Suasana riuh para pencinta biota air dan kilauan warna-warni ikan hias di Tempat Promosi Hasil Perikanan (TPHP) Cengkareng, Jakarta Barat, kini dibayangi oleh keprihatinan mendalam. Sentra perdagangan yang pernah menjadi kebanggaan warga ibu kota ini dinilai semakin tergerus zaman akibat minimnya peremajaan fasilitas. Merespons kondisi tersebut, Asosiasi Pedagang Ikan Hias Cengkareng (APIC) secara resmi melayangkan desakan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta agar segera membenahi dan merevitalisasi kawasan pasar ikan legendaris tersebut.
Langkah ini diambil APIC bukan tanpa alasan. Keberadaan TPHP Cengkareng selama ini menjadi urat nadi perekonomian bagi ratusan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menggantungkan hidup dari industri akuakultur. Namun, tanpa penataan ulang yang modern dan bersih, pusat perbelanjaan ini dikhawatirkan akan makin kehilangan daya pikatnya di mata pengunjung lokal maupun wisatawan luar daerah.
Kondisi Bangunan Terbengkalai dan Minim Fasilitas Modern
Jika Anda melangkah masuk ke dalam area pasar saat ini, pemandangan atap yang bocor ketika hujan, saluran drainase yang tersumbat, hingga sirkulasi udara yang pengap langsung menyambut. Lebih dari 150 pedagang aktif yang terdaftar di area ini harus berjuang keras menjaga kualitas air dan kesehatan ikan hias mereka di tengah keterbatasan sarana penunjang.
Persoalan kebersihan dan sanitasi air menjadi momok utama. Ikan hias membutuhkan air bersih bersirkulasi optimal agar tetap sehat dan memiliki daya jual tinggi. Sayangnya, infrastruktur utilitas di TPHP Cengkareng dianggap sudah sangat usang karena belum pernah mengalami peremajaan berskala besar sejak beberapa tahun terakhir. Kondisi ini dinilai sangat merugikan pedagang yang menggantungkan mata pencaharian mereka di sana.
"Kami tidak sekadar menjual barang, kami merawat mahluk hidup dan menjual keindahan. Jika tempatnya kumuh, becek, dan terasa panas, calon pembeli tentu akan berpikir dua kali untuk berlama-lama menyusuri lorong pasar. Kami sangat berharap Pemprov DKI mendengar jeritan hati para pedagang kecil di sini," ujar perwakilan pengurus APIC saat menyampaikan aspirasinya.
Mengubah Sentra Kumuh Menjadi Destinasi Wisata Edukasi
APIC menilai bahwa potensi pasar ikan hias di Jakarta sangat luar biasa besar jika dikelola dengan visi yang tepat. Revitalisasi TPHP Cengkareng bukan sekadar memperbaiki tembok yang retak atau mengganti atap yang bocor, melainkan merancang ulang kawasan ini menjadi destinasi wisata belanja dan edukasi perikanan yang modern, bersih, dan ramah keluarga.
Untuk memberikan gambaran mengenai urgensi perubahan ini, berikut adalah peta perbandingan kondisi TPHP Cengkareng saat ini dengan target perbaikan yang diusulkan pedagang:
| Aspek Kawasan | Kondisi Saat Ini | Target Revitalisasi APIC |
|---|---|---|
| Fasilitas Air & Sanitasi | Drainase buruk, sering tersumbat | Sistem filtrasi terintegrasi & drainase lancar |
| Sirkulasi Udara & Pencahayaan | Pengap, panas, dan redup | Atap transparan, pencahayaan alami & penyejuk ruang |
| Kenyamanan Pengunjung | Becek, lorong sempit, minim lahan parkir | Lorong luas, area pedestrian bersih & parkir teratur |
| Daya Saing Ekonomi | Penjualan stagnan akibat sepi pengunjung | Potensi kenaikan omzet hingga 50%–70% |
Para ahli ekonomi perkotaan menilai bahwa modernisasi pasar tradisional berbasis komoditas khusus seperti ikan hias adalah investasi jangka panjang yang tidak akan pernah rugi. Selain meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), kawasan yang tertata rapi akan memikat magnet pariwisata baru di wilayah Jakarta Barat.
Rekomendasi dan Usulan Strategis APIC untuk Pemprov DKI
Dalam dokumen usulannya, APIC menitikberatkan beberapa poin kunci yang perlu segera ditindaklanjuti oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta beserta instansi terkait:
- Perbaikan Total Infrastruktur Dasar: Pembaharuan instalasi air bersih, perbaikan sistem pembuangan limbah akuarium, serta pembenahan lantai dan atap bangunan.
- Penyediaan Area Edukasi dan Promosi: Mengalokasikan panggung pameran rutin atau kontes ikan hias tingkat nasional guna menarik antusiasme pengunjung dari luar Jakarta.
- Fasilitas Digital dan Sentra Kuliner: Menghadirkan jaringan internet publik serta ruang makan yang bersih agar pengunjung betah berbelanja dalam waktu lama.
- Pelatihan Pengelolaan Pasar: Memberikan pendampingan manajemen kebersihan dan pelayanan prima bagi seluruh anggota asosiasi pedagang.
Para pedagang kini menantikan respon nyata dari jajaran Pemprov DKI Jakarta. Langkah cepat pemerintah daerah dalam merealisasikan revitalisasi ini akan menentukan masa depan ratusan UMKM perikanan hias yang berada di TPHP Cengkareng.
Comments (0)