JAKARTA — Menhub Prihatin Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Kabar kurang mengenakkan datang dari kawasan perairan Selat Sunda. Suasana kecemasan mendalam kini meliputi dunia pers Tanah Air setelah dilaporkan sebanya

JAKARTA — Menhub Prihatin Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Kabar kurang mengenakkan datang dari kawasan perairan Selat Sunda. Suasana kecemasan mendalam kini meliputi dunia pers Tanah Air setelah dilaporkan sebanyak lima orang jurnalis kehilangan kontak saat menjalankan tugas jurnalistik peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK). Kabar hilang kontak ini pun langsung memicu perhatian publik nasional serta respon cepat dari jajaran pemerintah.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi secara terbuka menyampaikan rasa keprihatinan yang sangat mendalam atas musibah yang menimpa para insan pers tersebut. Menhub menegaskan bahwa pihak Kementerian Perhubungan telah menginstruksikan seluruh jajaran terkait, khususnya Kesatuan Pengawasan Laut dan Pantai (KPLP) serta instansi maritim setempat, untuk bergerak cepat membantu proses pemantauan dan penyisiran di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau.

Respon Cepat dan Koordinasi Tim Penyelamat

Pencarian terhadap lima jurnalis yang hilang kontak kini menjadi fokus prioritas tim penyelamat gabungan. Menurut Menhub Dudy Purwagandhi, keselamatan para pekerja media yang bertaruh nyawa demi menyajikan informasi akurat kepada publik adalah hal paling utama saat ini. Oleh karena itu, Kemenhub terus berkoordinasi erat dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), TNI Angkatan Laut, hingga Polairud.

"Kami menyampaikan keprihatinan yang sangat mendalam atas kejadian hilang kontaknya rekan-rekan jurnalis. Kami telah memerintahkan tim armada patroli maritim untuk mengoptimalkan pemantauan jalur laut dan terus berkoordinasi dengan Basarnas demi memastikan keberadaan mereka," tegas Menhub Dudy.

Medan Ekstrem Perairan Selat Sunda

Kawasan perairan Gunung Anak Krakatau dikenal memiliki dinamika cuaca dan laut yang sangat ekstrem. Erupsi berkala, hembusan abu vulkanik, hingga tinggi gelombang yang tidak menentu kerap menjadi tantangan mematikan bagi siapa saja yang mendekati pulau gunung api aktif tersebut. Peliputan di area rawan bencana seperti ini membutuhkan kewaspadaan ekstra tinggi serta kesiapan sarana navigasi yang mumpuni.

"Tugas jurnalistik di kawasan rawan bencana selalu membawa risiko yang sangat besar. Namun keselamatan jiwa harus selalu ditempatkan di atas segalanya," ungkap salah satu pengamat keselamatan maritim saat mengomentari kejadian ini.

Indikator Ringkasan Detail Informasi
Status Korban 5 Jurnalis Hilang Kontak
Lokasi Peliputan Perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda
Instansi Terlibat SAR Kemenhub (KPLP), Basarnas, TNI AL, Polairud
Fokus Tindakan Ops Penyisiran maritim & pemantauan frekuensi komunikasi

Imbauan Keselamatan Bagi Insan Pers di Area Bencana

Peristiwa memprihatinkan ini menjadi pengingat keras bagi seluruh perusahaan media dan awak wartawan yang bertugas di lapangan. Mengingat cuaca ekstrem dan aktivitas vulkanik yang sulit diprediksi, SOP keselamatan (safety protocol) serta penggunaan alat pelampung dan alat komunikasi darurat mutlak dipatuhi sebelum mendekati lokasi rawan.

Kementerian Perhubungan juga mengimbau kepada seluruh nakhoda kapal dan armada laut yang melintas di kawasan Selat Sunda untuk segera melapor jika menemukan petunjuk atau tanda-tanda keberadaan kapal yang ditumpangi para jurnalis tersebut. Hingga saat ini, proses penyisiran terus dilakukan secara intensif. Doa dan harapan mengalir deras agar lima jurnalis tersebut segera ditemukan dalam kondisi selamat dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga serta kerabat tercinta.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User