Di tengah derasnya arus globalisasi dan dinamika industri pariwisata tanah air yang kian berkembang pesat, penguatan nilai-nilai kebangsaan menjadi benteng utama bagi generasi muda. Langkah nyata dalam menjaga identitas nasional ini ditunjukkan secara konsisten oleh civitas akademika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI). Salah satu pengajar terbaiknya, Donna Ekawaty, yang merupakan dosen Program Studi Pariwisata UBSI, resmi menyelesaikan program Training of Trainers (ToT) Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Angkatan 41 yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI).
Pelatihan tingkat nasional yang berlangsung intensif ini dirancang khusus untuk membekali para pendidik dan profesional agar mampu menjadi agen perubahan. Mereka ditempa untuk menyebarkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam empat konsensus dasar bangsa, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Bagi Donna, pencapaian ini bukan sekadar gelar kelulusan pelatihan biasa, melainkan sebuah amanah besar untuk mengintegrasikan wawasan kebangsaan ke dalam kurikulum pendidikan vokasi pariwisata.
Integrasi Nilai Kebangsaan dalam Industri Pariwisata
Sektor pariwisata Indonesia tidak hanya berbicara soal keindahan panorama alam atau kemewahan fasilitas pendukung, melainkan juga tentang bagaimana kearifan lokal dan identitas bangsa dipresentasikan secara bermartabat kepada dunia internasional. Melalui pelatihan dari Lemhannas RI ini, Donna Ekawaty berkomitmen untuk membawa perspektif baru dan mendalam ke dalam ruang-ruang perkuliahan di UBSI.
"Pariwisata adalah etalase utama suatu bangsa. Ketika para mahasiswa dipersiapkan untuk terjun ke industri global ini, mereka tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis yang mumpuni, tetapi juga karakter kebangsaan yang kokoh agar mampu menjaga harkat dan martabat Indonesia," ungkap Donna dengan penuh rasa bangga.
Ia menekankan bahwa pemahaman kebangsaan yang kuat akan membentuk etika kerja yang berintegritas. "Karakter kebangsaan bukan sekadar teori di atas kertas, melainkan ruh yang menggerakkan pelayanan, keramahan, dan etika profesionalitas para insan pariwisata," tambahnya menegaskan.
Berikut adalah pemetaan bagaimana pilar-pilar kebangsaan diintegrasikan ke dalam pembelajaran ilmu pariwisata di lingkungan UBSI:
| Pilar Kebangsaan | Implementasi dalam Kurikulum Pariwisata |
|---|---|
| Pancasila | Penerapan etika pelayanan yang santun, adil, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. |
| UUD 1945 | Kesadaran hukum dalam menjaga kelestarian aset budaya dan perlindungan destinasi lokal. |
| NKRI | Penguatan kedaulatan ekonomi warga lokal melalui pengembangan pariwisata berkelanjutan. |
| Bhinneka Tunggal Ika | Penghormatan terhadap keberagaman tradisi wisatawan serta pemberdayaan masyarakat adat. |
Komitmen UBSI Mencetak SDM Unggul dan Berkarakter
Keikutsertaan dan keberhasilan dosen dalam ToT Lemhannas RI ini menjadi bukti nyata dari komitmen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) dalam mendukung peningkatan kualitas SDM tenaga pengajar. Perguruan tinggi yang dikenal dengan slogan "Kuliah...? BSI Aja...!!" ini terus mendorong para dosennya untuk tidak hanya unggul secara akademis dan penguasaan teknologi, tetapi juga memiliki kepekaan nasionalisme yang tajam.
Program ToT Angkatan 41 ini diikuti oleh puluhan peserta terpilih dari berbagai akademisi dan praktisi dari seluruh penjuru Indonesia. Keberhasilan Donna menyelesaikan seluruh rangkaian materi pelatihan diharapkan dapat memberikan dampak domino yang positif, baik bagi rekan sesama dosen maupun mahasiswa di lingkungan UBSI.
Mencetak Diplomat Budaya di Masa Depan
Tantangan pariwisata di era modern memerlukan lulusan yang tidak mudah tergerus oleh budaya asing, namun mampu bersaing secara global. Mahasiswa lulusan Prodi Pariwisata UBSI diharapkan dapat mengambil peran strategis sebagai "diplomat budaya". Mereka diharapkan tidak hanya lihai dalam mempromosikan destinasi wisata tanah air, tetapi juga mampu mencerminkan nilai-nilai kesopanan, keramahtamahan, dan rasa bangga sebagai orang Indonesia.
Dengan selesainya pelatihan kebangsaan ini, UBSI semakin optimistis melangkah sebagai lembaga pendidikan tinggi yang mampu mencetak lulusan berdaya saing global tanpa kehilangan akar nilai-nilai luhur Pancasila.
Donna Ekawaty, dosen Program Studi Pariwisata Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), resmi menyelesaikan Training of Trainers (ToT) Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Angkatan 41 Lemhannas RI. Integrasi nilai kebangsaan ini diharapkan mampu mencetak lulusan pariwisata yang tidak hanya ahli secara teknis, tetapi juga menjadi diplomat budaya Indonesia yang berintegritas. Simak ulasan lengkapnya di Beritaseputar.com!
Comments (0)