Sep 19, 2026
Nasional

JAKARTA — Dokter Peringatkan Bahaya Dehidrasi yang Merusak Jantung dan Ginjal

Pernahkah Anda merasa pusing tiba-tiba saat beraktivitas di tengah cuaca panas, lalu menganggapnya hanya lelah biasa? Hati-hati, bisa jadi tubuh Anda sedan

JAKARTA — Dokter Peringatkan Bahaya Dehidrasi yang Merusak Jantung dan Ginjal

Pernahkah Anda merasa pusing tiba-tiba saat beraktivitas di tengah cuaca panas, lalu menganggapnya hanya lelah biasa? Hati-hati, bisa jadi tubuh Anda sedang berada dalam kondisi krisis cairan. Di tengah kesibukan harian yang padat, banyak orang kerap meremehkan rasa haus dan menunda minum air murni. Padahal, kebiasaan buruk ini menyimpan bahaya laten yang siap mengintai organ-organ vital tubuh kita.

Spesialis gizi klinik, dr. Putri Sakti, M.Gizi, Sp.GK, AIFO-K, mengimbau masyarakat agar tidak lagi memandang sebelah mata persoalan dehidrasi. Menurutnya, kekurangan cairan tubuh tidak hanya memicu rasa haus atau tenggorokan kering, tetapi juga bisa berakibat fatal bagi kelangsungan fungsi organ-organ utama seperti jantung dan ginjal.

"Dehidrasi bukan sekadar masalah haus yang hilang setelah minum segelas air. Ketika tubuh kekurangan cairan, volume darah merosot, dan organ-organ vital terpaksa bekerja jauh lebih keras dari kapasitas normalnya. Dampak jangka panjangnya sangat berisiko memicu kerusakan permanen pada sistem kardiovaskular dan fungsi ginjal," ungkap dr. Putri Sakti saat memaparkan bahaya dehidrasi.

Beban Berat bagi Jantung dan Pembuluh Darah

Bagaimana dehidrasi bisa mengancam jantung? Saat konsumsi air berkurang secara drastis, volume plasma dalam darah akan menurun. Akibatnya, darah menjadi lebih pekat dan kental. Kondisi darah yang mengental ini memaksa jantung untuk memompa dengan tekanan lebih tinggi agar aliran darah tetap bisa menjangkau seluruh jaringan tubuh.

Dalam kondisi ini, detak jantung akan meningkat secara tidak normal (takikardia) demi menjaga tekanan darah tetap stabil. Jika kondisi ini terjadi secara berulang dan dibiarkan bertahun-tahun, otot jantung bisa mengalami kelelahan kronis. Risiko serangan jantung, hipertensi, hingga gangguan irama jantung akan meningkat secara signifikan, terutama pada kelompok usia produktif dan lansia.

Ancaman Nyata Cairan Sedikit pada Fungsi Ginjal

Selain jantung, ginjal adalah organ yang paling pertama menanggung dampak buruk akibat kurang minum. Ginjal berperan penting sebagai penyaring alami yang membuang racun dan sisa metabolisme melalui urine. Agar proses penyaringan ini berjalan optimal, ginjal membutuhkan pasokan air yang cukup.

Ketika tubuh mengalami dehidrasi, konsentrasi limbah metabolisme dalam ginjal akan mempekat. Hal ini memicu pembentukan kristal yang lambat laun berisiko menjadi batu ginjal. Lebih jauh lagi, dehidrasi berat yang terjadi secara mendadak dapat menyebabkan aliran darah ke ginjal menurun drastis, hingga berujung pada kondisi medis darurat berupa Gagal Ginjal Akut (Acute Kidney Injury).

Analisis Tingkat Dehidrasi dan Dampaknya pada Tubuh

Untuk membantu Anda memahami seberapa besar pengaruh kekurangan cairan terhadap kondisi fisik, berikut adalah ringkasan tingkat dehidrasi beserta dampaknya:

Tingkat Dehidrasi Gejala Khusus Dampak pada Organ Vital
Ringan (1-2%) Rasa haus, mulut kering, urine berwarna kuning pekat. Fokus menurun, jantung mulai meningkatkan frekuensi denyut.
Sedang (3-5%) Pusing, kulit kering, lemas, frekuensi buang air kecil berkurang. Beban kerja ginjal meningkat, tekanan darah berfluktuasi.
Berat (>6%) Kram otot, mata cekung, kesadaran menurun, tidak ada urine. Kerusakan fungsi ginjal akut, krisis fungsi jantung hingga syok.

Langkah Bijak Menjaga Keseimbangan Cairan Tubuh

Mencegah dehidrasi sebetulnya bukanlah hal yang rumit, namun membutuhkan kedisiplinan harian. Kebutuhan air setiap individu memang berbeda tergantung pada berat badan, aktivitas fisik, dan kondisi cuaca. Namun, rata-rata orang dewasa disarankan untuk mengonsumsi setidaknya 2 liter atau setara dengan 8 gelas air putih per hari.

Jangan menunggu rasa haus datang baru Anda bergegas mencari air. Rasa haus sebenarnya adalah tanda bahwa tubuh Anda sudah mulai mengalami dehidrasi tingkat awal. Usahakan untuk selalu membawa botol air minum saat bepergian, memperbanyak konsumsi buah-buahan kaya air seperti semangka atau melon, serta membatasi minuman berkafein atau tinggi gula yang justru bersifat diuretik (memicu pembuangan cairan).

Ingatlah bahwa menjaga kecukupan cairan bukan hanya soal melepas dahaga, melainkan bentuk investasi terbaik untuk menjaga agar jantung dan ginjal Anda tetap sehat hingga usia senja. Sayangi tubuh Anda dengan membiasakan minum air putih secara teratur mulai hari ini.

Mengabaikan rasa haus bisa berdampak buruk bagi organ vital. Dokter spesialis gizi klinik dr. Putri Sakti mengungkapkan bahwa dehidrasi memicu kekentalan darah yang memberatkan kerja jantung serta berisiko menyebabkan gagal ginjal akut. Berapa liter air yang sudah Anda minum hari ini? Baca analisis lengkapnya di Beritaseputar.com!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS galih-pratama

Editor Teknologi. Mantan software engineer. Meliput AI, cloud, dan transformasi digital.

Comments (0)

User