Sep 19, 2026
Hukum

JAKARTA — Hary Tanoesoedibjo Minta POBSI Daerah Perbanyak Turnamen Biliar Lokal

Olahraga biliar di Indonesia kini bukan lagi sekadar hiburan pengisi waktu luang di akhir pekan, melainkan sudah menjelma menjadi cabang olahraga prestasi

JAKARTA — Hary Tanoesoedibjo Minta POBSI Daerah Perbanyak Turnamen Biliar Lokal

Olahraga biliar di Indonesia kini bukan lagi sekadar hiburan pengisi waktu luang di akhir pekan, melainkan sudah menjelma menjadi cabang olahraga prestasi yang sangat menjanjikan. Melihat tren positif dan antusiasme masyarakat yang kian meningkat, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (PB POBSI), Hary Tanoesoedibjo, mengimbau seluruh Pengurus Provinsi (Pengprov) POBSI di Tanah Air untuk lebih agresif dan aktif menggelar kompetisi di tingkat daerah. Langkah ini dinilai sebagai kunci utama dalam menjaring bibit-bibit muda potensial yang selama ini belum terjangkau oleh pemantauan tingkat nasional.

Mendorong Desentralisasi Kompetisi untuk Regenerasi Atlet

Dalam pandangan Hary Tanoesoedibjo, pemerataan turnamen di tingkat daerah sangat krusial untuk membangun fondasi pembinaan yang berkelanjutan. Selama ini, pusat-pusat kejuaraan biliar sering kali terkonsentrasi di kota-kota besar atau level nasional saja. Akibatnya, banyak atlet berbakat di daerah yang kesulitan mendapatkan panggung untuk menguji keahlian dan mengasah mental bertanding mereka. Dengan mendorong Pengprov POBSI lebih aktif melahirkan kejuaraan lokal, jangkauan pencarian bakat akan menjadi jauh lebih luas dan merata.

PB POBSI menargetkan seluruh 38 Pengprov POBSI aktif menyelenggarakan kompetisi berkala sepanjang tahun. Hary menekankan bahwa jam terbang dalam sebuah turnamen resmi adalah cara paling efektif untuk menggembleng kualitas bertanding para pemuda. Tanpa kompetisi yang rutin, latihan intensif yang dijalani para atlet tidak akan membuahkan hasil maksimal saat mereka diterjunkan ke arena internasional.

"Kompetisi adalah urat nadi dari pembinaan olahraga prestasi. Kita tidak bisa mengharapkan lahirnya juara dunia jika di tingkat daerah saja turnamen sangat minim. Pengprov harus menjadi ujung tombak dalam menciptakan ruang-ruang kompetisi bagi para atlet muda," ungkap Hary Tanoesoedibjo.

Langkah Strategis Pengembangan Biliar di Tingkat Daerah

Untuk memastikan imbauan ini berjalan efektif dan terstruktur, PB POBSI telah merancang roadmap pengembangan biliar daerah yang wajib diimplementasikan oleh setiap pengurus provinsi secara bertahap:

  1. Pemetaan dan Pendataan Atlet Lokal: Langkah awal dimulai dengan melakukan inventarisasi klub-klub biliar lokal serta mendata atlet-atlet potensial dari usia dini hingga level senior di setiap kabupaten/kota.
  2. Penyelenggaraan Kejurda Berkelanjutan: Pengprov diwajibkan mengagenda Kejuaraan Daerah (Kejurda) minimal 4 hingga 6 kali dalam setahun untuk menjaga iklim kompetisi tetap hangat dan kompetitif.
  3. Integrasi Poin ke Ranking Nasional: Setiap turnamen resmi daerah yang memenuhi standar teknis POBSI akan diintegrasikan dengan sistem pemeringkatan nasional, sehingga atlet daerah memiliki jalan yang jelas menuju Tim Nasional.
  4. Sertifikasi Pelatih dan Wasit Daerah: Seiring dengan makin banyaknya turnamen, PB POBSI juga memperbanyak pelatihan untuk meningkatkan kualitas pelatih dan wasit bersertifikasi di tingkat provinsi.

Analisis Perubahan Target Pembinaan POBSI

Guna memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai arah kebijakan baru ini, berikut adalah tabel perbandingan antara kondisi pembinaan daerah sebelumnya dengan target baru yang ditetapkan oleh PB POBSI:

Parameter Pembinaan Kondisi Sebelumnya Target Baru PB POBSI
Frekuensi Turnamen Daerah 1-2 kali per tahun (Insidental) Minimal 4-6 kali per tahun (Terjadwal)
Sistem Pemeringkatan Terpisah di tiap daerah Terintegrasi dengan Sistem Ranking Nasional
Fokus Usia Pembinaan Dominan atlet senior Fokus pada Kategori Usia Dini (U-17 & U-21)
Keterlibatan Industri Lokal Sangat terbatas Kemitraan aktif dengan rumah biliar & sponsor lokal

Sinergi dengan Industri Rumah Biliar Lokal

Selain mengandalkan peran Pengprov POBSI, keberhasilan program desentralisasi ini juga sangat bergantung pada sinergi yang kuat dengan para pengusaha rumah biliar di daerah. Saat ini, rumah biliar telah mengalami pergeseran citra menjadi tempat olahraga yang modern, bersih, dan ramah keluarga. Momentum positif ini harus dimanfaatkan oleh pengurus daerah untuk menjalin kerja sama strategis, seperti menjadikan rumah biliar komersial sebagai venue latihan resmi maupun lokasi pertandingan kejuaraan daerah.

Dengan adanya dukungan infrastruktur dari pihak swasta dan manajemen kompetisi yang profesional dari POBSI daerah, industri biliar nasional diyakini akan tumbuh melesat. Target jangka panjang dari langkah agresif ini adalah melahirkan atlet-atlet biliar Indonesia yang mampu mendominasi ajang multievent internasional seperti SEA Games, Asian Games, hingga menembus jajaran papan atas kejuaraan dunia biliar bola 9 maupun bola 10.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS salsa-bintari

Reporter Startup. Meliput ekosistem startup Indonesia, venture capital, dan unicorn.

Comments (0)

User