Namanya mulai dikenal luas sejak berperan sebagai Khansa dalam film Jakarta Vs Everybody. Namun di balik kemampuan aktingnya, Dea Panendra menyimpan satu lagi daya tarik yang tak bisa diabaikan: busana. Setiap kali ia hadir di depan kamera, baik untuk pemotretan maupun acara publik, selalu ada sesuatu yang membuat mata tertahan sejenak.
Dea bukan sekadar actress yang tampil di depan layar. Ia perlahan berubah menjadi figur yang diperhatikan dalam dunia fashion, khususnya bagi perempuan muda Indonesia yang mencari referensi gaya hidup sehari-hari. Pilihan busananya yang sederhana namun tetap terlihat mahal, membuatnya layak diikuti di media sosial.
Perjalanan Gaya yang Tak Instan
Bagi Dea, fashion bukan soal mengikuti tren secara membabi buta. Ia percaya bahwa pakaian terbaik adalah yang membuat pemakainya merasa nyaman dan percaya diri. Dalam beberapa kesempatan, ia pernah mengungkapkan bahwa gaya-nya berkembang seiring waktu, dipengaruhi oleh pengalaman, lingkungan, dan juga perjalanannya di dunia hiburan.
Semuanya dimulai dari keberaniannya mencoba berbagai siluet dan warna. Dari dress casual hingga setelan formal, Dea tak takut bereksperimen. Namun yang paling mencuri perhatian adalah kemampuannya memadukan peças dengan cara yang effortless, seolah-olah ia memang dilahirkan untuk memahami ritme fashion.
Slip Dress Tenun: Momen yang Viral
Salah satu momen yang paling diingat adalah ketika Dea terlihat mengenakan slip dress tenun dalam sebuah pemotretan di tepi pantai. Di antara bebatuan karang dan desiran ombak, ia berdiri anggun dengan busana yang memadukan tradisi dan modernitas. Foto itu kemudian viral di media sosial,引来 banyak pujian dari followers-nya.
Tenun, yang selama ini identik dengan acara formal atau upacara adat, berhasil ia hadirkan dalam konteks yang lebih santai dan youthful. Kombinasi slip dress yang mengalir dengan tekstur tenun yang kaya, menciptakan kontras menarik antara keanggunan dan kesan kasual. Banyak yang kemudian mencari tahu di mana Dea membeli busana tersebut.
"Saya suka bagaimana tenun punya cerita. Setiap helai benangnya menyimpan budaya yang tak boleh dilupakan," pernah ia sampaikan dalam sebuah wawancara.
Mix and Match ala Dea Panendra
Yang membuat gaya Dea Panendra begitu menarik untuk diikuti adalah kreativitasnya dalam memadukan peças yang berbeda. Ia tak takut mencampur bahan, motif, dan tekstur dalam satu tampilan. Dress bisa dipadukan dengan sneakers, blazer klasik bisa tampil santai dengan celana jeans, dan sebaliknya.
Kemampuan ini menunjukkan bahwa ia memahami esensi dari fashion itu sendiri: berekspresi tanpa batas. Setiap penampilannya seolah menceritakan sesuatu tentang siapa dirinya saat itu, apa yang ia rasakan, dan bagaimana ia ingin dilihat oleh dunia.
Inspirasi untuk Perempuan Muda
Di era media sosial seperti sekarang, banyak public figure yang cenderung menampilkan gaya hidup yang sulit dijangkau oleh masyarakat umum. Dea, di sisi lain, menawarkan sesuatu yang lebih relatable. Pilihan busananya sering kali bisa ditemukan dengan harga yang terjangkau, membuatnya menjadi role model bagi mereka yang ingin tampil stylish tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Tak heran jika banyak perempuan muda yang menjadikannya sebagai referensi utama dalam berbusana. Mereka tidak hanya meniru gayanya, tetapi juga belajar dari caranya memadukan peças, memilih aksesori, dan yang paling penting, merasa percaya diri dengan pilihan fashion-nya sendiri.
Dea Panendra membuktikan bahwa menjadi stylish bukan soal mahal atau mengikuti semua tren yang ada. Cukup dengan memahami proporsi tubuh, mengetahui apa yang membuat nyaman, dan berani bereksperimen, siapa pun bisa tampil memukau seperti dirinya. Perjalanannya di dunia fashion masih panjang, dan banyak yang menantikan langkah-langkah berikutnya.
Comments (0)