Sep 22, 2026
Hukum

JAKARTA — DPR Desak Tim SAR Optimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang

Kabar prihatin datang dari kawasan perairan Selat Sunda. Sebanyak 5 jurnalis dilaporkan hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan di kawasan Gunung An

JAKARTA — DPR Desak Tim SAR Optimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang

Kabar prihatin datang dari kawasan perairan Selat Sunda. Sebanyak 5 jurnalis dilaporkan hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan di kawasan Gunung Anak Krakatau sejak Senin, 7 September 2026. Kejadian ini langsung memicu perhatian publik dan respons cepat dari kalangan legislatif. Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB, Iman Sukri, secara tegas mendesak pemerintah dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) untuk mengoptimalkan serta memperluas jangkuan operasi pencarian korban.

Rombongan pekerja media tersebut diketahui tengah melakukan verifikasi lapangan dan pendokumentasian aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mengalami peningkatan status dalam beberapa pekan terakhir. Namun, kondisi cuaca buruk yang melanda perairan Selat Sunda diduga kuat menjadi pemicu terputusnya saluran komunikasi antara tim jurnalis dengan redaksi masing-masing di darat.

Kronologi Hilangnya Rombongan Jurnalis di Selat Sunda

Proses peliputan yang berujung pada peristiwa hilang kontak ini memiliki urutan waktu yang krusial untuk dipahami oleh tim penyelamat. Berikut adalah kronologi sementara berdasarkan laporan awal di lapangan:

  1. Senin (7/9/2026), Pukul 08.00 WIB: Rombongan lima jurnalis bertolak dari Pelabuhan Paku, Anyer, Kabupaten Serang, menggunakan perahu motor sewaan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
  2. Senin (7/9/2026), Pukul 14.30 WIB: Terjadi komunikasi terakhir via telepon satelit. Tim melaporkan bahwa perairan mulai dihantam gelombang tinggi dan pandangan terhalang kabut tebal.
  3. Senin (7/9/2026), Pukul 18.00 WIB: Seluruh saluran komunikasi mati total. Perahu tidak kunjung kembali ke dermaga sesuai jadwal yang disepakati.
  4. Selasa (8/9/2026), Pukul 06.00 WIB: Operasi SAR Gabungan secara resmi dibuka menyusul laporan resmi dari pihak keluarga dan institusi media korban.

Desakan Komisi I DPR RI dan Evaluasi Keselamatan Peliputan

Menanggapi peristiwa darurat ini, Anggota Komisi I DPR RI Iman Sukri menegaskan pentingnya komitmen negara dalam melindungi keselamatan para jurnalis yang bertugas di area berisiko tinggi. Menurutnya, periode golden time dalam operasi pencarian dan penyelamatan harus dimanfaatkan semaksimal mungkin dengan mengerahkan seluruh alutsista yang memadai.

"Kami meminta Basarnas, TNI AL, dan Polairud bergerak cepat serta mengerahkan fasilitas pencarian udara dan laut secara maksimal. Lima jurnalis tersebut sedang menjalankan tugas jurnalistik untuk kepentingan publik. Negara harus hadir memberikan upaya pencarian terbaik," ujar Iman Sukri dalam keterangannya kepada media di Jakarta.

Parameter Operasi Rincian Informasi Lapangan
Total Korban Hilang 5 Orang (Awak Media / Jurnalis)
Lokasi Terakhir Terdeteksi Perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda
Unsur Tim SAR Basarnas Banten, TNI AL, Polairud, Nelayan Lokal
Kondisi Cuaca Lapangan Gelombang Laut 2,5 – 4,0 Meter, Angin Kencang

Tantangan Cuaca Ekstrem dan Zona Bahaya Krakatau

Pencarian di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau memang memiliki tantangan geografis yang tidak mudah. Selain ombak besar khas Selat Sunda, arus bawah laut yang kuat serta material vulkanik dapat menyulitkan visibilitas tim penyisir. Oleh karena itu, koordinasi intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta PVMBG menjadi kunci penting.

Iman Sukri juga mengingatkan agar seluruh perusahaan media terus memperketat standar operasional prosedur (SOP) keselamatan bagi awak jurnalis yang ditugaskan di wilayah bencana. Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih terus menyisir koordinat sekitar Pulau Sertung dan Pulau Panjang untuk menemukan keberadaan lima jurnalis tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User