Sep 18, 2026
Hukum

JAKARTA — Buruh Kecewa Draf RUU Ketenagakerjaan, Siapkan Aksi Demonstrasi Besar

Suasana dunia ketenagakerjaan Tanah Air kembali diselimuti ketegangan. Gelombang keresahan melintas di kalangan pekerja setelah draf Rancangan Undang-Undan

JAKARTA — Buruh Kecewa Draf RUU Ketenagakerjaan, Siapkan Aksi Demonstrasi Besar

Suasana dunia ketenagakerjaan Tanah Air kembali diselimuti ketegangan. Gelombang keresahan melintas di kalangan pekerja setelah draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Pelindungan Ketenagakerjaan beredar dan memicu perdebatan hangat. Koalisi serikat buruh secara tegas menyatakan kekecewaannya terhadap isi draf tersebut yang dinilai belum berpihak pada perlindungan serta kesejahteraan pekerja.

Buruh Kecewa Draf RUU Ketenagakerjaan, Siapkan Opsi Aksi Demo

Kekecewaan ini bukan tanpa alasan. Para elemen buruh melihat ada sejumlah pasal krusial yang justru memperlemah posisi tawar pekerja di hadapan pemberi kerja. Jika draf ini tetap disahkan tanpa perubahan mendasar, opsi turun ke jalan dan menggelar aksi demonstrasi skala nasional siap diambil sebagai langkah terakhir untuk memperjuangkan hak-hak mereka.

Empat Poin Krusial yang Memicu Polemik

Berdasarkan kajian mendalam yang dilakukan oleh koalisi buruh, terdapat setidaknya empat isu utama dalam draf RUU Pelindungan Ketenagakerjaan yang menjadi sorotan tajam dan menuai penolakan keras:

  • Sistem Pengupahan: Kekhawatiran akan formula penyesuaian upah minimum yang dinilai mengabaikan komponen Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dan tingkat inflasi riil di lapangan.
  • Status Pekerja Kontrak (PKWT): Aturan masa kerja fleksibel yang berpotensi membuat pekerja terus-menerus terjebak dalam status kontrak tanpa kepastian diangkat menjadi karyawan tetap.
  • Praktik Alih Daya (Outsourcing): Longgarnya penentuan jenis pekerjaan yang boleh dialihkan ke pihak ketiga, yang dikhawatirkan menggerus pekerjaan inti (core business).
  • Skema Pemagangan: Kekhawatiran bahwa regulasi pemagangan disalahgunakan oleh perusahaan untuk memperoleh tenaga kerja murah tanpa jaminan perlindungan kerja yang setara.

Analisis Perbandingan: Tuntutan Buruh vs Draf RUU

Untuk memahami lebih jelas perbandingan ketimpangan yang dirasakan oleh kalangan pekerja, berikut adalah analisis ringkas perbedaan antara isi draf RUU yang disorot dan tuntutan ideal dari koalisi buruh:

Isu Utama Sorotan Draf RUU Tuntutan Koalisi Buruh
Upah Minimum Indikator penyesuaian upah cenderung membatasi batas atas Memperhitungkan inflasi riil, pertumbuhan ekonomi, dan KHL
Outsourcing Ketentuan jenis pekerjaan alih daya lebih fleksibel Dibatasi secara ketat hanya pada penunjang non-inti
Status PKWT Batas waktu pembaruan kontrak tidak tegas Maksimal 2 tahun dan wajib beralih menjadi pekerja tetap

Opsi Turun ke Jalan Jadi Pilihan Terakhir

Merespons situasi yang memanas ini, konsolidasi di tingkat akar rumput terus dimatangkan oleh berbagai serikat pekerja. Perwakilan koalisi buruh menegaskan bahwa dialog memang diprioritaskan, namun tekanan massa akan menjadi opsi nyata jika perumusan RUU ini terus mengabaikan aspirasi para pekerja.

"Kami tidak bisa tinggal diam ketika hak-hak mendasar buruh kembali terancam terdegradasi. Jika draf ini dipaksakan tanpa mendengar masukan kami, turun ke jalan adalah satu-satunya jalan yang tersisa untuk memperjuangkan keadilan," tegas salah satu perwakilan koalisi buruh saat konsolidasi nasional di Jakarta.

Rencana aksi mogok kerja hingga demonstrasi serentak di depan gedung parlemen dan kantor pemerintahan daerah kini tengah digodok secara matang. Lebih dari 50 serikat pekerja dan elemen masyarakat sipil dilaporkan siap bergabung dalam barisan perjuangan tersebut.

Harapan Buruh pada Pemerintah dan DPR

Koalisi buruh mendesak pemerintah dan DPR untuk membuka ruang partisipasi publik yang bermakna (meaningful participation). Regulasi sektor ketenagakerjaan seharusnya mampu menciptakan keseimbangan antara iklim investasi yang sehat dan perlindungan hak-hak pekerja yang manusiawi.

Kini, bola panas berada di tangan pembuat kebijakan. Akankah suara dan aspirasi elemen buruh ini didengarkan melalui pembukaan draf ulang, ataukah ketegangan di jalanan kembali tak terelakkan dalam beberapa pekan ke depan?

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kartika-dewi

Reporter Cybersecurity. Fokus pada keamanan siber, privasi data, dan regulasi digital.

Comments (0)

User