Aug 25, 2026
entertainment

Ghea Indrawari dan PM Thailand: Duet Menyentuh di Istana Negara

Di bawah temaram lampu kristal Istana Negara, seorang perempuan muda berdiri memegang mikrofon dengan jemari yang sedikit bergetar. Malam itu bukan malam biasa bagi Ghea Indrawari. Di hadapannya duduk...

Ghea Indrawari dan PM Thailand: Duet Menyentuh di Istana Negara

Di bawah temaram lampu kristal Istana Negara, seorang perempuan muda berdiri memegang mikrofon dengan jemari yang sedikit bergetar. Malam itu bukan malam biasa bagi Ghea Indrawari. Di hadapannya duduk para petinggi dua negara, dan tak jauh darinya berdiri seorang perdana menteri yang sejenak melepas kaku protokoler kenegaraan demi sebuah lagu. Ketika nada pertama mengalun, kegugupan itu perlahan mencair, berganti kehangatan yang menyelimuti seluruh ruangan.

Momen mengharukan itu terjadi saat Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, melakukan kunjungan kenegaraan ke Jakarta beberapa waktu lalu. Di sela rangkaian agenda resmi yang padat dan penuh formalitas, terselip sebuah kejutan yang tak terduga: Ghea diminta tampil, dan sang perdana menteri — yang memang dikenal mencintai musik — ikut bernyanyi bersamanya. Ruangan yang semula hening dalam tata krama kenegaraan mendadak hidup oleh melodi.

Dari Panggung Kecil ke Istana Negara

Bagi Ghea, berdiri di istana bukanlah garis akhir, melainkan babak baru yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Perempuan asal Singkawang, Kalimantan Barat, itu memulai mimpinya dari panggung-panggung kecil, jauh dari hiruk pikuk ibu kota. Namanya mulai dikenal publik lewat ajang pencarian bakat Indonesian Idol, di mana suaranya yang khas — lembut, jernih, dengan warna yang sulit ditiru — mencuri hati banyak pendengar.

Sejak itu, ia terus berjuang menapaki industri musik Tanah Air. Ada jatuh, ada keraguan, ada masa-masa sepi yang menguji keyakinannya. Namun ia memilih terus bernyanyi. Kini, suara yang dulu hanya bergema di panggung-panggung sederhana itu berkumandang di ruang kenegaraan, di hadapan pemimpin dua bangsa. Sebuah perjalanan panjang yang terasa menemukan muaranya.

"Rasanya seperti mimpi. Aku berdiri di sana, di istana, dan tiba-tiba bernyanyi bersama seorang perdana menteri. Siapa yang menyangka perjalanan ini bisa sampai sejauh ini," ujar Ghea dengan mata berkaca-kaca.

Ketika Musik Menghapus Batas Protokoler

Yang membuat momen itu begitu istimewa bukan sekadar siapa yang bernyanyi, melainkan bagaimana musik mampu mencairkan segala kekakuan. Anutin Charnvirakul memang bukan sosok asing di dunia musik. Di negaranya, ia dikenal sebagai pemimpin yang gemar bermain gitar dan tak segan tampil bernyanyi di berbagai kesempatan. Malam itu di Jakarta, kecintaannya pada musik bertemu dengan suara emas Ghea dalam satu panggung yang sama.

Keduanya berpadu dalam satu lagu, disaksikan tamu undangan yang tak bisa menyembunyikan senyum. Tak ada lagi sekat jabatan, tak ada lagi jarak antara pemimpin dan penyanyi muda. Yang ada hanya dua insan yang larut dalam melodi. Tepuk tangan pun menggema ketika nada terakhir usai — bukan tepuk tangan basa-basi kenegaraan, melainkan apresiasi yang tulus dari hati.

"Beliau sangat hangat dan rendah hati. Di atas panggung, aku tidak merasa sedang bernyanyi dengan seorang pemimpin negara, tapi dengan seseorang yang benar-benar mencintai musik. Itu yang membuat semuanya terasa tulus," kenang Ghea.

Kisah tentang Mimpi yang Terus Berjuang

Di balik layar, momen singkat itu menyimpan makna yang dalam. Bagi banyak anak muda yang tengah berjuang meraih mimpi, kisah Ghea menjadi pengingat bahwa perjalanan panjang tak pernah mengkhianati hasil. Dari sebuah kota kecil di Kalimantan, ia melangkah perlahan — jatuh, bangkit, dan terus percaya — hingga akhirnya berdiri di salah satu ruang paling terhormat di negeri ini.

Musik, sekali lagi, membuktikan kekuatannya. Ia tak mengenal jabatan, batas negara, atau perbedaan bahasa. Malam itu, di Istana Negara, dua insan dari dua bangsa yang berbeda bertemu dalam satu melodi yang sama — dan meninggalkan kisah sederhana yang menyentuh hati banyak orang yang menyaksikannya.

Bagi Ghea, malam itu akan selalu tersimpan sebagai salah satu bab paling berkesan dalam hidupnya. Dan bagi kita, itu adalah pengingat kecil yang menghangatkan: bahwa mimpi, sekecil apa pun awalnya, bisa membawa seseorang ke tempat yang tak pernah ia duga sebelumnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS eko-saputra

Reporter Gadget. Review smartphone, laptop, dan consumer tech.

Comments (0)

User