Sep 19, 2026
Nasional

Israel Kuasai Gunung Hermon Suriah, Negara Arab Lontarkan Kecaman Keras

Halo teman-teman pembaca Beritaseputar.com! Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali mencapai titik didih yang sangat mengkhawatirkan. Baru-ba

Israel Kuasai Gunung Hermon Suriah, Negara Arab Lontarkan Kecaman Keras

Halo teman-teman pembaca Beritaseputar.com! Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali mencapai titik didih yang sangat mengkhawatirkan. Baru-baru ini, peta konflik regional makin memanas setelah pasukan militer Israel dilaporkan makin memperkuat dan perluas penguasaan mereka di kawasan puncak Gunung Hermon (Jabal al-Shaykh) yang berbatasan langsung dengan Suriah.

Langkah manuver militer Tel Aviv ini mendadak memicu gelombang kemarahan hebat dari negara-negara Arab serta komunitas internasional. Bukan tanpa alasan, bentang alam raksasa ini bukan sekadar puncak gunung bersalju biasa, melainkan sebuah benteng alam raksasa yang memegang peran sangat vital dalam peta intelijen dan pertahanan militer di seluruh kawasan Levant.

Mengapa Puncak Gunung Hermon Sangat Krusial Bagi Israel?

Jika kita memperhatikan bentang topografi wilayah tersebut, Gunung Hermon menjulang tinggi hingga mencapai altitude fantastis sekitar 2.814 meter di atas permukaan laut. Ketinggian ekstrem ini menjadikan puncak gunung tersebut sebagai lokasi pengawasan strategis tanpa tanding di wilayah konflik tersebut.

Dengan menguasai titik tertinggi Gunung Hermon, mata intelijen dan peralatan radar canggih milik Israel memiliki "menara pengawas alam" yang mampu memantau pergerakan udara maupun darat di tiga negara tetangganya sekaligus: Suriah, Lebanon, dan Yordania. Bahkan pada cuaca cerah, panorama ibu kota Suriah, Damaskus, yang hanya berjarak sekitar 40 kilometer dapat terlihat langsung dari puncak ini.

Keunggulan geostrategis tak ternilai inilah yang membuat militer Israel enggan melepas area tersebut meskipun memicu kontraversi tingkat dunia. "Siapa pun yang menguasai puncak Hermon secara de facto memegang kendali atas pengawasan udara dan jalur komunikasi utama di seluruh tanah Levant," tegas seorang analis militer internasional saat menanggapi situasi tersebut.

Perbandingan Jangkauan Intelijen Gunung Hermon

Untuk memberi gambaran seberapa dahsyatnya nilai strategis lokasi ini, berikut adalah tabel perbandingan antara pengawasan dari puncak Gunung Hermon dibanding pos pengawasan konvensional biasa:

Parameter Pertahanan Puncak Gunung Hermon Pos Intelijen Dataran Rendah
Jangkauan Radar Sangat Luas (Menjangkau 3 Negara) Terbatas (Hanya 20-40 km)
Pengawasan Ibu Kota Suriah Terpantau Langsung (Visual & Radar) Tidak Terjangkau Sama Sekali
Keunggulan Pertahanan Sangat Tinggi (Benteng Alam) Rentan Terhadap Serangan Darat

Gelombang Kemarahan Negara Arab dan Hukum Internasional

Keputusan Israel untuk mempertahankan serta memperkuat posisi militernya di Gunung Hermon memicu reaksi keras dari Liga Arab dan pemerintah Suriah. Pemerintah Damaskus mengecam aksi pendudukan ini dan menyebutnya sebagai bentuk pelanggaran kedaulatan wilayah secara terbuka yang tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Negara-negara tetangga menganggap langkah Israel telah mencederai berbagai resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Aksi militer ini dinilai bukan lagi sekadar langkah defensif untuk melindungi diri, melainkan tindakan agresi provokatif yang berpotensi menyulut perang terbuka di kawasan yang sudah sangat rawan.

"Penguasaan fisik atas Gunung Hermon merupakan bentuk pengangkangan nyata terhadap hukum internasional. Ini bukan sekadar isu keamanan internal Israel, melainkan ancaman langsung terhadap stabilitas seluruh negara Arab," tegas salah satu diplomat senior Liga Arab.

Ada beberapa poin utama yang mendasari kekhawatiran dan kemarahan kolektif dunia Arab:

  • Pelanggaran Kedaulatan: Penguasaan area yang secara sah diakui internasional sebagai wilayah Suriah.
  • Penyadapan Masif: Stasiun pengawas di Gunung Hermon mampu meretas jaringan komunikasi penting militer Suriah, Lebanon, hingga Yordania.
  • Ancaman Eskalasi Militer: Mendorong faksi-faksi militer regional untuk memperketat kesiapsiagaan tempur yang berisiko memicu bentrokan fisik kapan saja.

Masa Depan Konflik di Kawasan Levant

Hingga saat ini, belum ada sinyal bahwa pihak Israel akan menarik mundur pasukannya dari kawasan puncak Gunung Hermon. Sebaliknya, instalasi militer dan sistem penyorot radar di lokasi tersebut justru semakin ditingkatkan kualitasnya menggunakan teknologi sensor terkini.

Bagi masyarakat internasional, situasi ini menaruh masa depan perdamaian di titik yang amat kritis. Cengkeraman militer yang kian kokoh di puncak strategis tersebut diprediksi akan menjadi sengketa abadi yang menutup pintu diplomasi. Kini publik dunia hanya bisa menyaksikan apakah tekanan diplomasi global sanggup meredam potensi ledakan konflik baru di benteng raksasa tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS galih-pratama

Editor Teknologi. Mantan software engineer. Meliput AI, cloud, dan transformasi digital.

Comments (0)

User