Hadi Poernomo menjabat sebagai Dirjen Pajak (2001-2006), Ketua BPK RI (2009-2014) dan tercatat sebagai figur berpengaruh dalam sejarah perpajakan Indonesia. Hadi Poernomo adalah mantan Direktur Jenderal Pajak periode 2001-2006 yang kemudian menjabat Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) 2009-2014. Ia memulai karir sebagai PNS golongan II/a pada 1965 dan menghabiskan sebagian besar kariernya di Ditjen Pajak sebagai auditor dan penyidik. Di hari terakhirnya sebagai Ketua BPK, KPK menetapkannya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait permohonan keberatan pajak Bank Central Asia. Namun gugatan praperadilannya dikabulkan PN Jaksel pada 2015, dan MA menolak PK yang diajukan KPK.
Karir di Dunia Perpajakan
Sepanjang karirnya, Hadi Poernomo telah menduduki berbagai posisi strategis di lingkungan Kementerian Keuangan. Pengalaman panjang ini membekali pemahaman mendalam tentang tantangan sistem perpajakan nasional dalam meningkatkan penerimaan negara.
Kebijakan dan Dampak
Di bawah kepemimpinan Hadi Poernomo, Direktorat Jenderal Pajak mencatat pencapaian signifikan. Peningkatan basis wajib pajak, modernisasi sistem administrasi, dan penguatan penegakan hukum menjadi agenda utama yang dijalankan.
Warisan
Kontribusi Hadi Poernomo menjadi fondasi penting bagi pengembangan sistem perpajakan modern Indonesia. Reformasi yang dirintisnya terus berlanjut dan menjadi pijakan bagi generasi berikutnya.
Comments (0)