Sep 18, 2026
Bangka Belitung

JAKARTA — Konsumen RI Masih Pertimbangkan Harga dan Baterai Mobil Listrik

Tren adopsi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Indonesia terus menunjukkan grafik peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Kendati demikian,

JAKARTA — Konsumen RI Masih Pertimbangkan Harga dan Baterai Mobil Listrik

Tren adopsi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Indonesia terus menunjukkan grafik peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Kendati demikian, antusiasme masyarakat untuk benar-benar beralih dari mobil konvensional berbahan bakar minyak ke mobil listrik murni masih dibayangi oleh sejumlah keraguan mendasar. Dua faktor utama yang paling menyita perhatian calon konsumen Tanah Air adalah tingginya harga beli awal serta daya tahan baterai dalam jangka panjang.

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, membeli kendaraan roda empat bukan sekadar untuk mobilitas harian, melainkan juga instrumen aset yang memiliki nilai jual kembali (resale value). Ketika dihadapkan pada mobil listrik, konsumen masih menimbang secara cermat apakah investasi awal yang mereka keluarkan sebanding dengan efisiensi biaya operasional ke depan.

"Masyarakat kita sangat rasional dalam urusan otomotif. Mereka melihat kesiapan infrastruktur pengisian daya, kepastian usia pakai baterai, dan tentunya harga beli yang saat ini dinilai masih berada di atas rata-rata mobil keluarga segmen menengah," ungkap salah satu pengamat otomotif nasional.

Faktor Harga dan Ketakutan Depresiasi Nilai Jual

Hingga kini, harga mobil listrik berbasis baterai di pasar domestik masih didominasi oleh segmen menengah ke atas. Meskipun pemerintah telah mengucurkan beragam insentif pajak, banderol mobil listrik baru rata-rata masih berada di atas Rp300 juta hingga miliaran rupiah, jauh melampaui kemampuan segmen first-time buyers yang mendominasi pasar otomotif Indonesia.

Selain harga awal, ketidakpastian nilai jual bekas mobil listrik juga menjadi pertimbangan serius. Calon pembeli khawatir nilai depresiasi mobil listrik akan jatuh drastis saat baterai mulai mengalami degradasi performa setelah beberapa tahun pemakaian.

Kekhawatiran Daya Tahan dan Biaya Penggantian Baterai

Komponen baterai merupakan 'jantung' sekaligus komponen termahal pada sebuah mobil listrik, dengan porsi mencapai 35 hingga 50 persen dari total nilai jual kendaraan. Hal inilah yang memicu kekhawatiran konsumen terkait biaya tak terduga jika suatu saat baterai mengalami kerusakan di luar masa garansi.

Meski sebagian besar pabrikan kini menawarkan garansi baterai mulai dari 8 tahun hingga seumur hidup dengan syarat dan ketentuan tertentu, edukasi mengenai siklus pengisian daya (charging cycle) dan tingkat degradasi baterai di iklim tropis Indonesia masih perlu ditingkatkan.

Kronologi Transformasi Ekosistem EV di Indonesia

Untuk memetakan bagaimana respon pasar terbentuk hingga hari ini, berikut tahapan perkembangan ekosistem mobil listrik di Indonesia:

  1. Fase Pengenalan (2019–2021): Diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 yang menjadi fondasi percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, disusul masuknya model-model EV premium.
  2. Fase Ekspansi Model Terjangkau (2022–2023): Masuknya pabrikan global yang merakit lokal mobil listrik dengan harga lebih kompetitif di bawah Rp400 juta, yang mulai menarik minat konsumen perkotaan.
  3. Fase Penguatan Infrastruktur (2024–Sekarang): Masifnya penambahan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di jalur tol trans Jawa-Sumatera serta dimulainya operasional pabrik sel baterai domestik untuk menekan ongkos produksi.

Kesiapan Konsumen Menuju Era Elektrifikasi Penuh

Ke depan, percepatan adopsi mobil listrik di Indonesia sangat bergantung pada kolaborasi antara regulator dan produsen. Upaya menurunkan harga komponen baterai melalui hilirisasi nikel lokal dinilai menjadi kunci utama agar mobil listrik bisa menyentuh rentang harga yang lebih ramah di kantong masyarakat luas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User