Oct 17, 2026
entertainment

Harapan Sarwendah di Balik Pertemuan Anak dan Ruben Onsu

Di ruang tamu yang selalu ramai dengan tawa anak-anak, Sarwendah duduk dengan pandangan menerawang. Ia baru saja menuturkan sebuah kisah yang membuatnya tersenyum sekaligus menahan haru. Dua putrinya,...

Harapan Sarwendah di Balik Pertemuan Anak dan Ruben Onsu

Di ruang tamu yang selalu ramai dengan tawa anak-anak, Sarwendah duduk dengan pandangan menerawang. Ia baru saja menuturkan sebuah kisah yang membuatnya tersenyum sekaligus menahan haru. Dua putrinya, Thania dan Betrand, rupanya menyimpan kerinduan yang tak pernah pudar kepada sang ayah, Ruben Onsu. Bukan sekadar rindu biasa, melainkan keinginan untuk melihat kedua orang tuanya kembali duduk bersama dalam satu meja—formasi lengkap yang mereka impikan sejak lama.

"Mereka tuh penginnya Mama dan Papa bareng-bareng terus," ujar Sarwendah dengan suara lembut, menirukan celoteh polos anak-anaknya. Kalimat sederhana itu ternyata menyimpan luka yang dalam bagi seorang ibu yang tengah berjuang menjaga keutuhan kasih sayang di tengah perpisahan.

Kerinduan yang Tak Pernah Usai

Sarwendah mengisahkan momen ketika kedua buah hatinya bertanya dengan mata berbinar, kapan mereka bisa bertemu ayahnya tanpa harus bergantian. Pertanyaan itu bukan sekali dua kali meluncur dari bibir kecil mereka. Setiap kali Ruben datang menjemput atau sekadar berkunjung, selalu ada bisikan yang sama: "Papa, nanti Mama ikut ya?" Ucapan itu membuat Sarwendah dan Ruben sama-sama terdiam, berusaha menyembunyikan perasaan di balik senyum.

"Aku lihat anak-anak selalu berharap kami berdua ada di sana. Mereka ingin formasi lengkap," tuturnya dalam sebuah perbincangan yang sarat emosi. Ia tidak menyalahkan siapa pun. Baginya, yang terpenting adalah bagaimana anak-anak tetap merasakan kasih sayang utuh dari kedua orang tua, meski keadaan sudah berbeda.

"Aku cuma ingin anak-anak bahagia. Kalau mereka minta Papa dan Mama bareng, ya aku akan usahakan sebaik mungkin," ujar Sarwendah dengan mata berkaca-kaca.

Perjuangan Seorang Ibu Menjaga Komunikasi

Di balik layar, Sarwendah ternyata harus menempuh perjalanan panjang untuk menjaga komunikasi tetap hangat dengan Ruben. Ia menyadari, perpisahan bukan akhir dari segalanya. Justru di titik ini, ia dituntut lebih dewasa demi dua putri yang masih membutuhkan sosok ayah dan ibu secara bersamaan.

Setiap malam, sebelum tidur, ia kerap mendengar Thania bertanya, "Besok kita ketemu Papa nggak?" Pertanyaan itu selalu ia jawab dengan pelukan hangat, sambil berjanji bahwa ayah mereka akan selalu ada. Tidak mudah memang. Ada air mata yang jatuh diam-diam di kamar mandi, ada lelah yang ia sembunyikan di balik senyum saat kamera menyorotnya.

"Aku belajar bangkit setiap hari. Bukan untuk diriku, tapi untuk mereka," kata Sarwendah. Ia ingin anak-anak tumbuh dengan kenangan indah, bukan luka yang membekas karena pertengkaran orang tua.

Formasi Lengkap yang Jadi Mimpi Kecil

Bagi Sarwendah, permintaan anak-anak itu bukan sekadar keinginan sesaat. Ada makna mendalam tentang arti keluarga yang utuh. Ia tak menampik bahwa dirinya juga merindukan momen ketika mereka bisa tertawa bersama tanpa beban, seperti saat-saat sebelum badai menerpa rumah tangga mereka.

"Anak-anak itu sederhana. Mereka cuma pengin lihat Papa dan Mama duduk bareng, ngobrol, ketawa. Itu aja," ujarnya getir. Namun, ia tahu bahwa mewujudkannya bukan perkara mudah. Butuh waktu, kesabaran, dan hati yang lapang untuk bisa mencapai titik itu.

Meski begitu, Sarwendah tak ingin larut dalam kesedihan. Ia memilih fokus pada apa yang bisa ia berikan hari ini: kasih sayang tanpa syarat, dukungan untuk setiap mimpi anak-anak, dan doa yang tak pernah putus agar kelak semua bisa kembali hangat, setidaknya untuk buah hati mereka.

Di sudut hatinya yang paling dalam, ia menyimpan satu harapan kecil. Suatu hari nanti, ketika anak-anak bertanya lagi, ia ingin menjawab dengan senyum paling tulus: "Iya, Sayang. Papa dan Mama akan datang bersama." Sebuah formasi lengkap yang mungkin tak sempurna, tetapi cukup untuk membuat mata kecil itu berbinar bahagia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kartika-dewi

Reporter Cybersecurity. Fokus pada keamanan siber, privasi data, dan regulasi digital.

Comments (0)

User