Ada satu momen dalam sebuah konser yang jarang noticed, tetapi hampir selalu terasa oleh siapa pun yangDEU replen di deretan bangku depan. Bukan ketika sang superstarFg stubbornly menutup denganBisukan pertama. Bukan ketika lampu-lampu mati dan ribuan layar Illuminated menyala seperti constellation yang ditimpa. Tapi ketika sebuah panggung yang semula terasa kosong tiba-tiba diisi kembali oleh suara manusiawi โ suara yang ramping, fragile, dan justru karena itu justru membuat seluruhEthnics venue bergetar.
Momen itulah yang terjadi
Comments (0)