Aug 25, 2026
entertainment

Fiki Naki Melangkah ke Layar Lebar dalam Film Paket Santet

Lampu sorot meredup, dan untuk sesaat ruangan kecil itu terasa hening. Di kursi sederhana di sudut ruangan, Fiki Naki menarik napas panjang. Sosok yang selama ini akrab dengan jutaan penonton lewat la...

Fiki Naki Melangkah ke Layar Lebar dalam Film Paket Santet

Lampu sorot meredup, dan untuk sesaat ruangan kecil itu terasa hening. Di kursi sederhana di sudut ruangan, Fiki Naki menarik napas panjang. Sosok yang selama ini akrab dengan jutaan penonton lewat layar ponsel—mahir meluncurkan kalimat dalam belasan bahasa asing—kini dihadapkan pada tantangan yang sama sekali baru: berdiri di hadapan kamera film sungguhan. Perjalanan panjangnya dari kreator konten menuju dunia akting akhirnya menemukan babak baru lewat keterlibatannya dalam film Paket Santet.

Perjalanan Seorang Kreator Konten Menuju Layar Lebar

Fiki Naki bukanlah nama asing di jagat maya Indonesia. Selama bertahun-tahun, ia dikenal sebagai kreator konten yang mengisahkan pengalamannya berkeliling dunia, berkomunikasi dengan orang-orang dari berbagai negara dalam bahasa ibu mereka. Kemampuan istimewa itu membuat namanya melambung, mengundang decak kagum dari jutaan pengikut. Namun, di balik sorot kamera dan tawa ringan dalam setiap videonya, tersimpan mimpi yang lebih besar: membuktikan bahwa ia bisa berkarya di panggung yang lebih luas—bukan hanya sebagai pembicara di depan kamera ponsel, tetapi sebagai seorang aktor di layar lebar.

Keputusan untuk menerima tawaran bermain dalam film Paket Santet bukanlah langkah yang diambilnya dengan ringan. Bagi Fiki, dunia akting adalah lautan yang sama sekali baru. “Aku tumbuh dari konten sederhana yang kurekam sendiri di kamar. Masuk ke dunia film itu seperti belajar berjalan lagi,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Baginya, tantangan ini bukan sekadar karier, melainkan ujian atas keberaniannya mengejar mimpi.

Di Balik Layar Paket Santet

Film Paket Santet hadir dengan genre horor yang dibalut komedi, mengisahkan kepercayaan masyarakat tentang kiriman santet yang justru berujung pada rangkaian peristiwa konyol sekaligus menegangkan. Di tengah deretan pemain yang lebih berpengalaman, Fiki harus berjuang menyesuaikan diri dengan ritme syuting yang jauh berbeda dari pembuatan konten. Tidak ada tombol retake atas kemauannya sendiri; setiap adegan menuntut kesabaran, pendalaman karakter, dan kerja sama tim.

Momen-momen sulit tentu hadir. Ada kalanya ia harus mengulang satu adegan berkali-kali, atau menahan tawa ketika lawan mainnya melontarkan dialog yang menggelikan di tengah suasana mencekam. Namun dari situlah ia belajar bahwa proses paling berat justru melahirkan hasil yang paling berkesan. Di balik layar, Fiki dikenal sebagai rekan kerja yang rendah hati, tak segan bertanya, dan selalu tersenyum meski tubuhnya lelah. Sikap sederhana itulah yang membuat kru dan para pemain lain merasa nyaman bekerja bersamanya.

“Banyak orang mengira aku sudah terbiasa tampil di depan kamera, jadi pasti gampang. Padahal beda jauh,” katanya. Ketulusannya untuk belajar, menurut sejumlah kru, menjadi salah satu momen mengharukan di lokasi syuting.

Mimpi yang Terus Berjalan

Bagi Fiki, keterlibatannya dalam film ini adalah buah dari perjalanan panjang yang penuh liku. Ia mengaku pernah ragu, pernah merasa tidak cukup baik, bahkan hampir menyerah di tengah proses. Namun dukungan keluarga, sahabat, dan jutaan pengikutnya menjadi bahan bakar yang membuatnya bangkit kembali. “Air mata tidak selalu berarti sedih. Ada air mata karena lelah berjuang, dan ada air mata karena akhirnya sampai,” ucapnya.

Kisah Fiki menjadi inspirasi tersendiri, terutama bagi anak muda yang bermimpi melompat dari dunia digital menuju industri kreatif yang lebih besar. Ia membuktikan bahwa mimpi tidak memandang dari mana seseorang berangkat. Yang penting adalah keberanian untuk memulai, kemauan untuk belajar, dan kerendahan hati untuk terus bertumbuh. Lewat Paket Santet, Fiki Naki menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar bintang internet—melainkan seorang pekerja seni yang siap menghadapi tantangan baru di layar lebar.

Kini, setelah kamera berhenti berputar dan lampu kembali terang, ada senyum yang tak bisa disembunyikan dari wajahnya. Perjalanan Fiki Naki memang masih panjang, tetapi langkah pertamanya di dunia film telah menjadi kisah yang menyentuh—tentang seorang anak muda yang berani bermimpi lebih besar dari apa pun yang pernah ia bayangkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS galih-pratama

Editor Teknologi. Mantan software engineer. Meliput AI, cloud, dan transformasi digital.

Comments (0)

User