Oct 13, 2026
Nasional

Harga Pangan Melambung, Warga Jakarta Kurangi Porsi Belanja

Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan — Di tengah hiruk-pikuk aktivitas pagi, Prissilia Claudia, seorang pedagang sayur, tampak sibuk melayani pembeli yang

Harga Pangan Melambung, Warga Jakarta Kurangi Porsi Belanja

Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan — Di tengah hiruk-pikuk aktivitas pagi, Prissilia Claudia, seorang pedagang sayur, tampak sibuk melayani pembeli yang mulai selektif memilih komoditas. "Daging ayam dan telur naik terus, mbak. Pembeli sekarang lebih sering tanya-tanya dulu harganya," ucapnya saat ditemui tim liputan, Kamis (15/8/2024). Fenomena ini menjadi gambaran nyata dari tren kenaikan harga-harga bahan pokok yang kembali menghantam daya beli masyarakat ibu kota.

Kronologis Kenaikan Harga di Level Pedagang

Berdasarkan pantauan di lapangan, kenaikan harga terjadi secara bertahap dalam beberapa pekan terakhir. Pedagang tradisional menyebut adanya dua faktor utama: biaya transportasi yang belum turun dan permintaan menjelang musim pernikahan yang tinggi. Berikut data harga komoditas pokok di Pasar Kebayoran Lama per Kamis (15/8/2024):

  • Ayam potong utuh: Rp 42.000 per kilogram (naik Rp 4.000 dari bulan lalu)
  • Telur ayam: Rp 30.000 per kilogram (naik Rp 2.500)
  • Bawang merah: Rp 45.000 per kilogram (naik Rp 7.000)
  • Cabai merah keriting: Rp 65.000 per kilogram (naik Rp 10.000)

Kenaikan ini memaksa konsumen bereaksi. Seperti yang diamati, banyak pembeli kini mengurangi jumlah belanjaan per kunjungan. "Dulu beli setengah kilo, sekarang seperempat kilo saja. Kalau semua naik, terpaksa pilih mana yang paling mendesak," ujar Siti Aminah, salah satu ibu rumah tangga yang berbelanja.

Dampak Psikologis dan Strategi Konsumen

Para ekonom menilai kenaikan ini memiliki dampak psikologis yang signifikan. "Ketika harga naik, yang tergerus pertama adalah jumlah (volume) belanja, bukan langsung kualitas makanan. Ini indikasi awal tekanan inflasi terhadap rumah tangga berpendapatan rendah hingga menengah," ungkap Dr. Adrian Surya, Ekonom dari Universitas Indonesia. Konsumen mulai menerapkan strategi baru: beralih ke daging ayam dari daging sapi, mengganti minyak goreng kemasan dengan curah, serta menunda pembelian barang non-pokok.

Prospek dan Respons Pemerintah

Kementerian Perdagangan dalam keterangan persnya menegaskan bahwa tim satgas pangan terus melakukan pemantauan harian. "Kenaikan harga cabai dan bawang bersifat musiman dan diprediksi akan stabil dalam dua minggu ke depan karena sudah memasuki awal masa panen," jelas Isy Karim, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan. Namun, di lapangan, pedagang merasakan tekanan yang berbeda. "Kalau stok aman, tapi modal juga naik karena ongkos kirim dari petani juga naik," kata Prissilia.

Kondisi ini menciptakan siklus yang sulit. Daya beli masyarakat menurun, sementara pedagang kecil kesulitan menahan harga jual karena beban biaya operasional yang meningkat. Situasi ini diperkirakan akan berlangsung hingga akhir kuartal III tahun ini, menuntut kebijakan yang lebih tajam dari pemerintah untuk menstabilkan pasokan dan harga di tingkat hilir.

[SOCIAL_TWEET]: Harga ayam & telur di Pasar Kebayoran Lama merangkak naik. Warga Jakarta terpaksa kurangi porsi belanjaan. Inflasi kembali menghantam dompet. #Inflasi #HargaPangan #Jakarta[SOCIAL_TG]: 📈 Update harga pangan di Jakarta: Ayam tembus Rp42 ribu/kg. Pedagang & pembeli sama-sama merasakan tekanan. Simak laporannya!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User