Sep 18, 2026
Hukum

IHSG Terkoreksi Tajam ke 6.461 Akibat Eskalasi Konflik Geopolitik Global

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terperosok ke zona merah pada penutupan perdagangan hari ini. Sentimen negatif global yang kian memanas mem

IHSG Terkoreksi Tajam ke 6.461 Akibat Eskalasi Konflik Geopolitik Global

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terperosok ke zona merah pada penutupan perdagangan hari ini. Sentimen negatif global yang kian memanas membuat indeks domestik tak mampu bertahan, hingga akhirnya ditutup melemah 1,13 persen atau turun signifikan ke level 6.461,15. Pelemahan ini sejalan dengan rontoknya bursa saham di kawasan Asia yang kompak tertekan aksi jual investor.

Kekhawatiran pelaku pasar terutama dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik internasional, khususnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat serta eskalasi ketegangan antara Ukraina dan Rusia. Kondisi ketidakpastian tersebut mendorong investor global untuk menarik dana dari instrumen berisiko tinggi dan beralih ke aset lindung nilai (safe haven).

Kronologi Pergerakan Pasar dari Pagi hingga Penutupan

Dinamika transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang hari memperlihatkan tekanan jual yang konsisten sejak bel pembukaan berbunyi. Berikut adalah urutan kejadian pergerakan pasar:

  1. Sesi I Pagi (09.00 WIB): IHSG langsung dibuka melemah di awal perdagangan, merespons pelemahan indeks utama Wall Street serta bursa regional Asia seperti Nikkei dan Hang Seng.
  2. Pertengahan Sesi I (10.30 - 11.30 WIB): Aksi lepas saham berkapitalisasi besar (big cap) mulai masif terjadi, terutama pada sektor perbankan dan barang baku, yang memperlebar jarak koreksi indeks.
  3. Sesi II Siang (13.30 WIB): Pasar sempat mencoba melakukan perlawanan teknikal terbatas, namun tertahan oleh minimnya sentimen domestik penopang dan derasnya arus modal keluar (capital outflow).
  4. Penutupan Perdagangan (16.00 WIB): Gelombang jual di menit-menit akhir memastikan IHSG terkunci di level terendah harian pada posisi 6.461,15.
"Ketegangan di Timur Tengah serta Eropa Timur menimbulkan kekhawatiran disrupsi rantai pasok dan lonjakan harga energi dunia. Wajar bila pelaku pasar memilih mengamankan posisi likuiditas mereka untuk sementara waktu," ungkap analis pasar modal dalam riset hariannya.

Sektor yang Terpukul dan Sentimen Penekan

Hampir seluruh sektor saham mengalami penurunan performa pada perdagangan kali ini. Sektor keuangan, konsumer non-primer, dan properti menjadi sektor yang paling dalam terkena dampak koreksi. Di sisi lain, saham-saham berbasis komoditas energi sempat bergerak fluktuatif di tengah spekulasi kenaikan harga minyak mentah dunia.

Beberapa faktor utama yang menjadi pemberat langkah bursa saham hari ini antara lain:

  • Eskalasi Geopolitik Iran-AS: Ketakutan akan pecahnya konflik terbuka baru di kawasan Teluk yang berpotensi mengganggu jalur logistik migas global.
  • Dinamika Perang Ukraina-Rusia: Meningkatnya tensi militer yang kembali memicu kekhawatiran inflasi energi di daratan Eropa.
  • Tekanan Nilai Tukar: Penguatan indeks dolar AS (DXY) menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, yang berdampak pada kehati-hatian investor asing di bursa domestik.

Pelaku pasar kini disarankan untuk tetap mencermati perkembangan berita internasional secara seksama serta menerapkan manajemen risiko yang ketat sebelum mengambil keputusan investasi di pasar modal.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS andika-rivaldi

Reporter Fintech. Meliput payment gateway, bank digital, dan inklusi keuangan.

Comments (0)

User